Home » Blog » Bisnis & UKM » Aspek Etika Bisnis di Indonesia Sebagai Bentuk Dasar dalam Berbisnis

Aspek Etika Bisnis di Indonesia Sebagai Bentuk Dasar dalam Berbisnis

·
4 menit
Aspek Etika Bisnis di Indonesia

Menjalankan sebuah bisnis baik untuk pemula maupun yang telah berpengalaman harus memiliki sikap atau etika agar berjalan dengan semestinya dan tidak melanggar aturan.

Pada kesempatan ini, Kamu akan diajak untuk mengetahui tentang definisi dan kelengkapan aspek etika bisnis.

Definisi Etika Bisnis

Etika bisnis yaitu sebuah aturan yang tidak tertulis namun dapat dilakukan secara maksimal terhadap orang-orang yang berkecimpung di dalamnya.

Sikap atau etika bisnis dilandasi oleh norma, tindakan yang mengacu pada aturan negara. Dengan adanya kewajiban mematuhi etika bisnis, Kamu akan digolongkan sebagai orang, pengusaha atau pebisnis yang profesional.

Etika bisnis berlaku untuk semua jenis dan bentuk lembaga usaha mulai skala kecil hingga besar.

Jika etika bisnis hanya diterapkan dalam satu kelompok bisnis besar saja maka akan terjadi ketidakseimbangan aturan. Hal itu akan membuat pelaku bisnis tidak bersikap baik dan profesional.

Pendekatan dalam Etika Bisnis

  1. Utilitarian Approach merupakan sikap yang wajib melandasi pada sebuah resiko yang akan terjadi.
    Sebagai gambaran umum, setiap pelaku bisnis harus memikirkan apa saja manfaat ketika memulai sebuah tindakan usaha.
    Tindakan yang dilakukan setidaknya memberikan manfaat atau efek positif bagi khalayak umum.
    Jika efek yang ditimbulkan kurang baik bisa jadi Kamu akan mengalami sebuah penolakan.
  2. Individual Rights Approach merupakan sikap mendasar yang wajib dihormati oleh orang lain karena dia sedang berusaha menjalani sebuah usaha.
    Akan tetapi, hak dasar tersebut sejatinya tidak boleh dibiarkan apabila menjadikan pihak ketiga menuai konflik.
    Sebagai gambaran, jika Kamu melakukan sebuah bisnis di daerah A tetapi mengalami konflik, sebaiknya Kamu berusaha untuk diam atau mengalah selama di posisi benar.
  3. Justice Approach merupakan pendekatan dengan seseorang yang membuat keputusan memiliki strata atau kedudukan setara, dan berlaku adil atau sama ketika melayani.
    Layanan tersebut tidak dibedakan antara kecil, besar, satu atau banyak. Bisnis berkembang dari hal kecil menjadi besar, jangan abaikan layanan kecil ketika Kamu telah sukses dalam jumlah besar.

Prinsip dalam Etika Bisnis

  • Otonomi

Prinsip otonomi mendasari sebuah sikap seorang pengusaha, yaitu bertanggung jawab, mandiri dan bisa mengambil keputusan sesuai dengan sikap bijaksana.

Prinsip demikian menjadi sebuah pertimbangan ketika Kamu akan bekerja sama dengan pihak lainnya. Apabila Kamu tidak memiliki dasar otonomi yang baik dipastikan bahwa semua bentuk usaha akan gagal.

  • Jujur

Artinya melakukan, mengucapkan sebuah pernyataan tanpa berubah karena kondisi tertentu, apa adanya dan tidak ada unsur tertentu yang berusaha merugikan bahkan menjatuhkan lawan bisnis.

Sikap jujur dalam memulai bisnis bisa Kamu aplikasikan dengan mengutarakan apa saja yang diajukan dengan tujuan baik dan bermanfaat.

  • Adil

Artinya seorang tidak melakukan sikap pilih kasih dengan pihak ketiga (klien) karena dasar tertentu baik ekonomis, budaya atau kedudukan.

Sikap adil harus diterapkan dengan baik sesuai dengan antrian dan aturan yang berlaku. Aturan yang dibuat nampaknya tidak boleh berseberangan dengan aturan pemerintah.

  • Menguntungkan

Artinya mendapatkan keuntungan atau laba, dalam hal ini yang dimaksud menguntungkan adalah hasil plus kedua belah pihak.

Jika bisnis dimulai dengan kecurangan bisa dipastikan tidak akan bertahan lama karena pihak ketiga akan enggan bekerja sama.

Hasil saling menguntungkan tidak sebatas dalam bentuk finansial saja kendati pada umumnya seorang pebisnis tetap mencari celah keuntungan finansial.

  • Integritas moral

Ialah sikap menghargai hak dan martabat setiap orang serta tidak berusaha merugikan pihak ketiga tersebut.

Keputusan yang diambil sebaiknya didiskusikan secara mufakat dan terbuka sehingga semua pihak mendengar dan tahu tentang kebijakan baru.

Dalam hal ini, pengambilan keputusan juga wajib mempertimbangkan kepentingan lawan bisnis apakah bertolak atau menerima.

Kegunaan Etika Bisnis

  1. Mampu membuat sebuah penghargaan yang unggul dan bersaing untuk banyak klien
  2. Bisa membuat nilai kebahagiaan untuk pelaku keluarga bisnis seperti karyawan, klien.
  3. Untuk membuat daya tarik khusus para penanam saham atau investor
  4. Kredibilitas Perusahaan akan naik seiring dengan potensi yang dihasilkan berguna untuk umum
  5. Potensi persaingan antar Perusahaan semakin ketat dan tinggi, hal itu menjadikan pemilik usaha untuk lebih bisa berinovasi ke arah yang lebih kreatif.
  6. Menjalin kepercayaan dengan penanam saham agar selalu disiplin menjalani bisnis
  7. Membuat sebuah tampilan atau citra tempat usaha dengan nilai positif.
  8. Bisa menyelaraskan sebuah tujuan bisnis tanpa meninggalkan adab dan peran moralitas
  9. Etika bisnis mengedukasi kepada khalayak umum bahwa tidak hanya terbatas khusus etika lingkungan saja tetapi juga berlaku untuk semua aspek seperti bisnis, ekonomi.
  10. Menjadikan ciri khas hingga kebiasaan baik yang bertujuan mensejahterakan
  11. Mampu menaikkan keuntungan serta meminimalisir sebuah kerugian.

Aspek Etika Bisnis

  1. Perspektif Ekonomi adalah bentuk pandangan sebuah hubungan antara pemilik/ pelaku/ produsen usaha dengan karyawan, sesama produsen kedua, konsumen akhir yang tercakup dalam sebuah kelompok tertentu.
    Aktivitas bisnis sama-sama memiliki tujuan untuk mendapatkan laba dan atau keuntungan sisi lainnya.
  2. Perspektif Etika, yakni sudut pandang yang mengutamakan laba atau keuntungan tanpa berusaha untuk merugikan klien.
    Dalam hal ini, segala hal yang Kamu lakukan untuk bisnis tetap menjaga hak dan keutuhan privasi dari klien, berusaha menghargai.
  3. Perspektif Hukum, yakni sikap yang wajib ditaati selama melakukan perjalanan bisnis dalam sebuah negara, umumnya tercantum dalam Undang-Undang Hukum Dagang Bisnis.
    Aspek hukum bersikap tegas dan disiplin, resiko yang akan terjadi sangat kuat dan dengan imbalan lainnya.

Bagaimana Contoh Sebuah Etika Bisnis?

  • Menyapa dan sebut nama

Ketika Kamu bertemu dengan calon klien, usahakan untuk menyapa dan bersalaman sembari memperkenalkan diri.

Dengan sikap semacam itu, Kamu termasuk orang yang sopan dan menghargai lawan bicara. Jaga pandangan Kamu dengan tidak melihat area bawah, utamakan wajah.

  • Duduk atau berdiri

Posisi berdiri akan menandakan sebuah ketegasan kehadiran Kamu, akan lebih sopan juga dengan Kamu berdiri ketika memperkenalkan. Namun, jika Kamu sedang tidak dalam kondisi berdiri bisa duduk.

  • Selalu ucapkan terima kasih

Dalam setiap pertemuan bisnis, ucapkan terima kasih usai selesai, tetapi jangan terlalu banyak mengucapkan terima kasih berlebihan karena akan dianggap rendah bagi lawan bisnis.

  • Mengundang artinya memberikan tanggung jawab

Mengundang pertemuan bisnis dengan jamuan di hotel atau restoran sebaiknya pengundang yang membayar bill atau besarnya harga jamuan.

Tidak sopan jika tamu undangan yang membayar biaya jamuan dan pastinya jika hal itu terjadi Kamu akan dianggap sebagai orang yang tidak ingin berkorban untuk sebuah jalinan kerjasama.

Dalam melakukan kegiatan bisnis, setiap pelaku harus mematuhi etika bisnis baik tertulis atau tidak.

Sedikit pelanggaran yang Kamu lakukan akan meninggalkan sebuah kesan hitam di kelompok pebisnis lainnya.

Miko
Dengan tulisan, Miko bisa membagikan banyak hal positif. Berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan para pembaca membuatku bahagia.

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​