Home » Strategi Bisnis » 10 Cara Memulai Bisnis Pakaian, Cocok Untuk Pemula!

10 Cara Memulai Bisnis Pakaian, Cocok Untuk Pemula!

Kamu tahu enggak kenapa peluang bisnis pakaian itu selalu besar dan selalu ada?

Karena, pakaian adalah salah satu kebutuhan pokok manusia, sehingga potensi mendapatkan penjualan akan terus ada; baik dari berbagai usia dan jenis kelamin.

Bagaimana sih sebenarnya langkah yang tepat untuk memulai bisnis pakaian? Simak ulasan 10 langkah yang tepat untuk memulai bisnis pakaian di bawah ini.

1. Identifikasikan Kebutuhan Pasar Bisnis Pakaian

Sebuah bisnis pakaian tidak akan sukses jika belum memiliki identifikasi pasar yang jelas. Pikirkanlah seperti apa produk yang akan diincar oleh pasar saat ini dan ke depannya. Misalnya kamu akan memenuhi kebutuhan busana hobi seperti baju untuk bersepeda, jogging, atau berenang. Bisa juga kamu mengincar pasar yang lebih umum seperti t-shirt, hoodie, kemeja, blus wanita, kaos wanita, atau pakaian uniseks.

2. Buat Rencana Bisnis

Sebuah rencana bisnis yang baik akan menentukan ke mana arah perjalanan usaha kamu ke depan.
Kamu bisa menargetkan produk kamu hanya akan dijual di area perumahan kamu, atau ke daerah Jabodetabek? Atau kamu akan memasarkan sampai ke luar kota, atau bahkan ke luar negeri?

Kamu juga harus menentukan apakah usaha kamu nantinya akan berkembang menjadi perusahaan sebesar H&M atau Zara, atau kamu akan menjadi sebuah butik premium seperti SoHo.

3. Mengidentifikasi Target Konsumen

Tentukan siapa orang atau kategori konsumen yang akan membeli dan mengunjungi bisnis pakaian kamu. Langkah ini juga masih sejalan dengan tahapan mengidentifikasi kebutuhan pasar. Contohnya kamu menjual pakaian kepada generasi Z, atau milenial, yang mengutamakan gaya.

Bisa juga kamu menargetkan mereka yang berusia paruh baya, dengan daya beli lebih tinggi, namun tidak terlalu memusingkan model atau warna pakaian.

4. Tentukan Gaya Desain Produk Bisnis Pakaian

Semakin menarik sebuah desain pakaian, maka kemungkinan untuk menarik perhatian pembeli juga semakin besar. Ada banyak tipe desain yang bisa kamu pilih. Di antaranya sebagai berikut:

  • Casual. Tipe desain pakaian untuk kegiatan sehari-hari.
  • Preppy. Gaya busana vintage awal abad 19 yang elegan.
  • Bohemian. Gaya nyentrik dengan tema gipsy, etnik, vintage, dan hippy.
  • Formal. Tipe desain pakaian yang terkesan profesional dan rapi. Contohnya kemeja, celana dan rok bahan, blazer, jas, serta vest.
  • Sporty. Gaya desain yang nyaman digunakan saat berolahraga, namun juga bisa dikenakan untuk bersantai.

5. Menemukan Pabrik Produksi

Langkah berikutnya yang juga penting dalam memulai bisnis pakaian adalah menggandeng pabrik atau penjahit. Mereka nantinya akan bertanggung jawab untuk mencari bahan, memotong, mengukur dan menjahit seluruh bahan pakaian yang ada, sesuai desain dari kamu.

Jika kamu akan membuka usaha pakaian dalam skala besar, kamu bisa mencarinya pada data Kementerian Perindustrian. Misalnya seperti Industri Pakaian Jadi di Batang, Infashion di Bali, atau Iskandar Senjaya di Bandung.

6. Membuat Nama dan Logo Bisnis Pakaian Kamu

Nama dan logo sangat penting sebagai identitas yang membedakan bisnis pakaian kamu dan orang lain. Ada beberapa gaya logo yang bisa kamu gunakan, antara lain:

  • Word Mark
    Logo seperti ini menggunakan nama perusahaan itu sendiri seperti Google, Disney, Facebook, dan Microsoft.
  • Pictorial
    Pernah melihat logo Puma, Twitter atau Apple? Semua brand ini menggunakan jenis logo pictorial.
  • Gambar Abstrak
    Gambar abstrak juga bisa digunakan menjadi logo dari nama bisnis pakaian kamu. Contoh bisnis yang menggunakan jenis ini adalah Pertamina, Adidas, Nike, Indosat, dan Pepsi.
  • Berbentuk Huruf
    Jika kamu perhatikan logo brand besar seperti Hewlett Packard, Suzuki, Adobe, dan Unilever, kamu akan sadar jika mereka hanya menggunakan huruf sebagai logonya.
  • Karakter
    Ciri khas utama dari logo karakter adalah maskot. Contoh yang mudah kamu lihat adalah KFC, Starbucks, dan HokBen. Contoh-contoh di atas memang terdiri dari berbagai industri berbeda., namun bisa dijadikan inspirasi seperti apa logo yang akan kamu buat untuk bisnis kamu.

7. Tentukan Strategi Promosi

Ada banyak strategi promosi yang bisa kamu lakukan. Strategi bisa terbagi menjadi dua cara utama, yaitu offline dan online.

  • Promosi offline. Menyebarkan brosur, pamflet, spanduk, dan beriklan di media massa.
  • Promosi online. Berpromosi menggunakan internet seperti membuat post media sosial, beriklan di marketplaces, Google Ads, atau forum online lainnya.

8. Menentukan Lokasi Bisnis Pakaian

Lokasi merupakan faktor penting bagi kesuksesan usaha pakaian. Walaupun kamu fokus pada bisnis online, namun titik lokasi yang strategis dapat membantu alur pengiriman barang dari penjual ke kurir.
Carilah lokasi toko, pabrik, atau gudang yang bisa memudahkan kamu dalam menjalankan bisnis.
Misalnya seperti di dekat jalan utama yang tidak terlalu ramai, ruko di pinggiran kota, atau menyewa tempat di pusat perbelanjaan.

9. Siapa yang Menjalankan Kegiatan Operasional

Mengenai siapa yang menjalankan bisnis sehari-hari, ada dua pilihan utama yang bisa kamu pilih.

Pertama, kamu sendiri yang turun tangan mengurus bisnis. Kedua, kamu serahkan kepada orang lain.
Jika kamu akan menangani bisnis sendiri secara langsung maka kamu harus siap mempelajari banyak hal. Mulai dari pembukuan, pasokan, sampai melayani pembeli.

Cara yang kedua adalah kamu merekrut seorang manajer toko, yang nantinya akan merekrut pula staf lain yang diperlukan seperti admin, akuntan, staf kasir, sampai staf di bagian pelayanan pembeli.

10. Jual Produk Kamu

Perencanaan tidak akan berjalan tanpa eksekusi. Pada tahap ini, agar bisnis pakaian kamu berjalan baik, maka kamu harus mulai menjual produk kamu.
Lakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Tetapkan harga produk pakaian kamu
  2. Iklankan bisnis kamu
  3. Jual di toko yang kamu miliki, baik offline atau online
  4. Luncurkan program-program promosi
  5. Kemas produk dengan baik
  6. Kirimkan produk dengan aman, sampai ke tangan pelanggan
  7. Tangani setiap keluhan yang ada
  8. Lakukan evaluasi rutin bulanan atau tahunan bisnis kamu

. . .

Itulah beberapa persiapan dan langkah-langkah yang perlu kamu lakukan saat memulai bisnis pakaian.

Selamat mencoba ya!


Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

Akbar Rachman

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​