Target Pasar: Pengertian & Manfaatnya bagi Bisnis

Apa yang dimaksud dengan target pasar dalam menjalankan sebuah bisnis?

Dalam memulai sebuah bisnis, tentu ada beberapa hal penting yang perlu kamu pikirkan.

Mulai dari konsep bisnis yang akan kamu terapkan, jenis produk atau jasa yang akan kamu jual beserta harganya, lokasi bisnis, dan masih banyak lainnya.

Namun, ada satu hal penting yang biasanya cukup sering dilewatkan oleh banyak pebisnis pemula, dan ini merupakan kesalahan yang cukup fatal di saat kamu baru mulai merintis bisnis.

Hal tersebut adalah target pasar.

Seringkali, pebisnis merasa sudah cukup percaya diri dengan produk yang mereka miliki, sehingga merasa setiap orang pasti akan membelinya, dan hal tersebut akan membuat bisnis mereka berkembang pesat.

Faktanya, sebuah bisnis akan sulit berkembang jika hanya mengandalkan penjualan dari orang-orang yang benar-benar membutuhkan produk atau jasanya. 

Kamu perlu memasarkan produk atau jasa tersebut, sehingga orang-orang lain juga mengetahui kehadiran bisnismu, dan nanti suatu saat mereka membutuhkannya, mereka akan langsung teringat akan bisnismu.

Oleh karena itu, kamu wajib mengetahui siapa target pasar yang sesuai dengan konsep bisnis yang kamu rintis, dan menyesuaikan semua strategi bisnis dengan karakteristik target pasar tersebut.

Nah, berikut adalah penjelasan mengenai pengertian target pasar, beserta tujuan dan manfaatnya. Silakan disimak!


Pengertian Target Pasar

Target pasar adalah sekelompok orang di dalam masyarakat yang berpotensi menjadi pelanggan bisnismu.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, orang-orang yang menurutmu akan menyukai dan membutuhkan produkmu, dan kemungkinan besar akan membelinya, adalah target pasar bisnismu.

Misalnya, bisnismu menjual mainan anak-anak, maka para orang tua dan anak-anak mereka adalah target pasar.

Seandainya bisnismu berkecimpung di bisnis alat musik, tentu saja yang menjadi target pasarmu adalah orang-orang yang hobi bermusik atau memiliki profesi sebagai musisi.

Namun, dalam perjalanan mengembangkan bisnis, kamu sebaiknya tidak mengandalkan orang-orang ini saja untuk melakukan pembelian di bisnismu.

Kamu perlu mengembangkan target pasar menjadi lebih besar, tetapi tetap spesifik.

Di sinilah kamu perlu melakukan segmentasi pasar, di mana kamu akan mengelompokkan konsumen atau target pasar menjadi beberapa grup kecil. 

Kelompok kecil ini nantinya akan membantumu dalam menentukan target pasar yang lebih akurat, dan memudahkan eksekusi strategi pemasaran nantinya.


Tujuan Membuat Target Pasar

Tujuan dari membuat target pasar adalah untuk mencari target pasar yang sesuai dengan produk atau jasa yang bisnismu tawarkan.

Di saat bisnismu telah menemukan target pasar yang pas, kamu bisa langsung segera merancang produk, serta strategi pemasaran yang sesuai dengan preferensi target pasar tersebut.

Produk atau jasa yang sesuai dengan karakteristik target pasar, tentu akan lebih mudah mereka terima kehadirannya.

Sebagai contoh, kamu memulai bisnis alat musik, dengan perkiraan target pasar awal adalah orang-orang yang memiliki hobi bermusik dan para musisi.

Setelah melakukan segmentasi dan riset pasar lebih dalam, kamu akhirnya mengetahui bahwa kebutuhan alat musik paling besar dan cukup rutin ada pada sekolah dan kampus, baik di dalam dan di luar kota.

Mereka inilah target pasar asli dari bisnismu.

Dengan begitu, kamu menyesuaikan produk dan branding sesuai target pasar yang lebih akurat tersebut.

Bayangkan jika kamu hanya mengandalkan tebakan awal mengenai target pasar, tentu kamu akan kehilangan kesempatan berkembang, karena target pasar yang asli telah diambil oleh kompetitor.

Kalau sudah begini, tentu semua usahamu untuk mengembangkan bisnis dan meningkatkan penjualan akan menjadi sia-sia.

Jadi, dengan adanya target pasar, bisnismu bisa lebih fokus berinovasi dan berkembang.


Manfaat Memiliki Target Pasar

Terdapat beberapa manfaat yang bisa bisnismu dapatkan ketika memiliki target pasar yang tepat.

  • Lebih mudah mengembangkan produk 

Ketika kamu sudah mengetahui dengan pasti siapa saja kelompok konsumen yang menjadi target pasar, kamu bisa langsung membuat produkmu lebih sesuai dengan profil mereka. 

Tidak hanya itu, perkembangan atau inovasi produk ke depannya bisa jadi lebih terarah.

  • Tujuan pemasaran menjadi lebih jelas

Dengan mengetahui target pasar, kamu tinggal memasarkan produk dan bisnis dengan cara yang bisa membuat konsumen lebih tertarik.

Target pasarmu adalah generasi milenial dan gen-Z? Berarti kamu bisa memasarkan produkmu melalui media yang mereka tengah gandrungi, seperti platform media sosial dan website.

Jika kamu memasarkan produk melalui media massa, hasilnya mungkin tidak begitu optimal.

  • Pemakaian anggaran menjadi lebih efisien

Karena kamu sudah mengetahui produk apa yang disukai target pasar, dan media apa yang perlu digunakan untuk beriklan, maka kamu bisa lebih fokus mengembangkan produk yang cukup favorit, dan menggunakan media online yang sudah pasti mereka juga gunakan.

  • Lebih mudah menghadapi kompetitor

Tidak semua pebisnis melakukan riset target pasar secara detail, loh

Jika bisnismu melakukan dan menerapkan riset target pasar secara serius, bukan tidak mungkin bisnismu malah jadi jauh lebih unggul dari para kompetitor.

  • Perkembangan bisnis menjadi lebih terarah

Dengan mengetahui siapa target pasar dan apa produk yang mereka butuhkan, bisnismu bisa fokus di kedua hal tersebut.

Dari sana, semua inovasi dan perkembangan yang akan kamu lakukan perlu menyesuaikan terhadap perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya target pasar bisnismu.

Jika sudah demikian, kamu tinggal pantau saja tren yang tengah terjadi di tengah konsumen target pasar, dan arahkan perkembangan bisnismu untuk bisa selalu mengikuti tren bisnis tersebut.


Cara Menentukan Target Pasar sebuah Bisnis

Bagaimana cara menentukan target pasar dari bisnis yang sedang kamu rintis?

1. Lakukan riset target pasar awal

Ingat target pasar awal yang kamu buat berdasarkan perkiraanmu?

Nah, jangan kamu lupakan, ya. Kamu bisa gunakan perkiraan tersebut sebagai dasar pengembangan segmentasi target pasar berikutnya.

Enggak ada salahnya juga jika kamu bisa menemukan hasil riset target pasar dari bisnis serupa, di wilayah yang sama. 

Jika ternyata ada, kamu bisa membacanya dan dengan mudah mengetahui perkiraan target pasar secara lebih detail.

2. Buat segmentasi target pasar

Dari data hasil riset dan perkiraan awal, kamu kini sudah memiliki beberapa jenis konsumen yang bisa kamu buat segmentasinya.

Kelompokkan konsumen-konsumen ini berdasarkan beberapa kategori, contohnya seperti berdasarkan segmentasi demographic (umur, jenis kelamin, edukasi terakhir, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan), psychographic (kepribadian, kepercayaan, gaya hidup, hobi), behavioral (kebiasaan sehari-hari, kebiasaan berbelanja), dan geographic (lokasi tempat tinggal, iklim) .

Kamu bisa menuliskannya dalam tabel Excel atau Google Sheet agar lebih mudah dibaca.

Di tahap ini, kamu sebenarnya sudah bisa melihat siapa saja target pasar bisnismu. 

Konsumen di kelompok umur berapa yang kemungkinan akan menjadi pelanggan bisnismu?

Bagaimana gaya hidup dan kebiasaan belanja mereka?

Kapan saja waktu yang sering mereka gunakan untuk berbelanja?

Nah, pertanyaan-pertanyaan ini bisa membuat kamu mendapatkan profil target pasar yang lebih akurat, bukan? 

3. Perhatikan & analisis karakter konsumen dari kompetitor

Selain hasil riset sendiri, kamu pun bisa mengambil data dari bisnis lain; contohnya dengan memperhatikan jenis-jenis konsumen yang aktif berbelanja di bisnis kompetitor.

Apakah profil mereka sesuai dengan hasil riset target pasar yang kamu lakukan?

Atau malah berbeda sama sekali?

Jika sesuai, berarti riset target pasarmu berada di jalur yang benar. Seandainya hasil berbeda jauh, mungkin kamu perlu mempelajari kembali data yang telah kamu kumpulkan.

4. Sesuaikan keunggulan bisnismu dengan target pasar

Selanjutnya, kamu bisa sesuaikan keunggulan produk bisnismu dengan apa yang dibutuhkan oleh target pasar.

Jika ada hal yang perlu kamu tambah atau ubah, sesuaikan perubahan tersebut terhadap tren yang ada, ya.

Dengan melakukan cara-cara tersebut, berarti kamu sudah bisa mengembangkan produk bisnis yang sesuai dengan kebutuhan target pasar.


Sudah Punya Target Pasar, Lalu Harus Apa?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, begitu kamu memiliki informasi target pasar yang akurat, kamu sudah bisa menyesuaikan produk serta strategi pemasaran yang sesuai dengan target tersebut.

Kembali ke contoh bisnis alat musik sebelumnya; dari hasil segmentasi pasar dan riset, kamu mendapati bahwa target pasar bisnis alat musik milikmu sebenarnya bukan hanya musisi dan orang yang memiliki hobi bermusik, namun juga sekolah dan universitas.

Nah, kamu bisa membuat paket alat musik yang memang khusus untuk kelompok konsumen tersebut, contohnya bundling alat musik gitar lengkap dengan panduan belajar gitar, khusus untuk siswa-siswi sekolah.

Kamu bahkan bisa memberikan harga khusus bagi sekolah atau universitas yang akan membeli alat musik dalam jumlah yang banyak.

Jika target pasarmu adalah sekolah dan universitas, mungkin kamu tidak perlu memasarkan bisnismu terlalu banyak di media sosial, namun bisa menggunakan website bisnis yang lengkap dan estetis, serta kamu perkuat dengan menggunakan e-mail marketing.

Jadi, berbeda target pasar, berbeda pula cara memasarkannya, ya.


Yuk, Segera Tentukan Target Pasar untuk Bisnismu!

Itulah penjelasan mengenai target pasar, manfaat, dan cara menentukannya yang sesuai dengan konsep bisnis.

Bisnis apa pun yang kamu jalani, perlu kamu teliti lebih dalam siapa saja yang pantas menjadi target pasar. 

Keliru dalam menentukan target pasar, bisa membuat tujuan bisnismu tidak tercapai, dan bukan tidak mungkin bisnismu malah merugi.

Maka dari itu, jangan terburu-buru dalam menentukan target pasar, ya.

Pahami dulu apa itu target pasar, dan lakukan segmentasi pasar dengan benar, agar bisnismu bisa berkembang ke arah yang tepat.

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online seller, atau freelancer, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini, dan segera unduh aplikasinya!

Download KoinWorks sekarang!


KoinWorks NEO Lead Gen Form
Kelola Bisnis Lebih Cepat dan Mudah.
Yuk, Daftar Menjadi Bagian dari KoinWorks NEO Sekarang!
Apakah Bentuk Usahamu Saat Ini?

Dapatkan berbagai informasi seputar Pengembangan Bisnis dan Daily lainnya hanya di KoinWorks.

Tentang Penulis
Gina Valerina

Gina Valerina

Gina began her professional journey within the realm of finance, accumulating a wealth of invaluable insights and hands-on experiences. Building upon this extensive background, she uses her expertise to carefully create informative articles. Each article is born from in-depth research and her unwavering dedication to providing her audience with well-verified insights.
Kalkulator finansial untuk hitung kebutuhan kamu

Hitung semua keperluan finansial kamu cukup di satu tempat

Simulasi Pinjaman v2
  • Ajukan Pinjamanmu
  • Data Diri
3000000
3

Jumlah Pinjaman 15 juta untuk 3 Bulan sebesar 5.187.500/bulan

*) Simulasi pinjaman diatas berdasarkan bunga sebesar 15%.

**) Simulasi pinjaman di atas hanya sebagai referensi. Tingkat suku Bunga yang sebenarnya dapat bervariasi tergantung pada skor kredit peminjam dan persyaratan dokumen-dokumen lainnya. Ini berarti suku bunga bisa lebih rendah atau lebih tinggi dari simulasi tergantung pada kriteria yang diminta.
Silakan mendaftar dan ajukan pinjaman untuk melihat tingkat suku bunga Anda yang sebenarnya.

Info Lebih Lanjut

Punya uang Rp.100 Ribu? Mulai pendanaan sekarang dan dapatkan keuntungan hingga 14,5%.