Home » Strategi Bisnis » Pebisnis Ayam Goreng, Coba Tips Ini Agar Bahan Baku Tidak Mudah Rusak

Pebisnis Ayam Goreng, Coba Tips Ini Agar Bahan Baku Tidak Mudah Rusak

Pebisnis Ayam Goreng, Coba Tips Ini Agar Bahan Baku Tidak Mudah Rusak

Bagi seorang pebisnis ayam goreng, penyimpanan bahan baku merupakan tantangan tersendiri agar bahan baku tidak mudah rusak atau busuk. Jika tidak mengetahui cara menyimpannya, bahan-bahan tersebut bisa busuk sebelum dipakai. 

Dalam menjalankan sebuah bisnis kuliner, sebaiknya kamu segera menyimpan bahan baku yang sudah dikirim oleh supplier. Pasalnya, menjaga kondisi bahan baku agar tetap dalam kondisi segar merupakan hal yang sangat esensial dalam bisnis kuliner. Karena itu, kamu perlu memperhatikan cara penyimpanan di bawah ini. 

Tips Penyimpanan Agar Bahan Baku Tidak Mudah Rusak

Tidak hanya bertujuan untuk menjaga kualitas dari bahan baku, cara penyimpanan yang tepat juga bisa meminimalkan biaya pengeluaran, menjaga nilai gizi bahan baku, dan menjaga bahan baku agar terhindar dari penyakit. Karena itu, mari simak beberapa tips penyimpanan bahan baku ayam goreng di bawah ini.

Perhatikan Suhu dan Kelembapan

Setiap bahan baku ayam goreng memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda. Pasalnya, masing-masing bahan dapat bertahan pada tingkat suhu dan kelembapan yang berbeda-beda pula. Jika bahan tersebut disimpan pada suhu yang kurang tepat, bisa-bisa menjadi cepat busuk dan merugikan bisnis ayam goreng kamu.

Untuk bahan baku yang bersifat kering, kamu dapat menyimpannya pada suhu ruangan yakni sekitar 15-20 derajat celcius. Bahan baku berjenis frozen, dapat disimpan pada suhu sekitar -4 derajat celcius hingga -18 derajat celcius. Sementara itu, untuk bahan baku berjenis chilled dapat disimpan pada suhu 4-10 derajat celcius. 

Jangan lupa untuk selalu memperhitungkan suhu dan kelembapan penyimpanan ini dengan wajar. Karena itu, sebagai pebisnis ayam goreng kamu perlu selalu mengontrol bahan baku yang disimpan agar kualitasnya tetap terjaga. 

Simpan Sesuai Jenisnya

Selain memperhatikan suhu dan kelembapan, kamu juga perlu memperhatikan jenis bahan baku dari ayam goreng. Kamu bisa menyimpan masing-masing bahan baku pada penyimpanan yang sesuai dengan jenisnya. Bisa menggunakan wadah tertutup seperti container atau wadah tertutup lainnya.

Tujuannya yaitu, agar bahan tersebut tidak terkontaminasi oleh udara luar yang bisa menyebabkan bahan baku menjadi lebih cepat busuk. Ada tiga jenis bahan baku yang bisa dibedakan, yaitu bahan baku kering (dry), beku (frozen), dan chilled.

Bahan baku berjenis dry atau kering cukup disimpan pada suhu ruangan, yakni sekitar 15-20 derajat celcius. Jenis bahan baku ini lebih awet dan tidak mudah rusak. Bahan baku ayam goreng jenis ini contohnya yaitu tepung.

Untuk bahan baku frozen, kamu harus menyimpannya pada suhu beku yaitu sekitar -4 derajat selsius hingga -18 derajat selsius. Bahan baku ini umumnya akan disimpan pada freezer khusus agar ketahananannya terjaga. Namun, bahan baku ayam goreng tidak ada yang termasuk ke dalam jenis ini.

Download dan Aktivasi KoinWorks NEO

Kembangkan bisnis kamu sekarang!

DOWNLOAD

Sementara itu, bahan baku berjenis chiller harus disimpan pada suhu sekitar 4-10 derajat celcius. Bahan baku ini disimpan pada suhu yang lebih tinggi dari frozen, tetapi lebih rendah dari suhu ruangan. Contoh bahan baku ayam goreng yang termasuk ke dalam jenis ini yaitu sayur-sayuran.

Beri Label Tanggal

Memberikan label tanggal dan waktu untuk setiap bahan baku, merupakan salah satu cara penyimpanan agar bahan baku tidak mudah rusak. Hal ini dilakukan baik untuk bahan baku yang baru ataupun bahan baku yang sudah lama. Hal ini juga dapat dilakukan untuk membedakan bahan baku yang sudah terpakai atau masih baru.

Tujuan dilakukan pelabelan ini yaitu untuk mempermudah kamu melakukan sistem FIFO (first in first out) dalam pengambilan bahan. Dengan demikian, kamu bisa lebih mudah mengetahui waktu yang tepat untuk penggunaa bahan baku tersebut sehingga meminimalisir adanya bahan baku yang terbuang.

Labelling ini bisa dilakukan dengan cara yang cukup sederhana. Kamu bisa menuliskan secara manual tanggal pada kertas label menggunakan spidol, lalu tempelkan pada kemasan bahan baku menggunakan lakban bening agar tulisannya tidak hilang. Bisa juga langsung menuliskannya pada kemasan bahan baku tersebut.

Tata Bahan Baku dengan Rapi

Tips berikutnya yaitu tata bahan baku dengan rapi. Dengan tatanan yang lebih rapih, pengolahan ayam goreng bisa dilakukan dengan lebih mudah. Pasalnya, kamu bisa menemukan bahan-bahan yang dibutuhkan dengan lebih ergonomis. 

Selain itu, kamu juga bisa mengecek persediaan bahan baku yang sudah menipis dan bahan mana yang masih banyak. Dengan demikian, kamu bisa segera melakukan pemesanan untuk mengisi kembali stok bahan baku yang sudah hampir habis.

Pahami Durasi Penyimpanan 

Dalam penyimpanan bahan baku, kamu juga harus memahami durasi yang tepat. Misalnya saja bahan baku daging ayam. Ketika ayam sudah dipindahkan ke dalam chiller, maka maksimal penyimpanannya hanya sekitar 2 hari saja. 

Namun, jika ayam tersebut disimpan dalam freezer, daging ayam tersebut bisa bertahan hingga 2-4 bulan lamanya dengan syarat suhunya stabil. Jika lebih dari durasi tersebut, maka daging ayam tidak dapat digunakan lagi.

Kini, kamu sudah tahu bagaimana cara penyimpanan bahan baku yang baik. Hal ini harus dilakukan agar bahan baku tidak mudah rusak. Kamu bisa langsung praktikan sendiri agar bahan-bahan bisnismu bisa bertahan lebih lama.


Bank digital hadir untuk pelaku UKM, freelancers, dan online sellers di Indonesia. 

Urus segala keperluan bisnis dan keuangan pakai KoinWorks NEO. Kemudahan berbagai layanan seperti bebas biaya transfer antar bank dan pinjaman modal tanpa agunan untuk bisnismu hanya dengan satu aplikasi! 

Lihat juga berbagai panduan dan informasi bisnis hanya di KoinWorks.

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​