Home » Strategi-bisnis » 7 Cara Membuat Foto Produk yang Menarik di Bisnis Kopi

7 Cara Membuat Foto Produk yang Menarik di Bisnis Kopi

7 Cara Membuat Foto Produk yang Menarik di Bisnis Kopi

Bagaimana cara membuat foto produk yang menarik terutama pada bisnis food & beverage seperti bisnis kopi?

Tidak dapat dipungkiri, bahwa representasi visual yang baik pada sebuah produk dapat memberikan kesan yang baik, sekaligus menarik minat perhatian calon konsumen.

Pada sebuah bisnis kopi, hal ini bisa tercapai melalui foto-foto produk yang unik & menarik.

Foto-foto ini nantinya bisa kamu pasang di media sosial, maupun di beragam promosi serta iklan yang kamu jalankan.

Namun, bagaimana cara membuat foto-foto produk yang menarik?


7 Cara Membuat Foto Produk yang Menarik di Bisnis Kopi

Bagaimana cara membuat foto produk yang menarik & bisa menggoda calon konsumen?

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, penampilan visual yang menarik dan bikin penasaran akan membuat produk minuman kopi di bisnismu semakin dipilih oleh konsumen.

Apalagi jika kamu aktif mempromosikannya melalui media sosial dan layanan online delivery.

Nah, berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mendapatkan foto produk terbaik untuk bisnis kopimu.

Silakan disimak!


1. Gunakan kamera yang sudah tersedia

Apakah kamu perlu menggunakan kamera mirrorless dengan 50 megapixel untuk mengambil foto?

Bagaimana jika kamu tidak memiliki modal untuk memiliki kamera dengan spesifikasi tersebut?

Pertama, kamu bisa meminjam/menyewa.

Kedua, ini cara yang paling mudah, kamu tidak perlu menggunakan kamera secanggih itu.

Gunakanlah kamera yang sudah kamu miliki saat ini.

Kamu bahkan bisa menggunakan kamera pada smartphone yang memiliki sistem operasi Android atau iOS untuk mengambil foto produk.

Kamera-kamera pada smartphone sekarang sudah memiliki kualitas lensa yang baik, serta memiliki pengaturan untuk menyesuaikan pengambilan gambar dengan pencahayaan sekitarnya.

Jadi, jangan terlalu khawatir mengenai kualitas kamera yang akan kamu gunakan, ya.

Mulailah dengan sumber daya yang sudah kamu miliki.


2. Gunakan tripod

Gunakanlah tripod pada kamera yang akan kamu pakai.

Tujuannya adalah agar foto yang kamu ambil memiliki kualitas yang konsisten.

Pasalnya, jika kamu mengambil foto secara manual menggunakan tangan, ketika kamu memiliki beberapa produk untuk difoto, posisi tangan kemungkinan besar akan berubah di tiap foto yang kamu ambil.

Hal ini akan menyebabkan posisi produk yang berubah juga, dan menjadi tidak konsisten.

Sebaiknya, kamu memilih tripod yang sesuai dengan kebutuhan, dan tidak sering mengganti posisinya ketika sesi pengambilan foto telah dimulai.


3. Atur pencahayaan

Pencahayaan merupakan komponen yang sangat penting dalam pengambilan foto.

Pasalnya, jika kamu keliru dalam menggunakan efek cahaya, objek yang seharusnya menjadi terlihat tajam menjadi kurang tajam, dan begitu juga sebaliknya.

Ada dua jenis cahaya yang bisa kamu gunakan, yaitu cahaya alami (sinar matahari) dan cahaya buatan (lampu, lilin, dan lain-lain).

Jika kamu ingin mengambil foto produk berikut keadaan sekelilingnya, dan terdapat orang yang berperan sebagai model, maka cahaya matahari yang soft adalah pilihan yang tepat.

Seandainya kamu ingin mengambil foto produk yang hanya fokus pada objek produk, dan menginginkan hasil gambar yang tajam, maka kamu sebaiknya memilih menggunakan cahaya buatan untuk mengambil foto.


4. Atur bayangan benda

Bagaimana dengan bayangan yang tercipta dari adanya cahaya tersebut, baik dari cahaya alami atau cahaya buatan?

Kamu bisa mengaturnya dengan menggunakan tiga cara, yaitu dengan memasang fill lightbounce card pada flash kamera, atau memasang bounce card yang berdiri sendiri.

Fill light berfungsi untuk menetralkan hard light yang muncul dari sumber cahaya.

Misalnya jika objek foto mendapatkan cahaya dari sisi kanan, maka kamu perlu menempatkan fill light di sisi sebelah kiri (bukan di sisi yang berlawanan).

Dengan begitu, bayangan yang muncul menjadi tidak terlalu panjang atau besar.

Sementara itu, bounce card berfungsi untuk menembak balik cahaya yang datang dari sumber pencahayaan, maupun dari flash kamera.

Tujuannya sama seperti fill light, yaitu memecah fokus sumber cahaya ke objek, agar tidak muncul efek bayangan yang terlalu mengganggu saat pengambilan gambar.


5. Pilih background

Selain mengatur pencahayaan, kamu juga perlu memilih background yang sesuai.

Hal ini cukup penting, karena sebaik apa pun kamu mengatur pencahayaan, jika background yang dipilih kurang tepat, foto yang dihasilkan menjadi kurang baik.

Untuk percobaan awal, pilihlah background berwarna terang atau putih.

Pasanglah background tersebut secara sweep agar tidak terlihat efek lekukan di belakang objek foto.

Nantinya, kamu bisa bereksperimen dengan berbagai warna background lain, yang mungkin sesuai dengan konsep foto yang ingin kamu ambil dan tampilkan.


6. Ambil foto sebanyak mungkin

Hindari tergesa-gesa dalam mengambil foto produk.

Aturlah posisi objek dan bereksperimenlah dengan berbagai posisi. Kamu sebaiknya mengambil foto dari setiap versi perubahan posisi tersebut.

Kamu bisa ambil foto produk minuman dari sisi samping, dari sisi atas dan bawah, foto produk yang dipasangkan dengan produk lain, dan masih banyak kombinasi produk lainnya.

Hal ini bertujuan agar kamu memiliki banyak stok foto produk, dan juga visualisasi produk yang detail.

Faktanya, banyak konsumen yang menyukai foto produk yang detail, serta dilengkapi dengan foto-foto dari berbagai sisi produk tersebut.


7. Gunakan aplikasi edit foto

Langkah terakhir sebelum mengunggah foto-foto produk milikmu adalah memolesnya dengan menggunakan berbagai pilihan aplikasi edit foto.

Terdapat beberapa program edit foto yang bisa kamu gunakan, baik yang berbayar maupun yang gratis.

Contohnya adalah Adobe Lightroom, Adobe Photoshop, VSCO, Snapseed, dan Pixlr.

Selain aplikasi dan program di atas, kamu pun dapat menggunakan program Canva untuk menambahkan tulisan atau efek gambar lain, sebelum kamu unggah ke media sosial atau media pemasaran lainnya.


Siap untuk Menampilkan Foto Produk Terbaik dari Bisnis Kopi Milikmu?

Itulah beberapa cara mudah dan efektif dalam membuat foto produk yang menarik bagi bisnis kopi yang sedang kamu jalankan.

Mulai dari memilih kamera yang ada, memilih tripod, mengatur pencahayaan dan bayangan, memilih background foto yang sesuai, hingga menggunakan berbagai aplikasi edit foto untuk mempercantik tampilan akhir dari foto-foto produk.

Kamu juga bisa bereksperimen sekreatif mungkin dalam hal pengambilan gambar dan foto editing lainnya.

Selamat mencoba!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
7 Cara Membuat Foto Produk yang Menarik di Bisnis Kopi

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​