Home Daily Apa Itu Generasi Sandwich?

Apa Itu Generasi Sandwich?

Apa Itu Generasi Sandwich? – Kamu pernah mendengar istilah sandwich generation atau generasi sandwich? Mungkin jenis generasi yang satu ini terasa tidak familiar di telinga kamu.

Sekarang saatnya kamu memahami istilah ini. Setelah mengerti maksudnya, pasti kamu langsung menyadari apakah kamu tengah berada di posisi ‘sandwich‘ atau tidak.

Kalau begitu, simak penjelasannya di bawah ini yuk! Lihat bagaimana prioritas yang dijalankan oleh generasi sandwich berbeda dengan generasi lain pada umumnya.


Apa Itu Generasi Sandwich?

1
Tentang Generasi Sandwich

Apa Itu Generasi Sandwich?

Di balik sebutannya yang unik dan lucu, ternyata istilah generasi sandwich ini memiliki makna khusus yang perlu kamu ketahui lebih dalam.

Istilah ini tidak jauh maknanya dari roti sandwich yang biasanya berisi irisan daging, sayuran, keju, dan berbagai macam saus yummy lalu diapit dengan roti di kedua sisinya.

Lengkapnya, generasi sandwich adalah suatu istilah yang menggambarkan posisi finansial seseorang yang terhimpit di antara generasi atas dan generasi bawah. Generasi atas yaitu orangtua atau mertua kamu, sedangkan generasi bawah berarti anak/keturunan kamu bahkan cucu (jika ada).

Secara kasarnya, kamu yang berada di posisi ini, mau tidak mau harus menghidupi dua generasi dari sisi finansial. Terlepas dari kondisi kamu sendiri, kamu juga harus memikirkan solusi keuangan untuk dua generasi lainnya.

Wah, agak rumit ya.

Bagi kamu yang belum tahu, istilah ini muncul sejak 1981 oleh seorang pekerja sosial bernama Dorothy A. Miller. Studi demografis menyatakan bahwa ada sekitar 47% orang dewasa berusia 40-50 tahun yang terjebak generasi sandwich.

Mereka yang ada di middle age merasa terhimpit (sandwiched) seperti roti lapis dalam memenuhi kebutuhan orangtua dan juga anak-anak mereka, mulai dari kebutuhan harian hingga tanggung jawab kesehatan secara bersamaan.

Sebenarnya, ada cukup banyak dampak yang ditimbulkan dari seseorang yang terjebak di dalam generasi ini. Salah satunya yaitu stress finansial, seperti kelelahan, depresi, dan penyakit psikologis lainnya.

Psikolog Amerika menyatakan dalam penelitiannya, bahwa 2 dari 5 pria, serta 40% wanita yang berada dalam generasi sandwich merasakan stres berat.

Beban finansial tersebut cenderung berdampak negatif pada sisi emosional, bahkan data statistik menunjukkan beban finansial terkait tanggung jawab yang diemban para generasi sandwich terus menerus meningkat.


2
Ciri-Ciri Generasi Sandwich

Tips Memutus Rantai

Setelah memahami definisinya, kamu perlu mengetahui ciri-ciri seseorang yang dianggap menjalani sandwich generation.

Menurut Carol Abaya, seorang Aging and Elder Care Expert (seniorliving.org) mengategorikan tiga ciri generasi sandwich dilihat dari perannya, yaitu:

  • The Traditional Sandwich Generation; yaitu orang dewasa yang berusia 40-50 tahun, diapit antara orang berusia lanjut dan anak-anak yang masih membutuhkan bantuan finansial.
  • The Club Sandwich Generation; yaitu orang dewasa yang berusia 30-60 tahun, diapit antara orangtua dan anak, serta cucu (jika sudah punya) atau nenek/kakek (jika masih hidup).
  • The Open Faced Sandwich Generation; yaitu siapa pun (yang tidak profesional) yang terlibat dalam perawatan lansia.

Pada intinya, bagi kamu yang tengah terlibat mengurus finansial dua generasi (atas dan bawah), itu berarti kamu sudah terjebak dalam generasi sandwich.

Tapi, jangan khawatir, jika kamu berusaha keras, kamu bisa kok memutus rantai generasi ini dan kembali ke generasi kamu yang sebenarnya.

Baca di sini untuk mengetahui bagaimana caranya memutus generasi sandwich.


3
Prioritas Finansial Terganggu?

Prioritas Finansial Terganggu?

Banyak alasan yang menjadikan kamu terjebak di generasi ini. Mulai dari orangtua yang berumur panjang, hingga keterlambatan anak bersikap mandiri dan independen dari segi finansial.

Karena hal itu, sudah sepatutnya kamu menjadi jalan tengah bagi mereka yang masih membutuhkan uluran tangan dari orang-orang terdekat; kamu sebagai orangtua dan juga sebagai anak.

Lalu, apakah situasi dalam generasi sandwich ikut mempengaruhi prioritas keuangan personal?

Mari kita lihat.

Secara sadar maupun tidak, kewajiban finansial kamu turut bertambah. Permasalahannya, seringkali para generasi sandwich tidak memahami situasi yang tengah dihadapi.

Seperti kata Bart Mindszenthy, seorang Elder Care Expert yang berasal dari Toronto, “Some of them don’t realize the gravity of what they’re getting into. There’s this reluctance to look deeper into their own personal lives“.

Ia mengatakan bahwa mayoritas generasi sandwich menghabiskan uang pribadi mereka untuk memenuhi kebutuhan dan membeli fasilitas yang cukup untuk orangtua mereka.

Itulah mengapa betapa pentingnya mengurus dana pensiun saat kamu masih berusia muda, sehingga kamu tidak perlu lagi membuat anak kamu repot membiayai kehidupan sehari-hari kamu di masa tua.

Penelitian lain dari Kanada (Statistics Canada) menujukkan bahwa 51% orang dewasa yang berusia 20-29 tahun masih tinggal bersama orangtua mereka.

Ini membuktikan kalau kamu yang terjebak di generasi sandwich harus menjalani beban finansial anak kamu sampai anak kamu mandiri dan mampu mengurus dirinya sendiri.

Secara tidak langsung, kamu merasa wajib menurunkan standar kehidupan sekaligus biaya pengeluaran pribadi kamu agar bisa memenuhi kebutuhan generasi atas dan bawah kamu.

Sampai-sampai mau tidak mau kamu harus mengurangi beberapa prioritas personal.

Statistiknya ada sekitar 30% orang harus mengambil lebih sedikit jatah liburan mereka, 43% orang harus meminimalisir budget makan di luar rumah, 36% orang harus mengambil sebagian uang dari tabungan, serta 37% orang harus memperpanjang waktu mereka untuk bekerja.

Satu lagi.

Ketika membicarakan tentang masa pensiun, kamu yang terjebak di generasi sandwich akan merasa kesulitan menabung untuk kebutuhan kamu di masa tua.

Mengapa? Sebab, investasi yang kamu keluarkan akan cenderung lebih sedikit karena keterbatasan situasi kamu saat ini.

Nah, jika memang kamu merasa kesulitan untuk memutus rantai generasi sandwich, kamu bisa kok menyiasatinya agar kamu tetap mampu berinvestasi walaupun dalam jumlah yang tidak banyak.

Caranya adalah dengan mendanai di KoinWorks, salah satu Super Financial App berbasis Peer-to-Peer Lending pertama di Indonesia yang dapat menjadi solusi menguntungkan bagi kamu.

Hanya dengan Rp100.000, kamu bisa menghasilkan untung beberapa kali lipat hingga 21,32% per tahunnya.

Untuk keamanannya kamu tidak perlu khawatir, KoinWorks sudah berizin secara resmi dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Lebih mudah, kamu bisa mendaftarkan diri sebagai pendana melalui aplikasi KoinWorks hanya dengan beberapa langkah cepat dan sederhana.

Tidak hanya itu, kekhawatiran kamu perihal berinvestasi dengan dana yang sedikit akan teratasi dengan baik, karena #SiapapunBisa merasakan kebahagiaan di tengah beban finansial yang dijalankan.

Semoga bermanfaat!



Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survei singkat berikut:

Isi Survei
.

Tersedia di:  

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.

Avatar
Nimas Des Aristanti
Take a chance and never stop swimming. I'm here with my goals.

Simulasi Investasi

Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:

Artikel LainnyaMENARIK
Rekomendasi Bacaan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tersedia di:  

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.