Home » Strategi-bisnis » 5 Cara Mengembangkan Cabang di Bisnis Desain Interior

5 Cara Mengembangkan Cabang di Bisnis Desain Interior

5 Cara Mengembangkan Cabang di Bisnis Desain Interior

Bagaimana cara mengembangkan cabang pada sebuah bisnis desain interior?

Bisnis desain interior menjadi salah satu bisnis yang populer dan banyak orang minati.

Menjadi sukses dalam bisnis desain interior bisa mendorong kamu untuk mengembangkan cabang bisnis desain interior.

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk mengembangkan cabang pada bisnis ini?


5 Cara Mengembangkan Cabang dalam Bisnis Desain Interior

Mengembangkan bisnis cabang bukanlah sesuatu yang mudah.

Namun, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengembangkan cabang dalam bisnis desain interior.

Inilah 5 cara mengembangkan cabang dalam bisnis desain interior:


1. Memastikan kestabilan cabang utama

Pastikan bisnismu sudah berjalan dengan baik sebelum memulai bisnis kedua atau bisnis cabang.

Parameter bisnis desain interior yang siap membuka cabang adalah bisnis yang sudah memiliki jumlah penjualan yang konsisten, memiliki portofolio dalam menangani proyek besar, dan bisa berjalan tanpa pengawasan penuh dari kamu.

Membuka cabang bisnis khususnya dalam bisnis desain interior cukup menantang, karena cabang ini mungkin akan membutuhkan lebih banyak perhatian.

Kamu harus menyiapkan lokasi, membuat strategi pemasaran, dan masih banyak lagi hal yang harus kamu kerjakan ketika menyiapkan cabang bisnis.

Oleh karena itu, kamu harus pastikan bisnis pertama sudah berjalan dengan baik, sehingga fokusmu tidak terbagi.


2. Memilih lokasi yang strategis

Bisnis desain interior adalah bisnis yang tidak seperti bisnis lainnya, yang selalu konsumen butuhkan setiap hari.

Bisnis desain interior biasa konsumen butuhkan dalam 5-10 tahun, yakni ketika seseorang membutuhkan renovasi ruangannya.

Oleh karena itu, kamu harus memilih lokasi yang tidak berdekatan dengan cabang utama bisnismu. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi perebutan konsumen antar cabang.

Sebaiknya, kamu bisa memilih lokasi cabang baru di kota yang berbeda dengan bisnis desain interior pertama kamu.

Misalnya, kamu membuka studio desain interior di Jakarta Pusat, untuk studio desain interior yang kedua, kamu bisa buka di Jakarta Selatan atau Tangerang Selatan.

Kamu pun harus memiliki data pendukung mengenai potensi bisnis di lokasi baru yang kamu tuju.

Jika kamu memilih lokasi cabang baru yang ternyata sepi dan tidak mendatangkan konsumen, tentu hal ini akan merugikan bisnismu secara keseluruhan.


3. Menyiapkan rencana bisnis yang matang

Langkah selanjutnya dalam memulai cabang bisnis desain interior adalah membuat rencana bisnis.

Rencana bisnis cabang bisa kamu buat mirip dengan bisnis pertama, namun sebaiknya kamu buat beberapa perbedaan. Misalnya bagian target konsumen, spesialisasi desain yang bisnismu sediakan, visi bisnis, maupun misinya.

Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan dalam membuat rencana bisnis, yaitu:

  • Lakukan riset untuk menentukan target konsumen.
  • Menentukan visi, misi, dan tujuan dari bisnis kamu.
  • Membuat strategi pemasaran.
  • Buat proyeksi keuangan, dan strategi bisnis ke depannya.

4. Mengurus perizinan

Dalam mendirikan sebuah cabang bisnis, kamu pun perlu mengurus perizinan ke pemerintah setempat.

Biasanya dokumen perizinan yang kamu butuhkan akan disesuaikan dengan peraturan pemerintah setempat. Beberapa izin yang kamu butuhkan meliputi:

  • Surat Keterangan Domisili (SKDU) yang bisa kamu dapatkan di kantor Kelurahan atau Kecamatan tempat bisnis didirikan.
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang bisa diurus ke Kantor Pelayanan Pajak di kabupaten atau kota tempat kamu mendirikan bisnis.
  • Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) yang bisa diurus di kantor Kecamatan tempat kamu mendirikan bisnis.
  • Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang bisa kamu dapatkan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kota setempat.
  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang bisa kamu dapatkan di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Daerah Tingkat II, atau setingkat dengan Kabupaten atau Kotamadya setempat.
  • Surat Izin Tempat Usaha (SITU) yang bisa kamu dapatkan di kantor Dinas Penanaman Modal, atau PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) tingkat kota atau kabupaten.

Selain izin, kamu juga perlu mengurus sertifikasi. Ada tiga jenis sertifikasi yang diberikan kepada desainer interior, yaitu:

  • Pratama: Desainer dengan lisensi Pratama mendesain ruangan di dalam suatu bangunan dengan maksimal total luas 500 m².
  • Madya: Desainer dengan lisensi Madya mendesain ruangan di dalam suatu bangunan dengan maksimal total luas, yaitu 1.000 m².
  • Utama: Desainer dengan lisensi Utama memiliki tugas yang lebih kompleks, yaitu bisa bertindak sebagai manajemen dan eksekutor.

Ketika kamu membuka cabang bisnis desain interior, kamu harus memiliki beberapa desainer yang memiliki sertifikasi Pratama, Madya, maupun Utama.

Hal ini penting untuk bisnismu miliki agar bisnis tersebut bisa berjalan, dan lancar dalam mengeksekusi pekerjaan.


5. Fokus pada keunikan desain dan spesialisasi

Kamu pastinya memiliki gaya sendiri dan cenderung unggul dalam apa yang paling kamu ketahui.

Ketika membuka cabang bisnis desain interior, kamu bisa membedakan spesialisasi gaya dari bisnis cabangmu. Hal ini bertujuan untuk membuat pembeda antara cabang utama dan cabang baru.

Misalnya, bisnis utama kamu berfokus pada spesialisasi desain interior kantor dan hotel, maka bisnis kedua kamu bisa fokus pada desain interior rumah.


Siap Mengembangkan Cabang di Bisnis Desain Interior?

Sekarang kamu sudah tahu 5 cara untuk membangun bisnis cabang, dan bisa segera mulai merencanakan untuk mengembangkan cabang baru.

Membangun cabang baru memang tidak sesulit memulai bisnis dari awal. Namun, cabang barumu tetap membutuhkan perhatian agar dapat bertahan maupun berkembang lagi di masa depan.

Semoga bermanfaat!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
5 Cara Mengembangkan Cabang di Bisnis Desain Interior

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​