Dompet Masa Depan di Tangan Fintech? – Perkembangan pengguna handphone pintar berbasis internet di Indonesia yang sangat signifikan, perlahan namun pasti akan merubah lifestyle dan life habit masyarakat Indonesia.

Indikasi tersebut dapat kita lihat dengan sangat nyata pada orang-orang yang ada disekitar kita; berbelanja kebutuhan hidup secara online, memesan makanan secara online, memesan kendaraan umum secara online, dan bahkan memesan tukang untuk memperbaiki atap bocor pun saat ini lebih nyaman dilakukan secara online, semua memberikan layanan yang lebih pasti, yaitu pasti waktunya, pasti harganya, dan pasti kualitasnya.

Keberadaan teknologi internet saat ini sudah tidak bisa dibendung, karena internet benar- benar menjadi kanal yang dapat meminimalisir fungsi mekanik manusia dalam bertransaksi., Kita dapat mengefisienkan waktu, tenaga, dan biaya dengan bertransaksi melalui internet.

Perusahaan yang menyediakan platform untuk bertransakasi secara online biasanya disebut startup company. Sebagian besar keberadaan startup company hadir untuk memecahkan berbagai masalah yang rumit dalam kehidupan nyata.

Di dunia keuangan atau finasial saat ini, keberadaan startup juga menjadi trend. Startup yang bergerak dibidang keuangan ini biasa nya dikenal dengan istilah fintech. Fintech menggambarkan sebuah industri bagi perusahaan-perusahaan yang menggunakan teknologi untuk membuat sistem keuangan menjadi lebih efisien.

Di negara dengan teknologi maju seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Singapura, fintech sudah sangat dikenal oleh masyarakatnya dengan portofolio yang semakin besar, mengejar institusi finasial tradisional yang keberadaan nya sudah ada sejak lebih dari seratus tahun lalu.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dikeluarkan oleh Accenture, investasi global dalam bisnis teknologi finansial naik tiga kali lipat menjadi USD 2,97 miliar pada tahun 2013. Angka ini diperkirakan akan terus naik hingga USD 6 hingga USD 8 miliar pada tahun 2018.

Hari ini kita akan melihat semakin banyak investor yang memiliki portofolio fintech, mereka tidak mau ketinggalan untuk dapat menikmati bagian ranah terbaru ini. Nampaknya, tidak ada yang ingin melewatkan hal yang akan menjadi besar di masa mendatang ini.

Ada beberapa model bisnis yang dijalankan oleh fintech, antara lain: proses pembayaran dan transfer uang, platform jual beli saham, peminjaman uang peer-to-peer, dan lainnya. Fintech sangat berpotensi mengenyahkan kebutuhan terhadap pihak ketiga – baik itu Bank ataupun instansi keuangan lainnya. Ide dasar dari keberadaa fintech adalah memotong biaya pihak penengah (intermediary) dan meningkatkan otonomi finansial perseorangan secara signifikan.

Yang lebih menarik lagi dari keberadaa fintech adalah besarnya potensi untuk mengubah kedudukan sosial bagi mereka yang tidak berkecukupan secara ekonomi. Tentunya hal ini membuat semua pihak gembira terutama para stakeholder di negara ini yang sangat berkepentingan untuk meningkatkan taraf hidup warga negaranya.

Fintech mampu memecahkan masalah distribusi uang agar tidak berpusar pada kalangan tertentu, cakupan nya akan lebih luas menjangkau masyarakat banyak. Hal inilah yang harus ditekankan oleh para pemain industri fintech dalam gambaran umum bisnis yang mereka jalankan.

Dalam konteks ke-Indonesiaan, besarnya populasi warga negaranya dengan lokasi yang tersebar cukup jauh, tentunya keberadaan fintech akan memiliki nilai yang sangat strategis.

Para investor dalam negeri dan pemerintah selayaknya segera secara bersama-sama untuk menyiapkan segala sesuatu untuk mendukung perkembangan Fintech Lending Indonesia, agar bangsa kita tidak ketinggalan atau malah dikuasai oleh investor asing. Semoga tulisan ini bisa memberikan sedikit pencerahan kepada kita semua, bahwa fintech akan menciptakan Indonesia yang lebih baik di masa depan.




There are currently no comments.

Apa Komentar Anda?