Home » Strategi Bisnis » Begini Cara Mengatur Stok Bahan Baku di Bisnis Rendang

Begini Cara Mengatur Stok Bahan Baku di Bisnis Rendang

Dalam setiap bisnis kuliner seperti bisnis masakan rendang, tentunya kamu harus paham bagaimana mengatur stok bahan baku yang disimpan.

Bisnis ini mirip dengan bisnis kuliner pada umumnya, di mana pengelolaan stok bahan baku dan barang pendukung merupakan salah satu komponen utama dari aktivitas operasional bisnis kamu.

Kamu harus memonitor pergerakan bahan-bahan makanan, dan juga mengawasi penggunaan barang-barang pendukung.

Lalu, bagaimana cara mengelolanya yang tepat?

Cara Mengatur Stok Bahan Baku di Bisnis Rendang

Ada dua jenis bahan baku dalam bisnis kuliner; bahan makanan & barang pendukung.

Bahan makanan meliputi semua bahan yang digunakan untuk memasak dan untuk dikonsumsi.

Sementara barang pendukung meliputi perlengkapan memasak & peralatan makan (jika bisnismu menyediakan layanan dine-in).

Nah, bagaimana kamu sebaiknya mengelola barang-barang tersebut? Silakan disimak ulasan singkatnya, di bawah ini:


1. Mengelompokkan stok bahan baku sesuai jenisnya

Mengatur stok bahan baku di bisnis rendang akan lebih mudah jika dikelompokkan sesuai dengan jenisnya lebih dahulu.

Dari yang paling awet disimpan, hingga ke yang paling cepat rusak.

Berikut ini jenis bahan baku sesuai kelompoknya:

Bahan baku utama (daging)

Baik daging sapi, domba, maupun ayam, semuanya memiliki tingkat keawetan yang cukup rendah, sehingga, tidak bisa disimpan sebagai stok terlalu lama

Bahkan jika disimpan di dalam freezer.

Jadi, ketika sudah dibeli bahan-bahan ini sebaiknya segera diproses agar kualitas serta rasanya tetap terjaga.

Bahan baku pelengkap

Bahan-bahan pelengkap biasanya terdiri dari bumbu basah & rempah-rempah.

Ada beberapa jenis bahan pelengkap yang bisa disimpan sebagai stok karena cukup awet.

Misalnya, seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, kunyit, daun salam, lengkuas, garam, penyedap rasa, gula merah, dan sebagainya.


2. Memisahkan stok bahan sesuai jenis pergerakannya

Menurut perputaran siklus produksi, stok bahan baku terbagi menjadi dua bagian, yaitu; fast moving dan slow moving.

Stok bahan baku fast moving mencakup semua jenis bahan yang masa simpannya termasuk singkat.

Misalnya, seperti daging, kelapa, dan cabe yang hampir selalu dibeli & dimasak pada hari itu juga.

Sementara stok bahan slow moving mencakup semua jenis bahan dengan masa simpan yang agak panjang, dan tidak memengaruhi kualitas & rasanya.

Contohnya seperti bawang merah, bawah putih, kemiri, dan rempah-rempah lainnya.

Bagilah kedua kategori tersebut ke dalam bagian-bagian berikut ini:

  • Stok bahan kategori-A, yaitu bahan fast moving bernilai tinggi, masa simpan yang singkat.
  • Stok bahan kategori-B, bahan fast moving normal, dengan masa simpan yang normal juga.
  • Stok bahan kategori-C, bahan slow moving, dengan masa simpan yang cukup lama.

Dari kategori-kategori di atas, bahan baku dengan kategori-A harus selalu diawasi dan penting untuk selalu berada dalam keadaan segar.

Ketersediannya pun juga harus selalu terjaga.

Sedangkan bahan-bahan dengan kategori-B dan C, bisa dibeli dan diproses sesuai kebutuhan masing-masing.


3. Mencatat jumlah dan kondisi stok bahan baku

Setelah semua bahan selesai dikategorikan dan dipisah sesuai jenisnya, langkah berikutnya adalah mendata semua informasi tentang stok bahan baku.

Kamu bisa membuat tabel stok bahan baku berisi nama, jumlah bahan, dan tanggal pergerakan (tanggal keluar dan tanggal masuk) dari bahan-bahan tersebut.

Dalam melakukan pencatatan, kamu bisa melakukannya secara manual di buku catatan, atau menggunakan aplikasi komputer seperti Excel atau Google Sheet.

Pencatatan ini akan memudahkan kamu dalam mengetahui stok bahan baku apa yang perlu segera ditambah, dan mana yang harus segera masuk tahap produksi.

Dengan begitu, bisnis rendang milikmu akan terhindari kerugian karena salah beli, atau penumpukan stok bahan baku yang berlebihan di dalam gudang.


4. Melakukan forecasting

Untuk menjaga kelangsungan kegiatan operasional bisnis rendang milikmu, kamu perlu melakukan forecasting terhadap stok bahan baku di tempat penyimpanan.

Forecasting dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap riwayat penjualan dan catatan pemakaian bahan baku, serta peralatan pendukung.

Berapa jumlah bahan baku yang terpakai?

Apa pernah terjadi kekurangan, atau bahkan kerusakan bahan karena terlalu lama disimpan?

Apakah ada momen-momen di mana konsumen banyak memesan di bisnismu?

Berapa harga kebutuhan bahan pokok, dan apakah ada kenaikan harga?

Semua pertanyaan di atas dapat terjawab dari evaluasi data tersebut, dan dari sana kamu dapat menentukan berapa jumlah bahan baku & barang pendukung yang perlu kamu siapkan untuk periode berikutnya.


5. Melakukan stock opname

Kegiatan stock opname atau stock recording merupakan tahapan perbandingan data stok fisik dengan hasil penjualan.

Cara ini lazim dan cukup ampuh untuk mengetahui apakah ada ketimpangan dalam pengelolaan stok bahan baku.

Misalnya, di dalam sistem kamu tercatat stok bawang merah sebanyak 2 kg. Setelah kamu lakukan pemeriksaan fisik, ternyata stok bawang merah hanya tersedia 1 kg.

Dengan melakukan stock opname secara berkala, kamu dapat menghindari hal-hal seperti ini.

Bayangkan saja jika kamu memutuskan untuk tidak menambah stok bawang merah karena hanya mengandalkan angka di sistem, sementara stok aslinya hanya tinggal sedikit.

Tentu kamu tidak mau hal seperti itu terjadi berulang kali, bukan?

Stock opname penting untuk dilakukan secara berkala, untuk mengetahui di bagian pada proses bisnismu yang perlu diperbaiki.


Pentingnya Mengatur Stok Bahan Baku pada Bisnis Rendang Milikmu

Itulah ulasan singkat mengenai beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatur stok bahan baku pada bisnis rendang yang kamu miliki.

Mulai dari pengelompokkan dan penyusunan bahan baku di gudang, melakukan pemeriksaan pada kondisi fisik bahan, melakukan forecasting, hingga rutin melaksanakan stock opname.

Usahakan untuk terus memonitor aktivitas bahan baku secara berkala di bisnismu, ya.

Semoga ulasan ini bermanfaat!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​