Home » Strategi-bisnis » 5 Cara Dapatkan Bahan Baku Top di Bisnis Desain Interior

5 Cara Dapatkan Bahan Baku Top di Bisnis Desain Interior

5 Cara Dapatkan Bahan Baku Top di Bisnis Desain Interior

Bagaimana cara memperoleh bahan baku berkualitas untuk sebuah bisnis desain interior?

Sebagai seorang pemilik bisnis desain interior, mendapatkan bahan baku yang berkualitas untuk bisnis desain interior penting untuk kamu lakukan agar konsumen puas dengan layanan bisnismu.

Maka dari itu, kamu harus tahu cara memperoleh material terbaik supaya bisnis dapat bersaing dan berkembang.

Lalu, bagaimana cara memperoleh bahan baku bermutu tersebut?


5 Cara Memperoleh Bahan Baku Berkualitas di Bisnis Desain Interior

Konsep desain yang menarik dan unik akan tidak berarti apa-apa tanpa dibarengi dengan kualitas bahan baku yang baik.

Nah, berikut ini ada 5 cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan bahan baku berkualitas dalam bisnis desain interior.

Yuk, disimak!


1. Mengenali jenis bahan baku

Cara yang pertama, sebagai seorang pemilik bisnis desain interior kamu wajib mengenali jenis-jenis bahan baku atau material yang akan kamu gunakan agar tidak terjadi salah pilih.

Material yang kamu butuhkan dalam bisnis desain interior cukup beragam; seperti furnitur kayu, bahan lantai, dan bahan lainnya.

Furnitur kayu sendiri juga jenisnya bermacam-macam. Misalnya, plywood atau multiplex yang termasuk bahan bagus untuk rangka utama furnitur, karena lebih kuat dan kokoh serta tahan air.

Sementara bahan lantai, ada keramik (lantai biasa, lantai teraso, keramik mozaik), batu alam (marmer, granit, gamping), dan lainnya.

Kelebihan bahan lantai keramik adalah sifatnya yang tidak beracun, karena terbuat dari bahan alami, tahan lama, mudah dibersihkan, dan tahan terhadap noda.

Sedangkan batu alam seperti marmer memang memiliki kelebihan banyak variasi, terlihat mewah, dan memberikan kesan elegan.

Namun, kekurangannya adalah harga yang lebih mahal, serta proses pemasangan lama dan sulit.

Dengan mengenali banyak jenis bahan baku, kelebihan, dan kekurangannya, tentu kamu akan lebih bijak dalam memilih material untuk desain interior yang sudah kamu rancang.


2. Memilih bahan baku yang fungsional & estetis

Setelah mengenali jenisnya, kamu harus memilih bahan baku yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki aspek estetis.

Pemilihan bahan baku harus fungsional, meliputi ketahanan, perawatan yang mudah, dan keamanan.

Sedangkan, kriteria estetis ada 4 unsur penting yang perlu kamu perhatikan; yaitu tekstur, warna, pola, dan adanya kesesuaian dengan arah atau rancangan desain.

Misalnya, kamu sedang membutuhkan bahan untuk lantai. Dibandingkan dengan parket, kamu lebih baik memilih granit. Mengapa demikian?

Parket mempunyai keunggulan tahan lama, tersedia banyak variasi, harga terjangkau, dan mudah untuk konsumen bersihkan.

Namun, jenis lantai parket ini menimbulkan bunyi saat konsumen gunakan, sehingga mengganggu. Di samping itu, lantai parket mudah rusak dan licin.

Sedangkan lantai granit memiliki kelebihan tahan lama sampai 10 tahun, tahan terhadap cuaca, kedap udara, harga lebih murah dari marmer, dan mudah untuk konsumen bersihkan.

Tak hanya itu, unsur estetis juga terasa karena granit memiliki tekstur halus, adanya variasi corak, serta akan memberikan kesan yang mewah dan elegan.

Jika mempertimbangkan pilihan dari segi fungsional dan estetis, kamu dapat memberikan bahan baku yang berkualitas untuk konsumen.


3. Menentukan kriteria supplier

Cara berikutnya untuk mendapatkan bahan baku berkualitas dalam bisnis desain interior adalah menentukan kriteria supplier bahan baku.

Hal-hal yang harus kamu perhatikan, misalnya harga, stok barang, pengiriman barang, dan keamanan.

Dari aspek harga, kamu bisa mempertimbangkan keterjangkauan harga terhadap anggaran yang kamu miliki, harga khusus jika membeli banyak, uang muka yang harus kamu bayarkan, dan perbandingan harga dengan supplier lain.

Sementara pada aspek pengiriman barang, meliputi biaya pengiriman, durasi proses pengiriman, dan jenis transportasi yang mereka gunakan untuk pengiriman.

Selanjutnya, dalam aspek keamanan kamu perlu memeriksa lokasi kantor mereka jika ada; apakah supplier telah memiliki badan hukum atau tidak, dan garansi/jaminan.

Dengan beberapa kriteria tersebut, kamu akan mengetahui kelayakan supplier.

Caranya, kamu bisa mengunjungi website bisnis supplier yang bersangkutan, datang langsung ke lokasi, maupun riset melalui media sosial dan marketplace.


4. Memeriksa kondisi bahan baku

Meskipun kamu  sudah memilih supplier bahan baku berdasarkan kriteria yang sudah di atas, kamu tetap perlu memeriksa kondisi bahan baku yang datang.

Kamu juga perlu memastikan keaslian dari bahan baku yang akan bisnismu beli. Sehingga, nantinya klien tidak kecewa karena mendapatkan barang palsu.

Misalnya, dalam desain interior yang sudah kamu rancang, klien ingin furnitur yang terbuat dari kayu jati.

Nah, kamu harus bisa membedakan kayu jati asli dan palsu. Cara membedakan kayu jati asli dan palsu yang bisa kamu lakukan adalah sebagai berikut.

Kekuatan & daya tahan

Kayu jati yang asli sangat kokoh dan kuat. Sehingga, saat membeli furnitur seperti kursi kamu bisa mencoba untuk duduk di atasnya.

Warna kayu

Selain menguji kekuatan dan daya tahan, kamu wajib memperhatikan warna kayu jati.

Biasanya, furnitur dari kayu jati hanya diberi finishing dengan warna transparan, karena warna aslinya sudah elegan, mewah, dan menarik; yaitu warna coklat gelap hingga kehitam-hitaman.

Tidak keropos

Selain kedua cara di atas, kamu harus memastikan furnitur dalam kondisi baik tanpa ada keropos.

Jika ada keropos, sangat mungkin furnitur tersebut terbuat dari kayu jati palsu. Sebab, kayu jati termasuk jenis kayu yang tahan lama dan tidak mudah keropos.


5. Selalu mengasah kemampuan diri

Mendapatkan bahan baku berkualitas untuk bisnis desain interior tidak akan kamu peroleh jika tidak kamu barengi kemampuan yang mumpuni.

Misalnya saja, dalam kriteria estetis bahan baku sangat diperlukan pemahaman tentang warna, termasuk pengaruh warna terhadap penghuninya, dan kombinasi yang tepat.

Jika konsumen menginginkan ruangan dengan nuansa hangat, tentu kamu membutuhkan cat warna merah, namun dengan intensitas rendah agak coklat.

Pemahaman dasar semacam ini sangat penting, agar bahan baku yang kamu peroleh sesuai dengan permintaan klien, dan juga berkualitas. Oleh karena itu, kamu wajib mengasah kemampuan & pengetahuan mengenai desain interior.


Yuk, Selalu Gunakan Bahan Baku Berkualitas untuk Bisnis Desain Interior!

Nah, itulah beberapa cara mudah memperoleh bahan baku berkualitas untuk bisnis desain interior yang bisa kamu lakukan demi mengembangkan bisnis.

Tetaplah hati-hati saat membeli bahan baku agar tidak tertipu, dan berujung mengecewakan para konsumen bisnismu.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
5 Cara Dapatkan Bahan Baku Top di Bisnis Desain Interior

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​