6 Kesalahan Dalam Investasi yang Tidak Akan Dilakukan Kaum Super Kaya – Bisa dikatakan, investasi adalah salah satu cara yang disukai dan terbukti memberikan keuntungan untuk memanfaatkan dana yang diam atau lebih.

Artinya, jika kamu memiliki dana lebih, bisa digunakan untuk berinvestasi. Namun, tidak sedikit yang melakukan kesalahan dalam berinvestasi sehingga bukannya untung malah buntung. Orang-orang super kaya akan menghindari berbagai kesalahan berikut ini sehingga tidak akan terjebak pada kerugian berinvestasi.

6 Kesalahan Dalam Investasi yang Tidak Akan Dilakukan Kaum Super Kaya

1. Memulai Investasi Dari Dana Lebih

Orang super kaya tidak akan menggunakan uang yang dikeluarkan secara rutin untuk berinvestasi. Mereka juga tidak akan mengawali investasi dengan pinjaman pribadi.

Mereka tahu bahwa uang bulanan yang sudah rutin keluar tidak bisa dipaksakan untuk menjadi modal investasi karena jika hal itu terjadi, keuangan pribadi tidak akan sehat.

Begitu juga dengan memulai investasi dari pinjaman yang memiliki bunga dan tanggungan untuk melunasinya sedangkan investasi bisa dalam waktu lama untuk berhasil.

2. Tidak Berpikir Matang dalam Mengambil Risiko

Adanya ungkapan High Risk, High Return tidak membuat orang super kaya langsung menggelontorkan dana kepada investasi yang memiliki risiko tinggi untuk diambil hanya karena kemungkinan keuntungan juga besar.

Mereka akan melakukan riset terlebih dahulu sehingga walau keuntungan besar, jika kerugian juga besar atau imbang, mereka akan lebih memilih mundur. Berbeda jika masih ada kemungkinan keuntungan bisa lebih besar dari risikonya.

3. Ragu-Ragu

Biasanya, investor pemula akan ragu ketika memilih jenis investasi yang akan ia ambil. Ragu-ragu berarti menghabiskan waktu, kehabisan waktu berarti kehilangan kesempatan.

Oleh sebab itu, orang super kaya akan memulai investasi dengan memahami seluk beluk investasi termasuk juga berbagai cara, trik dan tips sebelum kemudian dihadapkan dengan keputusan sulit.

Sehingga, sebelum berhadapan dengan beberapa pilihan, mereka sudah siap terlebih dahulu. Mereka tidak secara tiba-tiba datang dan berinvestasi.

4. Harapan Terlalu Tinggi

Investasi memang selalu lekat dengan harapan karena memang kenyataannya belum terjadi. Orang super kaya akan memperhatikan return yang kira-kira bisa ia dapatkan.

Jika ada return walau sedikit, jika hal itu bisa dipastikan, maka mereka akan menanamkan dananya karena biar keuntungan sedikit, uang tetap berputar dan menghasilkan jika dibandingkan hanya dengan diam.

Jadi, mereka tidak hanya akan memilih investasi dengan keuntungan yang tinggi saja melainkan yang kecil juga jika sudah ada kepastian.

Bahkan mereka akan cenderung  berinvestasi pada jenis investasi yang memiliki nilai untung sedikit namun bisa dipastikan dibandingkan dengan jenis investasi yang menawarkan keuntungan besar tapi belum dipastikan.

Hal ini dikarenakan, jika keuntungan kecil bisa dipastikan, maka keuntungan yang besar juga bisa datang. Berbeda dengan keuntungan besar yang belum pasti dimana kemungkinan yang terjadi adalah kerugian besar pula.

5. Tidak Mendiversifikasi

Diversifikasi maksudnya adalah menyebar dana investasi ke beberapa tempat. Pakar investasi termasuk orang super kaya akan membagikan investasi di beberapa tempat bukan hanya pada satu tempat.

Dengan demikian, jika ada investasi yang akhirnya merugikan, investasi di sektor atau tempat lain bisa saja kemudian menguntungkan dan bisa menutup kerugian yang ada. Cara ini sangat efektif dan disarankan bagi mereka yang ingin terjun ke dunia investasi.

6. Tidak Menyerahkan Semua Pada Broker

Berinvestasi memang akan berhubungan dengan broker. Menggunakan jasa broker terkadang tidak bisa dihindari. Oleh sebab itu, tidak sedikit investor yang mengandalkan broker untuk memainkan investasinya.

Orang super kaya tidak akan sepenuhnya menyerahkan dana investasi mereka kepada broker begitu saja tanpa memeriksa dan mengawasinya.

Selain itu, jika mereka sudah memiliki pengalaman, bahkan mereka tidak akan menggunakan jasa broker perusahaan lain.

Bisa jadi, ia akan percaya dengan diri sendiri atau mempekerjakan orang yang bekerja sebagai broker. Hal ini dikarenakan mereka ingin menutup biaya atau modal investasi.

Broker juga perlu dibayar. Namun, jika  broker milik sendiri tentu biaya bisa ditekan.

Memang orang super kaya akan memulai dan menjalankan investasi mereka secara profesional dan hati-hati. Apalagi jika mereka memulai investasi itu dengan pinjaman pribadi, walau kemungkinan kecil, mereka pastinya akan bersikap hati-hati.

Mereka tahu kapan harus maju, kapan harus mundur, kapan harus berlari, kapan harus berjalan dan kapan harus berhenti.

Untuk melengkapi proses ini, Anda juga bisa mencoba berinvestasi di sistem Peer to Peer Lending KoinWorks. Di KoinWorks, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang relatif tinggi sembari mendukung pendanaan atas beragam kebutuhan peminjam.

Tertarik untuk mulai mendanai di KoinWorks?

Daftar Sekarang


Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survei singkat berikut:

Isi Survei
.

Tersedia di:  

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.