Home » Strategi Bisnis » Yuk, Ketahui Cara Mengatur Stok Bahan Baku dalam Bisnis Kue!

Yuk, Ketahui Cara Mengatur Stok Bahan Baku dalam Bisnis Kue!

Salah satu hal penting dan mendasar pada bisnis kue adalah cara mengatur stok bahan baku, karena keberhasilan dan kelancaran proses teknis suatu bisnis kue sangat dipengaruhi oleh ketersediaan bahan baku. Stok bahan baku perlu diatur ketersediaannya agar flow bahan baku suatu bisnis tetap berjalan baik. 

Menurut Penelitian Kaluntas, Benu dan Rori pada 2016, persediaan bahan baku yang terlalu besar akan membuat biaya penyimpanan menjadi tinggi, sedangkan persediaan yang terlalu kecil dapat mengganggu kelancaran proses produksi.

Cara Mengatur Stok Bahan Baku dalam Bisnis Kue

Tren bisnis kue semakin beragam belakangan ini, terlebih setelah banyak selebritis atau artis yang juga menjajal bisnis ini. Oleh karena itu, kamu perlu mengelolanya supaya flow bisnis tetap lancar dengan mengatur stok bahan baku, sehingga mampu bersaing dengan kompetitor. Berikut beberapa hal yang harus kamu perhatikan:

Miliki SOP Terkait Management Inventory 

Seperti dijelaskan pada channel youtube dconsultingid, SOP ini berlaku dengan mengonfirmasi pada bagian pemesanan atau pada daftar pesanan. Bahwa terdapat pesanan bahan baku kepada suatu supplier barang. 

Apabila pemesanan dikonfirmasi benar, maka proses kedatangan bahan baku tersebut dapat diterima. Penerimaan barang dapat ditentukan pada tempat tertentu. Contohnya, apabila barang yang diterima berjumlah banyak, haruslah di tempat yang luas.

Pada channel dconsultingid juga menjelaskan bahwa penerimaan barang atau bahan baku harus melalui proses double check, tidak terkecuali dengan barang yang kamu jemput sendiri. 

Setelah proses double check, maka proses penerimaan barang secara keseluruhan dapat dimasukkan atau dicatat ke dalam sistem. SOP ini juga berlaku pada bahan baku yang dikeluarkan untuk proses produksi pembuatan kue. 

Pemeriksaan untuk bahan baku yang dikeluarkan juga harus diteliti jenis dan jumlah barangnya yang dimasukkan ke sistem sehingga dapat diketahui stok sisa bahan baku di tempat penyimpanan. 

Miliki Sistem Peringatan Apabila Stok Barang Menipis

Bisnis kue di perusahaan sebaiknya memiliki sistem manual atau otomatis yang dapat memberi peringatan saat stok bahan baku menipis. Kamu dapat meminta bantuan pegawai atau melakukan check sendiri setiap sistem yang berjadwal. 

Jangan lupa juga untuk menetapkan batas darurat jumlah dari setiap jenis bahan baku untuk menentukan warning stok yang menipis. Contohnya, warning atau peringatan manual untuk melakukan restock telur saat memeriksa telur yang tersisa hanya 5 kg. 

Miliki Sistem Inventori Berbasis Digital

Sebagai pelaku bisnis di era digital, sebaiknya kamu memiliki sistem inventori yang efektif dan fleksibel supaya memudahkan jalannya bisnis yang kamu rintis.

Sistem inventori bahan baku dapat dengan mengandalkan Microsoft Excel ataupun pemasangan aplikasi mobile di perangkat gawai milikmu. Contoh sistem inventori stok bahan baku untuk bisnis kue, yaitu seperti dijelaskan pada youtube channel Ala Orang Awam

Pada video tersebut terdapat sheet bahan baku produksi terdiri dari kolom bahan, stok beli, stok terpakai, stok tersisa. Contohnya, stok beli gula sebesar 1.000 gram dan belum ada gula yang terpakai, maka stok sisa tetap 1.000 gram. Artinya, stok sisa merupakan stok beli dikurangi yang terpakai. 

Kolom lainnya pada sheet bahan baku produksi ialah kolom biaya satuan rata-rata dan biaya satuan untuk saat ini. Biaya satuan rata-rata merupakan harga pembelian untuk setiap satu gram. Biaya satuan untuk saat ini, yaitu mencerminkan harga dari stok yang saat ini digunakan. 

Analisis Persediaan Bahan Baku

Pada cara mengatur stok bahan baku bisnis kue, penting menganalisis persediaan berdasarkan metode EQQ. Analisis ini sebagaimana dijabarkan oleh Penelitian Kaluntas, Benu dan Rori (2016) terdiri dari pembelian dan penggunaan bahan baku, biaya pemesanan serta biaya penyimpanan. Berikut penjelasannya:

Pembelian dan Penggunaan Bahan Baku

Pengaturan terkait pembelian dan penggunaan bahan baku, diantaranya ialah pengaturan mengenai jadwal. Jadwal pembelian bahan baku dapat dilakukan kurang lebih satu bulan sekali. Jumlah pembelian bahan baku dapat lebih besar ataupun lebih kecil dari jumlah penggunaan bahan baku.

Bahan baku seperti tepung, telur, mentega, dan gula dapat diperoleh dari sumber penjual (supplier) yang sama atau dapat berbeda dengan mempertimbangkan faktor biaya.

Kamu juga perlu mengalokasikan biaya transportasi apabila dijemput sendiri oleh kamu atau jika terdapat ongkos kirim yang ditetapkan supplier.

Biaya Pemesanan

Biaya pemesanan merupakan suatu biaya yang dikeluarkan setiap melakukan pemesanan. Biaya pemesanan dapat berupa biaya telepon atau biaya pulsa, dapat pula biaya paket internet untuk memesan bahan baku kepada sumber penjual (supplier).

Biaya penyimpanan 

Biaya penyimpanan ialah suatu biaya yang dikeluarkan untuk keperluan penyimpanan bahan baku. Penyimpanan dapat berupa kebutuhan penerangan dan alat. Kamu harus memperkirakan biaya penerangan untuk bahan baku milikmu.

Biaya lainnya, seperti biaya pembelian lemari es untuk menyimpan telur agar tidak cepat busuk. Penyimpanan juga bisa pada lemari biasa untuk menyimpan bahan lainnya.

Yuk, Terapkan Cara Mengatur Stok Bahan Baku Bisnis Kue!

Demikian cara untuk mengatur stok bahan baku dalam bisnis kue beserta analisis persediaan bahan baku bisnis kue milikmu. Kamu bisa langsung menerapkannya sesegera mungkin sehingga sistem pembiayaan dan penyimpanan bahan baku bisnis yang kamu miliki tetap lancar dan tidak tersendat.


Bank digital hadir untuk pelaku UKM, freelancers, dan online sellers di Indonesia. 

Urus segala keperluan bisnis dan keuangan pakai KoinWorks NEO. Kemudahan berbagai layanan seperti bebas biaya transfer antar bank dan pinjaman modal tanpa agunan untuk bisnismu hanya dengan satu aplikasi!

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​