Home » Blog » Bisnis & UKM » 4 Tantangan UMKM Dalam Mengatur Manajemen Cash Flow

4 Tantangan UMKM Dalam Mengatur Manajemen Cash Flow

menyusun rencana mengatur manajemen cash flow

Profit tinggi tidak menjamin perusahaan menjadi mapan tanpa manajemen cash flow tidak yang baik. Sebaliknya, hal ini bisa menyebabkan bisnis gulung tikar, lho.

Mengapa demikian?

Manajemen cash flow memegang peran penting untuk mencatat laporan aliran kas. Di mana berisi semua transaksi pemasukan dan pengeluaran perusahaan.

Jika suatu perusahaan mengalami masalah cash flow, tentunya akan menyebabkan berhentinya operasional, tidak mampu membayar gaji karyawan, hingga menumpuknya tagihan.

Hal ini bisa saja menurunkan kinerja perusahaan.

Lalu, bagaimana cara menghadapi tantangan manajemen cash flow?

Nah, bagi kamu pengelola bisnis khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pastikan simak artikel ini hingga akhir, ya. 

Karena informasi lengkapnya dapat kamu cari tahu di sini.

Sebelum itu, ketahui terlebih dahulu apa itu manajemen cash flow, yuk!

Apa Itu Manajemen Cash Flow?

Untuk mengatur cash flow, kamu perlu mempelajari manajemen cash flow.

Manajemen cash flow adalah proses monitoring, analisa, dan mengolah aliran kas dari suatu bisnis. 

Perlu diketahui juga bahwa prinsip dasar dari manajemen cash flow adalah memperkecil pengeluaran daripada penerimaan.

Melansir dari Forbes, Intuit QuickBooks baru-baru ini merilis sebuah penelitian global, yaitu The State of Small Business Cash Flow.

Penelitian tersebut mengungkapkan tantangan arus kas yang dialami pebisnis UMKM di seluruh dunia. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69% pebisnis UMKM sering terjaga di malam hari, lho. Alasannya adalah kekhawatiran tentang arus kas bisnis yang dikelola.

Memangnya, apa saja, sih, tantangan UMKM dalam mengatur manajemen cash flow? Simak informasi di bawah ini, yuk!

Tantangan UMKM Dalam Mengatur Manajemen Cash Flow

1. Manajemen Piutang

Tantangan pertama pelaku UMKM dalam mengatur manajemen cash flow adalah manajemen piutang.

Apa itu piutang?

Piutang merupakan klaim yang dimiliki suatu perusahaan yang harus dibayarkan perusahaan lain karena telah menerima produk/jasa dan berkewajiban membayarnya.

Manajemen piutang dilakukan ntuk mengelola arus piutang bisnis. 

Manajemen piutang merupakan salah satu hal penting dalam sebuah bisnis untuk mengelola proses piutang perusahaan dapat berjalan sebagaimana mestinya. 

Dalam pengelolaannya, manajemen piutang berisi perhitungan dan analisis penjualan kredit dalam suatu perusahaan. 

Mengingat pentingnya manajemen piutang, kamu sebagai pebisnis perlu mempercayakan sistem pengelolaannya supaya lebih efisien. 

Untuk menghadapi tantangan ini, kamu bisa mempercayakan pada KoinInvoice, lho. 

Dengan KoinInvoice, kamu dapat menikmati layanan invoice financing (pinjaman modal kerja untuk UMKM) untuk pengembangan bisnis UMKM kamu dengan faktur piutang (invoice) sebagai jaminannya. 

Tidak hanya itu, KoinInvoice juga akan membantumu melancarkan arus kas dengan supply chain financing, lho. 

2. Manajemen Pembayaran

Bagaimana pebisnis UMKM mengelola pembayaran?

Melansir dari penelitian The State of Small Business Cash Flow, 53% bisnis akan mengirimkan faktur untuk menagih pelanggan dan atau klien pada tanggal tertentu.

Sedangkan, 47% lainnya memilih menggunakan pembayaran di muka. Atau dalam kata lain, hal ini memungkinkan pebisnis untuk menagih klien sebelum menerima barang/jasa yang ditawarkan. 

Untuk merinci transaksi dan pembayaran, tentu kamu membutuhkan dokumen yang disebut juga invoice. 

Saat ini, membuat invoice dapat dilakukan secara otomatis dan lebih mudah dengan KoinWorks NEO, lho. 

Tidak hanya membuat invoice, kirim uang, dan akses pembayaran pun dapat lebih mudah hanya dengan satu aplikasi. 

3. Manajemen Karyawan

Tantangan UMKM dalam menghadapi manajemen cash flow selanjutnya adalah manajemen karyawan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa mendapatkan profit yang besar tidak bisa didapatkan dengan mudah. 

Akibatnya, sulit bagi UMKM yang baru dibuka untuk membayar gaji karyawan. Berdasarkan penelitian, 43% pebisnis UMKM mengalami masalah arus kas dan tidak dapat membayar hak karyawan tepat waktu. 

Padahal, tidak sedikit karyawan yang bergantung hidup dari gaji. Ketika tempat ia bekerja tidak membayarnya tepat waktu, tentu karyawan akan berpikir untuk mencari pekerjaan di perusahaan lain.

Untuk itulah produk KoinGaji dari KoinWorks hadir. 

Produk finansial ini dapat menjadi solusi bagi perusahaan yang ingin memberikan salary advance untuk karyawannya yang membutuhkan gajian lebih awal.

Meskipun gajian di awal, hal ini tidak akan mengganggu perputaran keuangan kantor, lho.

Selain membayar gaji tepat waktu, hal yang sering menjadi masalah adalah mau bayar gaji karyawan, tapi harus bayar biaya admin karena beda bank.

Hmm, kalo masalah yang ini, kamu bisa percayakan pada fitur send money dari KoinWorks NEO

Fitus ini memudahkan kamu melakukan transfer uang dari NEO account ke semua bank di Indonesia secara GRATIS

Menarik, kan?

4. Mendapatkan Modal

Ketika membutuhkan modal, beberapa pebisnis UMKM memilih mencari modal melalui pinjaman.

Namun, tidak semudah itu.

Karena faktanya, banyak juga pebisnis UMKM mengaku kalah sebelum bertanding. 

Gimana tuh maksudnya?

Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap pengusaha UMKM, 39% pebisnis UMKM AS tidak mengajukan pinjaman. 

Sebagian dari mereka memilih tidak mengajukan pinjaman karena suku bunga yang terlalu tinggi, ada pula yang tidak ingin melakukan pembayaran, dan sisanya pesimis pinjaman yang mereka ajukan akan disetujui. 

Kalau kamu? Tertarik mengajukan pinjaman, tapi memiliki ketakutan seperti di atas?

Tenang aja!

Kamu bisa mencoba produk pinjaman KoinWorks, yaitu KoinBisnis.

Tidak perlu khawatir, karena KoinBisnis menawarkan bunga dan biaya terjangkau, yaitu mulai dari 0,75% – 1,67% per bulan dengan tenor hingga 24 bulan. 

KoinBisnis juga menyediakan layanan pembiayaan untuk pembelian stok, aset modal, serta pembiayaan arus kas, lho. 

Cara Mengatasi Tantangan Manajemen Cash Flow

Cash flow merupakan salah satu masalah yang dapat terjadi pada bisnis UMKM. Apalagi jika bisnis tersebut masih belum lama berdiri. 

Lalu, bagaimana cara mengatasi tantangan-tantangan di atas?

Menurut Deborah Sweeney, CEO dari mycorporation.com, salah satu cara mengatasi tantangan manajemen cash flow adalah dengan menemui profesional akuntansi atau penasihat keuangan.

Mereka yang ahli di bidangnya tentu akan memberikan saran praktik penagihan yang baik untuk bisnis UMKM kamu. Kamu pun dapat melakukan konsultasi tentang masalah yang tengah dihadapi bisnis kamu.

Hal ini diharapkan dapat menyelesaikan tantangan sekaligus menjaga hubungan yang kuat baik dengan karyawan, vendor, klien, hingga pelanggan. 

***

Nah, itu dia beberapa tantangan UMKM dalam mengatur manajemen cash flow yang perlu kamu tahu. 

Tidak cukup hanya sekedar tahu, kamu juga harus bisa mempertimbangkan solusi terbaik bagi bisnis kamu untuk menghadapi tantangan-tantangan di atas.

Selain itu, kamu juga bisa mengatur pengelolaan keuangan bisnis dengan KoinWorks NEO, lho. 

Dengan menggunakan KoinWorks NEO, kamu tidak perlu ribet lagi untuk mengakses keuangan bisnis kamu. 

Tidak hanya itu, kamu juga bisa membuka rekening bisnis KoinWorks NEO hanya dengan mengunduh aplikasi KoinWorks.

Selamat mencoba!

Artikel Terkait

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​