Home » Strategi-bisnis » Jalin Kolaborasi di Bisnis Sepatu Anak, Begini Caranya

Jalin Kolaborasi di Bisnis Sepatu Anak, Begini Caranya

Jalin Kolaborasi di Bisnis Sepatu Anak, Begini Caranya

Bagaimana cara yang tepat untuk menjalin kolaborasi dengan pihak eksternal pada sebuah bisnis sepatu anak?

Dalam menjalankan dan mengembangkan sebuah bisnis, kamu juga bisa memanfaatkan peran pihak eksternal.

Contohnya adalah menjalin kerja sama, atau berkolaborasi, dengan bisnis atau pihak lain untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu meningkatkan exposure sekaligus penjualan.

Hal tersebut lazim dilakukan pada setiap bisnis, termasuk bisnis sepatu anak yang mungkin sedang kamu rintis.

Lalu, bagaimana cara melakukannya?


4 Cara Jalin Kolaborasi untuk Bisnis Sepatu Anak

Salah satu cara untuk meningkatkan efektivitas kegiatan promosi & pemasaran dalam bisnis sepatu anak adalah dengan melakukan kolaborasi atau partnership.

Kamu bisa menjangkau target pasar sepatu anak yang lebih luas melalui strategi ini.

Kolaborasi ini juga bisa kamu lakukan dengan berbagai pihak, seperti influencer, grup musik, brand bisnis lain, bahkan film.

Nah, berikut adalah beberapa cara mudah yang bisa kamu lakukan untuk menjalin kolaborasi dengan pihak eksternal untuk bisnis sepatu anak.

Silakan disimak!


1. Menjalin kolaborasi dengan influencer

Influencer secara sederhana dapat dimaknai sebagai seseorang yang dapat memberikan pengaruh bagi masyarakat.

Contoh influencer yang belakangan ini banyak beredar biasanya berasal dari kalangan selebriti, vlogger, blogger, maupun figur publik lain yang memang mudah dikenali oleh sebagian besar masyarakat.

Karena perannya yang penting & persuasif tersebut, kolaborasi dengan influencer untuk meningkatkan efisiensi promosi dapat menjadi pilihan yang tepat.

Jika kamu ingin meningkatkan efisiensi promosi dari bisnis sepatu anak, kamu bisa mencoba untuk berkolaborasi dengan berbagai influencer.

Beberapa influencer anak yang cukup terkenal di Indonesia adalah Ryshaka, Xabiru, Rafathar, Gempita, dan Bjorka.

Contohnya, salah satu brand bisnis fashion terkenal di Indonesia, yaitu Uniqlo, kini tengah menjalin kerja sama dengansalah satu influencer tersebut, yaitu Bjorka.

Kerja sama tersebut dilakukan dalam rangka perilisan produk Playdate Series Uniqlo yang bertajuk #UNIQLOKidsPlaydate.


2. Memilih influencer sesuai target konsumen

Dalam menjalin kolaborasi untuk bisnis sepatu anak, tentunya kamu harus memilih influencer yang sesuai dengan target konsumen bisnismu.

Jika produk sepatu anak yang kamu jual memiliki target konsumen kelompok orang tua & kelompok anak-anak usia 6 – 12 tahun, maka kamu sebaiknya memilih influencer yang memiliki usia yang sama dengan dua kelompok konsumen tersebut.

Sebagai contoh, Bjorka merupakan salah satu contoh influencer anak yang memiliki usia antara 6 – 12 tahun.

Pemilihan influencer yang tepat & relevan dengan produk serta target konsumen akan membantu kamu dalam menjembatani antara kebutuhan konsumen dengan produk yang kamu jual.

Selain itu, para konsumen juga akan lebih percaya pada produkmu, karena influencer yang kamu gunakan dapat memberikan gambaran pemakaian produk yang nyata kepada mereka.


3. Membuat storytelling yang menarik

Pemilihan influencer yang tepat juga harus disertai dengan storytelling kampanye pemasaran yang menarik.

Jika storytelling bisnismu kurang menarik, maka para konsumen juga akan sulit untuk memberikan perhatian kepada produkmu.

Salah satu cara untuk membuat storytelling yang menarik adalah melalui strategi copywriting.

Copywriting adalah salah satu teknik penulisan yang memiliki tujuan utama untuk mendapatkan respon & membujuk para pembaca.

Teknik copywriting dapat kamu jadikan sebagai dasar dalam penulisan storytelling kampanye pemasaran produk sepatu anak yang menarik.

Kamu bisa menggunakan kata-kata penekanan dalam copywriting untuk menarik perhatian konsumenmu.

Kamu bisa menggunakan kata-kata seperti “Beli sekarang juga!”, “Beli 1 dan dapatkan cashback hingga 90%”, “Jadilah pembeli pertama!”, “Promo hanya berlangsung selama 3 hari!”, dan lain sebagainya.

Selain menggunakan kata-kata yang persuasif, kamu juga harus memperhatikan konsep dari storytelling milikmu.

Jika kamu berfokus pada hard selling, kamu bisa menggunakan contoh kata-kata persuasif sebelumnya.

Namun, jika konsep kolaborasi kamu adalah soft selling, maka kamu bisa menggunakan strategi storytelling seperti pada konsep Playdate Series UNIQLO.

Dalam kampanye pemasaran produk Playdate Series, UNIQLO tidak menekankan kata-kata khusus untuk mempersuasi pengguna.

UNIQLO lebih menggunakan konsep storytelling yang fun untuk anak-anak, yaitu mengajak mereka menikmati waktu bermain dengan nyaman.

Konsep bermain dengan nyaman inilah yang kemudian ditangkap oleh konsumen nantinya.


4. Menjadikan influencer sebagai brand ambassador

Setelah kamu memilih influencer, dan menentukan konsep storytelling yang akan kamu jalankan, kamu juga bisa menjadikan influencer tersebut sebagai brand ambassador dari produk sepatu anak milikmu.

Seperti contoh influencer Ryshaka yang menjadi brand ambassador dari produk fashion anak-anak untuk brand Baby Gott Style.

Menjadikan influencer sebagai duta produk, atau brand ambassador, akan meningkatkan awareness dari produkmu.

Karena, jika target konsumen melihat influencer yang kamu ajak kolaborasi, maka secara tidak langsung mereka akan teringat akan produk sepatu anak yang dipromosikan oleh influencer tersebut.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk memilih influencer yang mampu merepresentasikan produk sepatu anak kamu dengan baik.

Selain itu, pilihlah influencer yang memiliki banyak pengikut di berbagai media sosial, seperti Instagram, YouTube, dan TikTok.

Mengapa? Karena influencer yang memiliki jumlah pengikut yang banyak, juga akan meningkatkan jangkauan pemasaran dari produk sepatu anak yang kamu jual di bisnismu.


Sudah Siap Melakukan Kolaborasi pada Bisnis Sepatu Anak?

Itulah beberapa cara mudah yang bisa kamu terapkan dalam melakukan kolaborasi dengan pihak eksternal, pada bisnis sepatu anak.

Mulai dari menentukan influencer, membuat storytelling yang compelling dan meyakinkan, serta menjadikan influencer tersebut sebagai “perwakilan” dari produk sepatu anak yang kamu jual.

Sebaiknya, kamu juga tidak lupa untuk selalu melakukan evaluasi terhadap setiap influencer tersebut, ya.

Hindari menjalin kerja sama dengan influencer yang konten-kontennya tidak relevan dengan bisnismu.

Semoga bermanfaat!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
Jalin Kolaborasi di Bisnis Sepatu Anak, Begini Caranya

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​