Begini Manajemen Cash Flow yang Tepat di Bisnis Hijab

Bagaimana cara membuat manajemen cash flow yang baik dan tepat pada sebuah bisnis hijab?

Dalam menjalankan sebuah bisnis, tentu kamu menginginkan pemasukan dan keuntungan yang besar, bukan?

Pendapatan yang jumlahnya lebih besar dari pengeluaran adalah indikasi bahwa bisnismu memiliki arus kas (cash flow) yang sehat.

Sebaliknya, pengeluaran yang setimpal atau lebih besar dari pendapatan menandakan bisnismu harus melakukan evaluasi terhadap kegiatan produksi dan operasional secara menyeluruh.

Arus kas yang sehat dan konsisten bisa membuat bisnismu cepat berkembang, sementara arus kas yang kurang baik akan menghambat pertumbuhan bisnis.

Lantas, bagaimana caranya agar cash flow bisnis hijab dapat berada di kondisi yang baik? Bagaimana manajemen arus kas yang tepat untuk bisnis berskala kecil ini?

Manajemen Cash Flow yang Tepat pada Bisnis Hijab

Seperti telah dijelaskan di atas, cash flow yang sehat adalah aspek utama yang menunjang keberlangsungan bisnismu.

Tanpa pengelolaan yang baik, tentu arus kas bisa saja menjadi tidak sehat dan berujung merugikan bisnis hijab yang sedang kamu rintis.

Tentu kamu tidak ingin hal tersebut terjadi kan?

Nah, berikut adalah beberapa cara mudah yang bisa kamu terapkan dalam manajemen cash flow, agar bisnismu dapat meminimalisir potensi terjadinya masalah keuangan.

Silakan disimak!


1. Mencatat pemasukan & pengeluaran secara cermat

Hal pertama dan paling dasar yang perlu kamu lakukan adalah mencatat semua aktivitas finansial bisnismu secara cermat.

Mulai dari semua aktivitas pemasukan yang kamu terima, hingga ke hal-hal terkecil mengenai pengeluaran.

Hal ini bertujuan agar kamu bisa memantau sejauh mana kinerja keuangan bisnismu dari waktu ke waktu.

Kamu perlu membuat setidaknya tiga catatan keuangan, yaitu: catatan pemasukan, catatan pengeluaran, dan catatan keuangan/kas utama.

Catatan pemasukan dan pengeluaran meliputi semua aktivitas keuangan (penjualan produk, pembelian kebutuhan toko, dan lain-lain). Sedangkan catatan kas utama berisi rangkuman kedua catatan sebelumnya dalam format harian/bulanan.

Dari ketiga catatan tersebut, kamu dapat mengetahui pada bulan apa bisnismu mendapatkan penjualan tertinggi, produk apa yang paling laris, hingga ke jenis pengeluaran apa yang terbesar.

Jika bisnismu mulai berkembang semakin besar, ada baiknya kamu mulai menggunakan aplikasi komputer seperti Excel atau Google Sheet untuk membantu pencatatan keuangan ini.

Kamu pun juga bisa menggunakan aplikasi akuntansi online seperti Accurate dan Jurnal untuk mempermudah pekerjaanmu.


2. Memisahkan urusan finansial pribadi dengan urusan bisnis

Ini merupakan hal yang paling sering merusak arus kas bisnis, yaitu dengan menggunakan dana tunai dari kas bisnis untuk kepentingan pribadi.

Misalnya, pemilik bisnis menggunakan keuntungan bisnis untuk keperluan pribadinya, sedangkan keuntungan tersebut perlu digunakan untuk meningkatkan kualitas produk.

Akhirnya, pengeluaran bisnis menjadi lebih besar daripada pendapatannya. Walaupun catatan keuangan diubah, tetap saja dana yang tersimpan akan berkurang.

Ini merupakan awal dari pengelolaan cash flow yang tidak sehat.

Ingat, tidak banyak bisnis yang bisa bertahan lama jika hal ini dilakukan secara terus-menerus.

Sebaiknya, kamu secara tegas dan disiplin memisahkan rekening pribadi dengan rekening usaha.

Dengan begitu, kepentingan kedua urusan tersebut tidak akan tercampur.


3. Mengelola hutang secara bijak

Jika dilakukan secara tepat, hutang atau pinjaman bisa juga bermanfaat sebagai penunjang kegiatan bisnismu.

Misalnya, kamu mendapatkan pesanan untuk produk hijab dari sebuah bisnis lain.

Dengan kapasitas produksimu sekarang kamu tidak bisa memenuhi pesanan tersebut, kecuali kamu menambah alat produksi dan tenaga kerja.

Maka, mungkin kamu perlu meminjam atau berhutang sejumlah uang ke bank untuk membeli mesin jahit, dan mempekerjakan tambahan karyawan.

Ketika pesanan selesai, dan kamu sudah dibayar, keuntungan yang kamu dapat bisa segera digunakan untuk melunasi hutang sebelumnya.

Menggunakan hutang atau pinjaman untuk keperluan produktif adalah salah satu indikasi kegiatan finansial bisnis yang sehat.

Lain lagi jika kamu menggunakan hutang untuk keperluan yang sifatnya konsumtif.

Misalnya, kamu merasa bisnismu perlu memiliki kendaraan operasional. Maka kamu pun meminjam uang untuk membeli kendaraan tersebut.

Padahal, seluruh kegiatan pengiriman sudah dikerjakan oleh pihak pemasok dan distributor.

Alhasil kendaraan tersebut jadi jarang digunakan, dan keberadaannya tidak menghasilkan keuntungan bagi bisnismu.

Nah, hal di atas adalah contoh penggunaan hutang untuk keperluan yang tidak produktif, dan tentunya kurang bijak.

Terlalu banyak hutang dan pinjaman untuk keperluan seperti ini, bisa membuat arus kas bisnismu menjadi tidak sehat.


4. Melakukan evaluasi keuangan secara berkala

Hal terakhir yang perlu kamu lakukan adalah memeriksa kinerja keuangan bisnismu secara berkala.

Apakah pengeluaran lebih besar dari pemasukan, selama berbulan-bulan?

Informasi tersebut dapat kamu lihat pada catatan keuangan yang sebelumnya telah kamu buat.

Produk apa yang paling laris? Pengeluaran untuk hal apa yang paling besar?

Dari informasi-informasi di atas, kamu dapat mengetahui hal apa yang perlu ditingkatkan, dan hal apa yang perlu dikurangi, agar cash flow bisnismu menjadi sehat.

Jika produk yang paling laris adalah model hijab X dengan warna Y, tentu produk dengan varian tersebut yang perlu kamu kembangkan.

Sebaliknya, jika terlihat pengeluaran untuk membayar listrik adalah pengeluaran yang paling besar, ini berarti kamu perlu melakukan penghematan listrik pada toko, gudang, dan pabrik yang kamu miliki.

Cash flow yang sehat merupakan indikasi bahwa bisnismu dijalankan dengan baik, serta berpotensi menjadi sebuah bisnis yang profitable.


Sudah Paham Manajemen Cash Flow yang Tepat untuk Bisnis Hijab?

Itulah beberapa cara mudah dan efisien untuk mengelola arus kas pada bisnis hijab yang kamu miliki.

Mulai dari pencatatan keuangan secara cermat, hingga ke evaluasi kinerja keuangan bisnismu secara berkala.

Selalu pantau terus kinerja keuangan bisnismu, ya.

Semoga bermanfaat!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

Akbar Rachman

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Artikel Terkait

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​