Panduan Lengkap Investasi Reksa Dana untuk Pemula

·
19 menit

Panduan Lengkap Investasi Reksa Dana untuk Pemula – Sekarang ini sudah banyak orang yang melek akan pentingnya investasi, termasuk juga kamu yang sedang membaca artikel ini, bukan?

Ini hal baik untuk kamu, karena semakin dini kamu melakukan investasi, semakin baik pula nantinya manfaat yang akan kamu dapatkan.

Investasi Reksa Dana adalah salah satu instrumen yang populer, apalagi di kalangan pemula. Selain karena modal yang dikeluarkan rendah yaitu mulai dari Rp100,000, kamu juga bisa menyesuaikan jenis reksa dana sesuai dengan profil resiko dan kebutuhan kamu.

Jadi, tanpa perlu berlama-lama lagi. Mari kita kupas tuntas tentang investasi reksa dana di bawah ini.

Daftar Isi

Panduan Lengkap Investasi Reksa Dana untuk Pemula

#1 Apa itu Reksa Dana? 

panduan lengkap investasi reksa dana - 1

Reksa Dana adalah salah satu instrumen investasi, yang biasanya dijadikan alternatif khususnya untuk pemula.

Tujuan dari adanya reksa dana adalah untuk membantu masyarakat yang memiliki modal dan keinginan untuk berinvestasi, tetapi memiliki waktu serta pengetahuan terbatas.

Banyak orang menjadi takut melakuan investasi, karena kurangnya pengetahuan yang ia miliki. Nah, reksa dana ini adalah solusinya.

Adapun menurut Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995, Investasi Reksa Dana adalah wadah yang digunakan masyarakat untuk menghimpun dana.

Nantinya, dana tersebut akan dikelola oleh manajer investasi ke dalam portofolio efek.

Jika kamu belum tahu, portofolio efek adalah kumpulan surat berharga seperti saham, obligasi, deposito dan lainnya di mana reksa dana dapat menempatkan investasi.

Saat kamu memulai berinvestasi di reksa dana, kamu akan “berkenalan” dengan Manajer Investasi.

Manajer investasi, adalah pihak yang akan mengelola portofolio efek kamu berdasarkan kebijakan yang sudah disepakati.

Nantinya, sang manajer investasi yang akan memutuskan untuk membeli, menjual atau mempertahankan instrumen investasi yang dipilih.

Dalam artian, dengan melakukan investasi reksa dana kamu tidak perlu melakukan hal seperti analisa pasar saham serta lainya, dan biarkan manajer investasi mengatur semuanya.

Cara Kerja Reksa Dana

Sebagai seorang investor yang membeli reksa dana, kamu awalnya akan menerima informasi unit investasi yang hitungannya berdasarkan kepada jumlah yang kamu beli, dan juga NAB (Nilai Aktiva Bersih) per unit terkini.

NAB sendiri adalah jumlah dana yang dikelola dalam suatu reksa dana, dan merupakan indikasi yang digunakan untuk melihat performa portofolio reksa dana.

Caranya? dengan mengamati adanya perubahan dalam persentase NAB, yang hitungannya berdasarkan harga penutupan di pasar.

Keuntungan Investasi Reksadana

Sebagai instrumen investasi, tentu saja keuntungannya adalah bisa menambah nilai mata uang milik kamu.

Tapi sebenarnya tidak hanya itu saja, kamu sebagai investor pun bisa melakukan diversifikasi investasi.

Biasanya reksa dana ditawarkan dengan harga pembelian minimum yang murah, jadi potensi untuk bisa diversifikasi tentu tinggi.

Adapun diversifikasi adalah teknik investasi, yang menyebarkan investasi kamu tidak hanya pada satu unit atau produk, melainkan ke beragam produk dengan jenis/tipe/risiko yang berbeda.

Tujuannya untuk meminimalisir adanya kerugian bila salah satunya tidak berjalan sesuai harapan.

Selain itu, dengan melakukan investasi reksa dana, kamu juga bebas untuk menentukan jenis mana yang kamu pilih berdasarkan seberapa tolerannya kamu terhadap resiko.

Keuntungan reksa dana lainnya yang menjadikan instrumen in populer adalah, investor tak perlu repot memantau kinerja portofolio investasinya karena semuanya sudah ditangani secara profesional oleh manager investasi.

Keuntungan tersebut tentu sangat menguntungkan bagi mereka yang pemula.

Tetapi, jika kamu seorang pemula namun ingin terjun langsung berinvestasi, tanpa melalui perantara Manajer Investasi, kamu bisa belajar investasi secara fundamentalnya melalui mendanai di KoinP2P dari KoinWorks karena prinsipnya sama.

Apa itu KoinP2P? KoinP2P adalah produk pendanaan P2P lending dari KoinWorks di mana kamu bisa mendanai sebuah pinjaman produktif dari mayoritas UKM Indonesia yang membutuhkan dana untuk bisnisnya.

Ibaratnya kamu meminjamkan mereka dana untuk modal usaha mereka, dan sebagai timbal baliknya kamu akan mendapatkan imbal hasil yang dapat mencapai 18% per tahun.

Tapi tentu, keuntungan yang kamu dapatkan akan sesuai dengan pendanaan yang kamu jalankan.

Hal ini dikarenakan dalam mendanai di KoinP2P, kamu juga dibebaskan untuk memilih pinjaman yang mau kamu didanai, biasanya setiap pinjaman akan diberi mana setiap grade memiliki risiko dan return masing-masing yang berbeda-beda.

Ingat prinsip investasi high risk high return? Hal tersebut juga berlaku di produk pendanaan KoinP2P.

Perlu diketahui juga, kalau kamu tidak perlu menyiapkan banyak modal untuk mendanai sebuah pinjaman, karena di KoinP2P kamu bisa mendanai mulai dari Rp100,000.

Terakhir, kamu tak perlu khawatir karena KoinWorks sebagai pengembang dari produk pendaanaan KoinP2P sudah memiliki izin penuh dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Risiko Investasi Reksa Dana

Dibalik keuntungan yang didapatkan dari sebuah investasi, kamu juga berpeluang untuk mengalami adanya risiko.

Risiko dalam investasi bisa dibilang umum dan wajar, malah kamu harus waspada bila sebuah produk investasi yang klaim tidak memiliki risiko.

Risiko dalam investasi reksa dana sendiri adalah turunnya nilai harga dari efek yang dipilih seperti saham, obligasi atau saham.

Tak hanya itu, ada juga risiko likuiditas yaitu risiko yang dihadapi manager investasi jika sebagian besar investor melakukan penjualan kembali atau redemption dari unit-unit yang dimiliki.

Tetapi risiko semacam ini bisa diminimalisir, caranya dengan melakukan diversifikasi dan memilih manajer investasi yang baik kredibelitasnya.

Tapi walaupun begitu, risiko yang ada ini bisa diminimalisir, terlebih saat kamu investasi reksa dana.

#2 Jenis-Jenis Investasi Reksa Dana

panduan lengkap investasi reksa dana - 2

Secara umum investasi reksa dana terbagi menjadi 4 jenis yang masing-masing memiliki karakteristik. risiko hingga besaran keuntungan yang berbeda-beda. Investor bisa bebas memilih jenis investasi apa saja, sesuai dengan kebutuhan dan tujuannya.

Reksa dana Pasar Uang (Money Market Fund)

Dengan memilik reksa dana pasar uang, kamu akan melakukan investasi di pasar uanng dengan masa jatuh tempo biasanya kurang dari atau sama dengan satu tahun.

Biasanya manager investasi akan menyalurkan dana kamu ke bentuk instrumen seperti deposit berjangka, sertifikat deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan lainnya.

Tujuan dari jenis reksa dana ini adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal.

Berbicara tentu risiko, jenis ini memiliki risiko paling rendah, dan tentu saja berbanding lurus dengan keuntungannya yang juga lebih rendah dari lainnya.

Kelebihan dari Reksa Dana Pasar Uang

1. Risiko Paling Rendah

Investasi pasar uang dinilai memiliki risiko yang kecil daripada investasi lainnya, karena pasarnya cenderung stabil dan tidak fluktuatif.

2. Jumlah Minimum Investasi Kecil

Dalam investasi pasar uang, modal awalnya kecil dan tidak terlalu banyak. Maka dari itu, cocok untuk investor pemula yang masih memuliki modal yang sedikit.

3. Redemption Fleksibel

Kamu bisa menjual unit atau melakukan redemption kapan pun tanpa menunggu jangka waktu atau jatuh tempo. Kamu pun juga biasanya tak akan dikenakan biaya denda.

4. Likuiditas Lebih Aman

Reksa dana pasar uang menempatkan investasi ke instrumen yang jangka waktunya kurang dari 1 tahun, sehingga cenderung memiliki tingkat likuiditas yang lebih tinggi.

Kekurangan dari Reksa Dana Pasar Uang

1. Keuntungan Tidak Pasti

Tidak seperti deposito yang memiliki return atau imbal hasil pasti sejak awal. Reksa dana pasar uang tidak memastikan berapa keuntungan yang kamu dapatkan nantinya.

2. Memiliki Risiko

Walaupun berisiko rendah, kamu tetap bisa sama mengalami kerugian namun tenang saja karena hal ini sudah dibatasi oleh peraturan yaitu maksimal 10%.

3. Return Cenderung Rendah

High risk – high return, begitupun sebaliknya low risk – low return. Reksa dana pasar uang memiliki risiko yang rendah, maka dari itu return yang ditawarkan tentu lebih rendah dari jenis reksa dana lainnya.

Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

Jenis reksa dana ini akan menginvestasikan sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya ke dalam bentuk efek utang atau obligasi.

Adapun tujuannya adalah supaya menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil. Berbicara tentang risiko, pendapatan tetap relatif lebih besar dari reksa dana pasar uang, tapi masih lebih rendah dibandingkan pasar saham.

Kelebihan dari Reksadana Pendapatan Tetap

Sebenarnya kelebihan dari reksa dana pendapatan tetap sama saja dengan yang ada pada reksa dana pasar uang. Tetapi, return atau imbal hasil yang ada lebih tinggi dibandingkan pasar uang.

Kekurangan dari Reksadana Pendapatan Tetap

Risiko dari reksa dana pendapatan tetap, memang relatif lebih tinggi dari pasar uang, namun tetap lebih rendah dibandingkan reksa dana campuran atau saham.

Lalu, risiko utama yang melekat pada jenis reksa dana ini adalah adanya wanprestasi atau gagal bayar dari penerbit surat utang atau obligasi.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa reksa dana pendapatan tetap investasinya akan disalurkan ke salah duanya surat utang dan obligasi.

Nah, ketika wanprestasi terjadi, maka kemungkinkan jumlah pokok investasi akan berkurang dengan berjalannya waktu sehingga keuntungan kamu pun berkurang.

Demi menghindari hal ini, kamu bisa memilih lembaga keuangan pelayanan reksa dana yang fokus untuk berinvestasi di surat utang/obligasi terbitan pemerintah/koperasi berperingkat baik.

Reksa Dana Saham (Equity Fund)

Reksa Dana Saham adalah jenis investasi yang akan mengalokasikan sekurang  kurangnya 80% dari aktivanya di bursa efek dalam bentu ekuitas. Bahkan, bisa dibilang umumnya manager investasi menempatkan 100% dana investor di saham.

Tujuan dari investasi ini adalah untuk jangka panjang dan mendapatkan pertumbuhan harga saham.

Kelebihan Reksa Dana Saham

1. Sebagai Investasi Jangka Panjang

Bagi kamu yang ingin memiliki investasi jangka panjang dengan waktu 5 tahun ke depan, reksa dana saham bisa jadi pilihan.

Maka dari itu, instrumen investasi ini sangat cocok untuk kamu yang mungkin ingin menggunakan uang di masa depan seperti melanjutkan studi, untuk sekolah anak, dan lain sebagainya.

2. Punya Return Paling Tinggi

Dibandingkan yang lain, reksa dana saham memiliki return paling tinggi karena mayoritas dananya akan ditempatkan di saham pilihan.

Harga saham setiap harinya mengalami perubahan, bahkan naik-turunnya pun akan dipantau tiap hari.

Hal itulah yang membuat adanya peluang jual-beli saham, dimana manager investasi akan memperkirakan waktu kapan saham dijual atau dibeli untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya.

3. Bisa Punya Banyak Saham dengan Modal Terbatas

Saat melakukan investasi jenis reksa dana saham, modal kamu akan disebar ke beragam saham sekaligus. Hal ini disebut dengan diversifikasi.

Jadi, dengan modal yang terbatas, kamu akan sudah bisa melakukan diversifikasi dengan memiliki saham dari berbagai sektor atau industri.

Seperti yang sudah diinformasikan, bahwa diversifikasi adalah salah satu cara untuk meminimalisir adanya kerugian.

4. Tak Perlu Belajar Analisa Teknikal

Ketika kamu ingin melakukan investasi saham langsung terjun ke bursa, kamu tidak bisa membeli begitu saja tanpa melakukan adanya analisa.

Mengapa demikian? karena jika kamu salah langkah, bukannya untung malah buntung yang didapat.

Maka dari itu, terdapat analisa-analisa seperti teknikal dan fundamental yang harus dikuasi investor supaya paling tidak bisa mendapatkan keuntungan dan terhindar dari kerugian.

Nah, tapi di reksa dana saham, kamu tidak perlu repot dan menghabiskan banyak waktu untuk memulai investasi saham, karena manager investasi yang akan menganalisis pergerakan saham sehari-harinya.

Kekurangan Reksa Dana Saham 

1. Harga Saham Sangat Fluktiatif

Tidak seperti pasar uang atau obligasi yang cenderungs stabil, saham memiliki harga yang sangat fluktuatif dan tidak stabilnya.

Selalu ada pergerakan dari waktu ke waktu, bahkan setiap hari bisa saja berbeda-beda.

Nah, turun atau naiknnya suatu harga saham tentu akan berpengaruh pada keuntungan yang kamu terima.

2. Memiliki Risiko yang Tinggi

Jenis reksa dana saham memang memiliki return yang paling tinggi dari lainnya, tetapi risiko yang ada juga besar.

Maka dari itu, jenis investasi reksa dana saham tidak cocok untuk kamu dengan profil risiko konservatif.

3. Bukan untuk Investasi Jangka Pendek

Kalau kamu ingin mendapatkan keuntungkan dalam waktu kurang dari setahun, tentu reksa dana saham bukanlah pilihan.

Kamu baru akan dapat merasakan keuntungannya setelah kurun waktu lima tahun.

Memang, kenaikan dari sebuah harga saham bisa terjadi setiap saat setelah beberapa tahun, tapi harga pun bisa melonjak kembali turun drastis sesuai dengan sentimen ekonomi dan politik.

Reksa Dana Campuran (Balance Mutual Fund)

Jenis reksa dana ini akan mengalokasikan dana investasi ke kamu ke dalam portofolio bervariasi yang biasanya kombinasai dari saham dan obligasi.

Tujuannya supaya investor mendapatkan pertumbuhan harga saham, namun karena saham sifatnya sangat fluktuatif, maka disertakan juga obligasi yang lebih stabil.

Kelebihan Reksa Dana Campuran

Memiliki return yang lebih besar dari reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap. Serta memiliki risiko yang sedikit lebih rendah dibandingkan reksa dana saham.

Kekurangan Reksa Dana Campuran

Walaupun dananya disalurkan juga ke investasi saham, namun return yang diterima tidak sebesar reksa dana saham karena dananya dibagi juga ke investasi obligasi. Lalu, berbicara soal risiko, reksa dana campuran memiliki risiko lebih tinggi dari reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap.


#3 Istilah-Istilah yang Sering Digunakan dalam Investasi Reksa Dana

panduan lengkap investasi reksa dana - 3

Setelah mengetahui jenis-jenis investasi reksa dana, mari ketahui juga istilah yang sering dipakai dalam berinvestasi reksa dana. Hal ini tentu akan membantu kamu lebih memahami dalam melakukan investasi.

1. Manajer Investasi (MI)

Pihak profesional yang bertugas dan berhak mengelola dana investor ke beragam sekuritas atau surat berharga.

Adapun semua ini dilakukan supaya dapat mencapai tujuan berinvestasi dan memberikan keuntungan bagi investor,

Umumnya Manajer Investasi harus memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

2. Bank Kustodian

Lembaga keuangan yang akan menjadi administrator, pengawas dan menyimpan aset reksa dana.

Nantinya bank kustodian akan mencatat segala kegiatan yang berhubungan dengan MI atau investor, dan menyimpan serta menjaga semua aset termasuk saham, obligasi dan lainnya.

Bank kustodian juga harusnya sudah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

3. Kontrak Investasi Kolektif (KIK)

Kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang berisikan hak dan tanggung jawab pihak-pihak yaang bersangkutan.

Misalnya, MI memiliki wewenang untuk mengelola portofolio investasi secara kolektif, dan bank kustodian memiliki wewenang untuk menyimpan aset secara kolektif.

4. Aktiva Bersih (NAB)

Sering disebut dengan jumlah dana yang dikelola atau asset under management (AUM) yang menunjukan berapa jumlah dana reksa dana mencakup kas, deposito, saham, dan obligasi.

Tapi perlu diingat bahwa nilai aktiva bersih tidak menggambarkan harga suatu reksa dana.

5. Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP)

NAB reksa dana berarti total dana kelolaan suatu reksa dana, sedangkan NAB Manajer Investasi berarti total dana kelolaan yang dipercayakan ke suatu layanan Manajer Investasi.

Umumnya semakin besar nilai NAB, maka menunjukan semakin besar juga kepercayaan masyarakat/investor terhadap reksa dana atau Manajer Investasi tertentu.

Hal ini sering disebut harga suatu reksa dana, dan transaksi nantinya akan dilakukan berdasarkan nilai tersebut.

NAB/UP dipengaruhi oleh harga pasar dari aset dalam portofolio, maka dari itu bisa berubah setiap harinya.

Jika ingin menghitungnya, kamu bisa membagi jumlah dana kelolaan dengan jumlah unit penyertaan.

6. Portofolio Efek

Kumpulan atau daftar dari berbagai aset yang dimiliki investor seperti saham, surat berharga, obligas dan lainnya.

7. Unit Penyertaan (UP)

Satuan transaksi yang menunjukan jumlah penyertaan milik investor sesuai portofolio efek yang disimpan dan dihitung bank kustodian.

Ketika kamu membeli reksa dana, maka akan mendapatkan Unit Penyertaan dari Manajer Investasi, dan ketika dijual UP tersebut akan dijual kembali ke Manajer Investasi.

UP bisa dibilang kepimilikan reksa dana yang dapat diketahui melalui surat konfirmasi transaksi yang dikirim Bank Kustodian, atau kamu bisa mengecek melalui sistem yang telah disediakan.

8. Subscription Fee

Biaya ketika membeli investasi reksa dana.

9. Redemption Fee

Biaya yang dikeluarkan ketika investor melakuan penjualan atau pencairan UP. Biasanya ditentukan 0 – 5% dari jumla investasi.

10. Transaksi Switching

Transaksi jika ada pengalihan dari reksa dana satu ke lainnya yang dilakukan investor, bisa seluruh unit atau sebagian.

Dengan begitu, investor tidak perlu mendapatkan redemption saat melakukan pemindahan dana.


#4 Cara Memilih Reksa Dana

panduan lengkap investasi reksa dana

Lalu, bagaimana cara memilih reksa dana yang tepat untuk kamu? Berikut pembahasannya:

Apa Tujuan Investasi?

Tetapkan tujuan terlebih dahulu, supaya mengenali apa profil risiko kamu dalam berinvestasi,

Kamu bisa mengkatagorikan menjadi 3 jangka waktu yaitu, tujuan jangka pendek, menengah dan panjang.

Kalau kamu memiliki rencana untuk mendapatkan hasil keuntungan selama 1 – 2 tahun, kamu bisa memilih reksa dana pendapatan tetap yang meskipun hasilnya tidak sebanyak reksa dana saham, tapi bisa memberikan hasil yang lebih pasti.

Sebaliknya, jika kamu ingin mendapatkan keuntungan dalam 5 tahun ke depan, dan menjaga supaya nilai uang tidak tergerus inflasi, maka reksa dana saham bisa menjadi pilihan.

Apa Profil Risikomu?

Kamu juga harus mengetahui profil risiko kamu dalam melakukan investasi, karena hal ini kamu bisa menentukan keuntungan yang didapat nantinya apakah sesuai dengan yang kamu inginkan.

Perlu selalu diingat bahwa prinsip dalam berinvestasi adalah “high risk high return”. Jadi, pemilihan reksa dana yang tepat tentu akan mengendalikan risiko yang kamu terima nantinya.

Adapun ada 3 profil risiko yang perlu diketahui yaitu:

Konservatif: Memiliki tingkat toleransi rendah akan adanya risiko. Biasanya orang yang masuk golongan ini adalah mereka yang awam dengan investasi atau investor pemula.

Reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan.

Moderat: Memiliki tingkat toleransi risiko yang menengah, biasanya orang yang termasuk golongan ini sudah cukup mengerti adanya investasi, dan menerima jika ada kerugian namun tidak dengan kerugian yang besar.

Reksa dana yang cocok dengan profil risiko ini adalah reksa dana tetap atau campuran.

Agresif: Orang dengan profil risiko ini sangat bisa menerima risiko tinggi, karena ingin mendapatkan return yang juga besar. Orang di golongan ini biasanya sudah memiliki ilmu mumpuni dalam berinvestasi.

Reksa dana yang cocok untuk kaum agresif adalah reksa dana saham.

Tingkat Return

Prinsip investasi adalah high risk high return, jadi semakin besar risiko yang bisa kamu tolerir, semakin besar juga keuntungan yang didapat.

Jadi tentu saja, profil risiko kamu yang dibahas pada poin sebelumnya, menentukan besaran keuntungan yang kamu akan dapatkan.

Setelah sampai pada proses pemilihian reksa dana, pilihlah reksa dana yang konsistensi selama 3-5 tahun ke balakang.

Makin tinggi keuntungannya, makin besar return per tahunnya, akan lebih baik.

Selain itu, bandingkan juga return reksa dana yang sejenis dengan melihat pertumbuhan reksa dana pada benchmark yang sesuai seperti reksa dana saham dengan IHSG.

Dana Kelolaan

Cek dana kelolaan dari reksa dana pilihan kamu, karena hal in bisa mengukur seberapa besar reksa dana tersebut dipercaya oleh investor.

Semakin besar dana kelolaan, maka semakin besar tingkat kepercayaan investor terhadap kualitas manajemnnya.

Umur Produk Reksa Dana

Produk reksa dana yang telah berumur, biasanya telah teruji kinerjanya dalam masa-masa sulit sekalipun.

Tapi perlu diingat bahwa reksa dana yang berumur, cenderung memiliki harga cukup mahal karena mempunyai nilai aktiva bersih (NAB) atau harga per unit yang tinggi.

Manajer Investasi

Dalam investasi reksa dana kamu tidak akan terjun langsung, melainkan akan dibantu pengelolaannya oleh manajer investasi (MI).

Maka dari itu, jangan pilih manajer investasi yang sembarangan, dan periksalah rekam jejak dari perusahaan yang bertindak sebagai manajer investasi.

Jika Manajer Investasi banyak melakukan investasi pada perusahaan besar berkualitas, maka pilihanmu tidak salah karena berarti manajer investasi bekerja baik dan profesional sehingga kamu bisa mendapatkan keuntungan.

Expense Ratio (Management Fee dan lainnya)

Supaya investasi berjalan efektif, dan kamu tidak menyesal di kemudian hari, jangan lupa pertimbangkan beberapa dana yang harus kamu keluarkan ketika membeli reksa dana, seperti biaya pembelian-penjualan atau biaya kelola.


#5 Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Investasi Reksa Dana

panduan lengkap investasi reksa dana - 4

1. Hanya Dapat Melakukan Transaksi di Hari Bursa

Seperti melakukan transaksi di layanan lembaga keuangan lainnya, dalam reksa dana juga terdapat jadwal tertentu kapan transaksi bisa dilakukan.

Biasanya, transaksi reksa dana hanya bisa dilakukan pada hari bursa yang mengukuti jam dan hari Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu hari Senin – Jumat, kecuali jika ada hari libur nasional.

2. Transaksi Diproses Berdasarkan Nilai Aktiva Bersih (NAB)

NAB adalah nilai yang menggambarkan total kekayaan reksa dana tiap harinya, yang dipengaruhi oleh harga pasar, kekuataan permintaan dan penawaran oleh investor.

Harga reksa dana akan dipublikasikan secara media surat kabar, atau lewat online dan hanya akan publikasi sekali dalam sehari.

3. Perhatikan Batas Waktu (Cut Off Time) untuk Penerimaan Transaksi

Umumnya batas waktu untuk bisa menerima transaksi reksa dana adalah pukul 12.00-13.00.

Berarti, jika kamu membeli waktu sebelum batas waktu tersebut maka akan memperoleh harga NAB pada tanggal transaksi dilakukan.

Tetapi kalau transaksi dilakukan setelah batas waktu, maka harga NAB akan mengikuti hari bursa selanjutnya dari tanggal (T+1) transaksi pembelian dilakukan.

4. Mendapatkan Surat Konfirmasi Transaksi Pembelian Reksa Dana

Setelah melaukan transaksi, pastikan kamu mendapatkan surat konfirmasi pembelian yang diterbitkan bank kustodian.

Tak hanya itu, kamu juga akan menerima laporan berisikan perkembangan aset yang kamu miliki berupa portofolio.

Simpanlah laporan tersebut sebagai bukti kepemilikan reksa dana.

Jika tidak menerima, kamu harus meminta kepada bank penjual, atau manajer investasi karena hal itu adalah hak kamu dan kewajiban mereka.


#6 Cara Investasi Reksa Dana

panduan lengkap investasi reksa dana - 5

Secara Offline

1. Memilih Perusahaan Manajer Investasi atau Agen Penjual Reksa Dana

Hal pertama dari cara investasi reksa dana, adalah dengan mencari informasi seputar agen penjual produk reksa dana yang nyaman bagi investor.

Adapun, kamu bisa memilih untuk membeli langsung di perusahaan manajer investasi, melalui lembaga perbankan, perusahaan sekuritas yang tentu sudah harus terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Banyak-banyaklah melakukan pencarian di Google search, dan lakukan analisis tentang penyedia layanan reksa dana yang tersedia.

2. Membaca dan Memahami Prospektus

Setelah sudah menentukan ingin membeli reksa dana di mana, dapatkan info tentang prospektus.

Prospektus sendiri berisikan penjelasan seputar hal reksa dana atau pedoman, antara lain:

  • Jenis produk reksa dana
  • Informasi manajer investasi
  • Tata cara pembelian dan penjualan kembali produk reksa dana.
  • Informasi bank kustodian.
  • Dan lainnya.

Prospektus ini wajib dibaca dan dipahami, supaya kamu lebih mengerti dan tidak tersesat saat nanti sudah menjalankan investasi.

3. Memilih Produk Reksa Dana

Pilih produk yang paling sesuai dengan tujuan kamu dan profil risiko, seperti reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, saham atau campuran.

Adapun pembahasan lengkap tentang jenis reksa dana sudah dikupas secara tuntas pada poin sebelumnya.

Berdasarkan strukturnya, kamu pun bisa memiliki antara reksa dana terproteksi, reksa dana dengan penjaminan, atau reksa dana indeks.

4. Datang ke Perusahaan Manajemen Investasi/Agen Penjual Reksa Dana

Cara investasi reksa dana berikutnya adalah dengan mendatangi Perusahaan MI, bank atau agen penjual reksa dana pilihan kamu, dengan membawa dokumen-dokumen persyaratan seperti KTP dan NPWP.

Jika kamu tidak memiliki NPW, bisa memakai milik pasangan(suami/istri) atau orang tua.

5. Membuka Rekening Efek

Kamu harus membuka sebuah rekening efek yang berfungsi untuk mengetahui profil dan preferensi risiko.

Adapun persyaratan untuk membuatnya memerlukan beberapa dokumen yaitu KTP, NPWP dan materai.

Nantinya, transaksi menjual atau membeli reksa dana tidak bisa dilakukan secara tunai.

Nasabah harus mencantumkan nomor rekening bank yang akan digunakan untuk transaksi.

Nah setelah diproses, kamu akan mendapatkan satu nomor identitas investor (Single Investor Identification/SID).

Nomor ini akan menjadi identitas investor setiap kali melakukan transaksi pembelian atau penjualan reksa dana.

6. Membuat Portofolio

Sebelum resmi menjadi investor reksa dana, kamu harus mengisi formulir pembelian dan portofolio.

Adapun portofolio di sini artinya profil kamu sebagai nasabah reksa dana.

Hal ini penting adanya karena dengan begitu, manajer investasi bisa menyarankan alokasi dana buat investasi.

7. Transfer Dana

Setelah memutuskan untuk melakukan investasi reksa dana, maka kamu harus transfer dana sesuai kesepakatan dengan manajer investasi.

Nah, nantinya dana inilah yang akan diolah oleh si manajer investasi.

Setelah berhasil melakukan pembelian reksa dana, kamu akan mendapatkan surat konfirmasi kepemilikan yang menjadi bukti bahwa kita sudah beli reksa dana.

Simpan baik-baik bukti tersebut, karena akan dipakai jika kamu ingin menjual/mencairkan reksa dana tersebut.

Secara Online

Nah, sekarang ini demi memudahkan masyarakat, membeli reksa dana untuk investasi tidak hanya bisa dilakukan secara offline di agen penjual tetap dapat juga melalui online.

Cara inilah yang sekarang sangat populer dilakukan, khususnya di kalangan anak-anak muda.

Alasannya, karena hanya dengan ponsel kamu bisa melakukan investasi kapan pun, di mana pun. Jadi, bagaimana caranya?

1. Mengakses Situs/Aplikasi Tempat Penjualan Reksa Dana

Sama seperti cara offline, membeli reksa dana secara online kamu juga harus memilih mau di platfrom mana melakukan investasi.

Bisa melalui supermarket reksa dana online, situs web, atau e-commerce.

Lakukan analisa dan lihat bagaimana pengalaman orang-orang sebelum membuat pilihan.

2. Membuat Akun dan Aktivasi

Selanjutnya, kamu biasanya harus membuat sebuah akun dan melakukan aktivasi.

Biasanya syarat dokumen yang diperlukan, sama seperti ketika kamu berinvestasi secara offline, tetapi bedanya kamu hanya perlu mengunduhnya melalui website atau aplikasi.

Setelahnya, kamu juga akan mendapatkan satu nomor identitas investor (Single Investor Identification/SID) yang dipakai setiap kali melakukan transaksi pembelian atau penjualan reksa dana.

3. Log In

Setelah selesai membuat akun dan melakukan aktivasi, kamu baru bisa melakukan login.

4. Membeli Reksa Dana

Kamu akan ditunjukan dengan beragam reksa dana yang bisa dipilih berdasarkan manajer investasi dan produk reksa dana sesuai dengan profil risiko serta tujuan investasi kamu.

5. Membaca dan Memahami Prospektus serta Profil Reksa Dana

Sama seperti cara offline, melalui online pun kamu juga harus benar-benar memahami segala informasi tentang reksa dana, perusahaan manajer investasi dan lainnya.

Biasanya prospektus ini bisa kamu temukan/unduh di website atau aplikasi tempat kamu berinvestasi.

6. Memasukan Nominal Pembelian

Nah, kalau secara online biasanya kamu sendirilah yang menentukan ingin seberapa besar melakukan investasi reksa dana.

Umumnya, semua penyedia jasa layanan reksa dana online sudah menentukan minimal investasi yang bisa dilakukan dan berlaku kelipatan.

7. Konfirmasi Pembelian

Layaknya berbelanja di e-commerce, kamu harus mengkonfirmasi kembali apakah pembelian yang tertera sudah sesuai keinginan.

Biasanya kamu juga akan diminta untuk memilih cara pembayaran, apakah melalui transfer atau uang elektronik.

8. Transfer Dana

Tentu saja, setelahnya kamu harus mentransfer sejumlah dana yang akan dipakai untuk investasi.

Dana inilah nantinya yang akan dikelola oleh manajer investasi.

9. Konfirmasi Pembayaran

Setelah melakukan transfer dana, kamu diharuskan melakukan konfirmasi bahwa pembayaran telah dilakukan.

Umumnya kamu harus mengunduh bukti dari pembayaran tersebut.


#7 Bukti Kepemilikan Reksadana

panduan lengkap investasi reksa dana - 6

Bagi calon investor yang terbiasa dengan produk perbankan, biasanya memiliki dokumen yang menjadi bukti kepemilikan seperti buku tabungan, ATM atau sertifikat deposito.

Lalu bagaimana dengan investasi reksa dana?

Banyak yang mengira bahwa surat konfirmasi dan laporan bulanan yang diterima oleh investor reksa dana setiap bulan adalah bukti kepemilikan.

Bagi yang belum tahu, surat konfirmasi berisikan tentang detil informasi dari transaksi yang dilakukan seperti nominal, biaya dan harga reksa dana.

Di awal bulan investor juga akan menerima laporan bulanan yang berisi mutasi transaksi selama 1 bulan, termasuk nilai saldo pada akhirnya bulan sebelumnya.

Peraturannya pihak yang berhak mengirimkan surat konfirmasi dan laporan tersebut adalah bank kustodian.

Lalu apakah hal tersebut bisa dibilang bukti kepemilikan?

Banyak yang mengira bahwa surat konfirmasi dan laporan bulanan yang diterima oleh investor reksa dana setiap bulan adalah bukti kepemilikan.

Memang, kedua dokumen ini dapat menjadi bukti kepemilikan investor dalam investasi reksa dana, tetapi meskipun hilang atau tidak memilikinya investor masih dapat memiliki hak atas investasinya.

Hal tersebut disebabkan, kepemilikan “fisik” adalah Unit Penyertaan reksa dana, bukan kedua dokumen di atas.


#8 Cara Menghitung Keuntungan/Kerugian Reksa Dana

panduan lengkap investasi reksa dana - 7

Sebelum menghitung keuntunganr reksa dana, kamu harus memahami bahwa ketika kamu mulai melakukan investasi reksa dana, kamu akan mengenak dengan istilah yang namanya “Unit Penyertaan” atau sering disingkat sebagai UP.

Istilah ini juga seringkali digunakan sebagai satuan kepemilikan reksa dana. Adapun UP memiliki nilai-nilai, yaitu Nilai Aktiva Bersih (NAB), dan Net Asset Value (NAV), perkembangan NAB itulah yang menentuan naik-turun nilai investasi milik kamu.

Berikut adalah simulasi cara menghitung keuntungan reksa dana:

A membeli reksa dana XYZ sebesar Rp5,000,000 ketika NAP per unit adalah 1000.

Maka artinya A mendapatkan UP sebesar: Rp5,000,000/1000= 5000 UP

Jika 3 bulan berikutnya NAP per unit reksa dana XYZ naik menjadi 1500 dan A menjual seluruh UP miliknya, maka ia akan mendapatkan 1500 x 5000 UP = Rp7,500,000

Maka dalam tiga bulan, dua sudah mendapatkan keuntungan sebesar: Rp7,500,000 – Rp5,000,000 = Rp2,500,000

Tetapi sebaliknya, jika NAB per unit turun menjadi 850 dan A menjual seluruh unitnya, maka ia akan mendapatkan 850 x 5000 UP = Rp4,250,000

Maka jumlahkerugian yang ia terima adalah, Rp4,250,000 – Rp5,000,000 = – Rp750,000

Namun, perlu diingat juga bahwa perhitungan return di atas masih harus dikurangi sejumlah biaya seperti, biaya pembelian unit penyertaan (subscription fee), biaya pengalihan unit penyertaan (switching fee), dan biaya penjualan kembali unit penyertaan (redemption fee).


#9 Mengapa Keuntungan Reksa Dana Tidak Dikenakan Pajak?

panduan lengkap investasi reksa dana - 8

Pajak adalah salah satu sumber penghasilan negara, dan pajak inipun ditarik dari berbagai sektor potensial salah satunya sektor investasi.

Tapi, berdasarkan UU PPh pasal 4 ayat 3 i, menjelaskan bahwa reksa dana atau pemegang unit penyertaan bukanlah termasuk objek pajak.

Maka dari itu, saat ini reksa dana bisa dibiang satu-satunya instrumen investasi yang tidak dikenakan pajak secara langsung atas keuntungannya.

Padahal, instrumen lain seperti tabungan atau deposito dikenakan PPh final sebesar 20%, sedangkan saham dan obligasi dikenakan PPh final masing-masing 10% dan 5%.

Lalu apa alasannya keuntungan reksa dana tidak dikenakan pajak?

Reksa dana merupakan instrumen investasi yang mengumpulkan atau menghimpun dana masyarakat untuk kemudian di kelola Manajer Invesasi ke beragam aset seperti saham, obligasi, deposito dan lainnya.

Setelah dana dikumpulkan, maka reksa dana akan menjadi subjek yang mewakili kumpulan dana dari investor.

Reksa dana sebagai subjek ini memiliki nilai aktiva bersih (NAB), yang merupakah selisih hasil dari total perhitungan aset reksadana, dikurangi dengan kewajiban atau beban reksa dana yang meliputi biaya MI, bank kustodian, broker efek, pelunasan pembelian aset serta pajak.

Lho, kok ada pajak?

Nah, dalam proses perhitungan NAB, ternyata pajak masuk menjadi salah satu kewajiban yang harus dibayarkan oleh reksa dana dalam suatu pengelolaan portofolio oleh MI.

Jadi, sebenarnya,secara tidak langsung investor telah membayar pajak atas hasil investasi pada aset reksa dana.

Contohnya begini, jika MI menyalurkan dana reksa dana kamu ke deposito sebesar Rp500 ribu dengan bunga 5% per tahun.

Maka keuntungan dari deposito tersebut adalah, Rp25ribu, namun ada pajak deposito sebesar 20%.

Sehingga, hasil keuntungan bersih setelah dipotong pahak adalah, Rp20,000.

Maka dari itu, keuntungan dari reksa dana yang dimiliki investor tidak terkena pajak berganda.

#10 Cara Mencairkan Reksa Dana

panduan lengkap investasi reksa dana - 9

Syarat dan Ketentuan Pencairan Reksadana

Sebelum membahas lebih lanjut, sebenarnya cara mencairkan reksa dana secara online atau offline itu hampir sama.

Hal yang membedakan adalah dalam prosesnya pencairan, jika kamu melakukan investasi reksa dana online, tentu proses pencairkan bisa dilakukan online melalui ponsel atau situs penyedia layanan reksa dana online.

Proses mencairkan investasi reksa dana memiliki tenggat waktu yang sudah ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu maksimal 7 hari kerja.

Berarti, saat seorang investor mau menjual/mencairkan dananya, maka manajer investasi sebagai pengelola memiliki tenggat waktu membayar investor selama 7 hari kerja terhitung sejak investor melakukan transaksi pencairan dana.

Dalam investasi reksa dana, hal tersebut dinamakan T+7.

Tapi, ada syarat dan ketentuannya, karena apabila investor melakukan transaksi penjualan reksa dana sebelum pukul 13:00 (jam bursa), maa T+1 akan mulai dihitung keesokan harinya.

Namun, jika penjualan terjadi setelah pukul 13.00, maka perhitungan T+1 akan dimulai lusa.

T+7 adalah batas maksimum yang ditentukan oleh OJK. Tapi, cepat atau tidaknya sebenarnya tergantung juga dari jenis reksa dana yang dipilih investor.

Tetapi jangan khawatir, karena umumnya dalam waktu kurang lebih 2-3 hari, dana sudah cair dan ditransfer langsung ke rekening bank yang telah didaftarkan sebelumnya.

Alasan Adanya T+7 (7 Hari Kerja)

Bagi kamu yang penasaran, kenapa pencairan reksa dana ditetapkan maksimal 7 hari?

Misalnya, kamu memiliki reksa dana saham, yang mayoritas dananya dibelikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lalu, beberapa bulan kemudian, kamu berencana menjual reksa dana tersebut.

Kamu tidak bisa langsung mendapatkan dana tersebut, karena pihak MI harus terlebih dahulu menjual saham di portofolio kamu, dan transaksi tersebut membutuhkan waktu, sebab Bursa Efek Indonesia sendiri memiliki aturan mengenai proses transaksi saham T+2 (2 hari kerja).

Hal itu berarti, saat MI melakukan penjualan, maka ia baru bisa memperoleh dananya 2 hari kerja selanjutnya. Maka dari itu, penjualan reksa dana saham tercepat adalah maksimal T+3 (3 hari kerja).

Masih ada lagi, jika dana milik investro tidak sempat dikirim Bank Kustodian di hari ke-3 setelah hari/waktu transaksi maka Bank Kustodian akan melakukannya pada keesokan harinya.

Dengan demikian, proses penjualan bisa memakan waktu selama T+4 atau 4 hari kerja.

Tapi bisa saja proses tersebut membutuhkan waktu T+7 (7 hari kerja), karena dana investor yang dijual sangat besar.

Nah, karena hal itulah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menetapkan bahwa proses pencairan investasi reksa dana adalah paling lama T+7.


Bagaimana? Apakah 10 poin pembahasan di atas membantu kamu untuk lebih memahami investasi reksa dana?

Semoga artikel ini bisa membantu kamu ya, supaya ketika menjalani investasi reksa dana bisa lebih paham, dan jelas sehingga ke depannya investasi tersebut bisa membuatmu menacapai tujuan keuangan yang diinginkan.

Jangan lupa untuk sebarkan artikel ini kepada teman-teman, keluarga atau rekan-rekan kolega yang membutuhkan.

Semoga berhasil!

Firda Nur Asmita
As Firda enters her twenties, financial things become exciting stuff for her. Born with no golden steps on her shoes, make her sticks a big goal in life: financial freedom. So here it is, she's digging more and more knowledge to reach her goal. Then, share it with you through something she loves: words. P.S: If you find her nodding head behind the laptop, don't be surprised. She's just following the beats of music.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Comment
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar

Luar biasa lengkap pembahasannya. Ini sangat membantu saya yang masih pemula untuk berinvestasi di reksa dana. Terimakasih…

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Super Financial App yang
membawamu #MelangkahLebih