5 Alasan Mengapa Tidak Perlu Berinvestasi Seperti Warren Buffett – Warren Buffett adalah seorang investor hebat dan sukses sepanjang sejarah.

Ia merupakan CEO dari Berkshire Hathaway yang telah mengumpulkan milyaran USD melalui pemahamannya tentang cara berinvestasi di pasar saham.

Hal inilah yang membuat para investor pemula ingin mengikuti jejaknya dan berusaha untuk mengambil setiap keputusan seperti yang pernah dilakukan olehnya.

Pada pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan bahwa Anda tidak perlu berinvestasi seperti Warren Buffett.

Mengapa? Berikut 5 alasan yang penting untuk dipertimbangkan.


Mengapa Tidak Perlu Berinvestasi Seperti Warren Buffett

1Anda Tidak Bisa

5 Kebiasaan Menghemat Anggaran yang Dilakukan Para Miliarder Dunia, Masih Mau Boros?

Warren Buffett memiliki akses ke berbagai informasi yang tidak semua orang bisa mendapatkannya.

Dengan jumlah kekayaan yang dimilikinya, ia bisa membeli saham dalam jumlah yang sangat besar dan mengambil resiko yang jauh lebih tinggi dari investor lain.


2Warren Buffett Berinvestasi Dengan Hati

5 Cara Berinvestasi dari Warren Buffett, Jadilah Investor yang Andal! - Ini Cara Warren Buffett Menghasilkan 53 Ribu Dollar di Usia 16 Tahun - 5 Investor Luar Biasa dengan Tingkat Pengembalian yang Lebih Baik dari Warren Buffett

Warren Buffett tidak hanya mengandalkan analisis rasional untuk menentukan setiap keputusan yang akan diambil, ia juga menggunakan hati saat berinvestasi.

Baca Juga:

Kita ambil contoh untuk keputusannya tentang Coca-Cola yang pernah mengalami kinerja yang sangat buruk di pasar saham.

Meskipun demikian, ia tetap memiliki sekitar 400 juta saham dari Coca-Cola atau memiliki kepemilikan sekitar 9% dari perusahaan.


3Tidak Berinvestasi Pada Bidang Teknologi

warrent buffett - 5 Rahasia Kaya Raya yang Dibocorkan Para Miliarder Dunia - 5 Cara Berinvestasi dari Warren Buffett, Jadilah Investor yang Andal! - 5 Prinsip Orang Kaya yang Mungkin Tidak Anda Pahami

Hal yang menarik dari Warren Buffett adalah ia tidak pernah ikut berinvestasi pada bidang teknologi saat bidang ini terus berkembang pada tahun 1990-an.

Ia juga menolak berinvestasi pada Google, Amazon, Netflix, atau Facebook.

Hal di atas dilakukan oleh Warren Buffett karena ia tidak begitu memahami bidang tersebut.

Baca Juga:

Hal ini adalah keputusan yang bijak sebagai seorang investor yang paham dengan resiko.

Masalahnya lain dari keputusan ini adalah Anda bisa melewatkan beberapa keuntungan besar selama bertahun-tahun jika tidak bersedia masuk ke bidang teknologi.


4Anda Memiliki Profil Resiko yang Moderat

Seperti yang telah kami sampaikan di atas bahwa Warren Buffett adalah seorang pemegang saham yang sangat hebat dan cerdas.

Melalui Berkshire Hathaway, ia memiliki berbagai perusahaan di berbagai industri.

Baca Juga:

Masalahnya adalah masuk ke dalam pasar saham mengharuskan para investor untuk menyusun portofolio yang seimbang dan paham dengan keseluruhan perusahaan tersebut.

Jika Anda termasuk investor yang konservatif atau moderat, maka berinvestasi di pasar saham bukanlah pilihan yang tepat.

Sebab Anda pasti merasa takut saat melihat harga saham yang terus bergejolak dalam jangka pendek.

Pilihan lain yang bisa diambil jika tetap ingin memiliki saham adalah dengan membeli reksadana saham.

Membeli reksadana saham jauh lebih rendah resiko karena portofolio investasi akan dikelola oleh manajer investasi yang ahli.

Dengan demikian resiko kerugian bisa dikurangi dan dicegah.

Atau Anda juga bisa berinvestasi di KoinWorks yang merupakan platform investasi peer-to-peer lending.

Imbal hasil yang bisa didapatkan saat berinvestasi di KoinWorks sangatlah kompetitif yaitu mencapai 21,32% per tahun.

Selain itu para investor juga akan mendapatkan rasa aman yang lebih karena KoinWorks menyediakan fasilitas dana proteksi untuk para investor, dimana fasilitas seperti ini tidak akan Anda dapatkan saat berinvestasi di pasar saham.


5Warren Buffett Hanya Berfokus Pada Saham AS

Warren Buffett lebih suka berinvestasi di perusahaan yang memiliki basis di AS dan mengabaikan pertumbuhan dari perusahaan yang beroperasi di luar negeri.

Padahal agar bisa mengambil keuntungan yang optimal, Anda harus melakukan diversifikasi saham di perusahaan yang berbeda, salah satunya dengan membeli saham di luar negeri.

Itulah 5 alasan yang menyebabkan gaya investasi Warren Buffett tidak selamanya cocok untuk diterapkan oleh banyak investor.

Baca Juga:

Oleh karena itu, Anda harus mencari cara berinvestasi yang sesuai dengan profil resiko dan jumlah modal yang dimiliki.

Jika Anda memiliki profil resiko yang konservatif dan memiliki modal yang masih sangat minim, maka saham bukanlah pilihan yang bijak untuk dimiliki.

Alihkan investasi Anda ke dalam reksadana, obligasi, sukuk, atau peer to peer lending.

Semoga pembahasan di atas memberikan banyak manfaat ya!


Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:
Daftar Dapat 250.000

(*) KOIN, Khusus Pendaftar Baru


Download Aplikasi KoinWorks

apple app store iosgoogle play store android app

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.