3 Cara Tepat Mitigasi Risiko pada Bisnis Nasi Goreng

Apa saja hal yang perlu kamu perhatikan dalam mitigasi risiko pada sebuah bisnis nasi goreng?

Mitigasi risiko bisnis nasi goreng harus kamu lakukan dengan benar, agar hal-hal yang sifatnya merugikan bisnis bisa kamu atasi secara tepat.

Dalam praktiknya, melakukan mitigasi risiko harus mempertimbangkan beberapa hal.

Apa saja? Simak rangkumannya di artikel ini!


3 Cara Tepat Mitigasi Risiko pada Bisnis Nasi Goreng

Mitigasi risiko memiliki tujuan untuk mengurangi atau bahkan mengantisipasi kendala bisnis yang berpotensi menimbulkan kerugian besar.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, mitigasi risiko pada bisnis kuliner seperti bisnis nasi goreng harus mempertimbangkan beberapa hal penting.

Nah, berikut adalah beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan, dan cara melakukan mitigasi risiko secara tepat pada bisnis nasi goreng milikmu.

Silakan disimak!


1. Melakukan identifikasi

Hal penting pertama adalah mengetahui apa saja risiko yang kemungkinan besar muncul dalam bisnis nasi goreng.

Tanpa proses identifikasi, kamu akan kesulitan memutuskan langkah apa yang harus kamu ambil untuk menyelesaikan masing-masing risiko dalam bisnis nasi goreng.

Berikut penjelasan lengkapnya:

Keuangan bisnis

Salah satu bentuk risiko yang pasti akan muncul adalah keuangan bisnis.

Risiko ini berkaitan dengan pendapatan yang kamu peroleh dari penjualan produk nasi goreng.

Seperti yang kamu ketahui, tidak selamanya omzet penjualan bisnis nasi goreng akan terus stabil dan naik. Maka dari itu, kamu harus siap jika omzet penjualan menurun.

Mitigasi risiko yang berkaitan dengan keuangan bisnis, yakni dengan meningkatkan omzet penjualan. Caranya adalah membuat inovasi baru pada nasi goreng yang kamu jual.

Misalnya, pilihan topping yang beragam, mulai dari telur, suwiran daging ayam, hingga daging sapi atau kornet.

Kamu juga bisa mengantisipasinya dengan mengurangi biaya pengeluaran, seperti mengurangi jumlah porsi beras yang kamu beli atau mengurangi jumlah pegawai, jika kondisi keuangan sudah sangat buruk.

Operasional bisnis

Berikutnya adalah operasional bisnis yang berkaitan dengan karyawan, proses memasak nasi goreng, dan kebijakan bisnis yang sudah kamu tetapkan.

Bisnis nasi goreng merupakan salah satu jenis kuliner yang memiliki konsumen cukup banyak. Namun, banyak atau tidaknya konsumen, tergantung pada kualitas rasa dan pelayanan yang kamu berikan.

Rasa nasi goreng yang tidak konsisten atau berbeda-beda, bisa memengaruhi minat konsumen. Jika dibiarkan, ini akan menimbulkan masalah pada bisnis nasi goreng milikmu.

Oleh sebab itu, kamu harus selektif dalam menerima karyawan.

Usahakan menerima karyawan yang sudah berpengalaman di bidang kulineran atau juga bisa memberikan pelatihan khusus.

Alat operasional

Kamu juga perlu melakukan identifikasi risiko pada alat operasional membuat nasi goreng, seperti kompor.

Kamu harus rutin mengecek mesin operasional tersebut, minimal sekali dalam satu bulan.

Jika terjadi kerusakan pada kompor, kamu bisa melakukan perbaikan atau menggantinya dengan yang baru.

Supaya tidak cepat rusak, gunakanlah kompor secara tepat dan jangan lupa untuk selalu membersihkannya ketika selesai kamu gunakan.


2. Mengurutkan berdasarkan kerugian yang paling besar

Setelah selesai melakukan identifikasi risiko, langkah berikutnya yang harus kamu lakukan untuk mitigasi adalah mengurutkan setiap risiko bisnis nasi goreng berdasarkan potensi kerugian yang paling besar.

Supaya kamu fokus mengatasi risiko yang besar, kemudian mengatasi risiko-risiko yang sifatnya kecil.

Misalnya, kamu menempatkan keuangan bisnis sebagai risiko paling atas yang harus kamu dahulukan saat melakukan mitigasi risiko.

Di posisi kedua, kamu memilih mesin operasional, kemudian di posisi terakhir adalah risiko yang berkaitan dengan kegiatan operasional.

Alasan keuangan bisnis menjadi risiko yang paling utama, karena dampaknya sangat besar.

Selain proses produksi bisnis nasi goreng yang terhambat, kondisi keuangan yang buruk juga membuat kamu kesulitan untuk membayar kewajiban, seperti gaji karyawan, biaya sewa, hingga tidak bisa melakukan maintenance mesin.

Kondisi keuangan bisnis yang buruk ditandai oleh menurunnya omzet pendapatan.

Jika hal ini sudah terjadi, kamu tidak boleh putus asa dan menerima begitu saja.

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan, seperti rajin berinovasi, konsisten dengan kualitas rasa dan pelayanan, serta terus melakukan kegiatan promosi.

Jika ingin omzet penjualan nasi goreng naik, kamu harus memasarkannya secara luas melalui media digital.

Cara ini juga efektif untuk menghindari bisnis nasi goreng milikmu kalah saing dengan kompetitor sejenis.

Jadi, teruslah memasarkan nasi goreng melalui media sosial, seperti Instagram atau TikTok.


3. Melakukan monitoring dan review

Monitoring dan review merupakan hal penting terakhir yang perlu kamu perhatikan saat melakukan mitigasi risiko.

Ini bertujuan untuk mengetahui apakah mitigasi risiko pada bisnis nasi goreng milikmu tepat sasaran atau tidak.

Kamu harus melakukan monitoring dan review secara rutin dan mencatat seperti apa hasilnya, untuk kamu jadikan sebagai bahan evaluasi jika memungkinkan.

Misalnya, mitigasi risiko pada keuangan bisnis sudah tepat sasaran. Hal ini ditandai dengan meningkatnya omzet penjualan.

Catat apa yang menyebabkan omzet penjualan naik.

Apakah karena kualitas rasa dan pelayanan, inovasi bisnis yang kamu jalankan, atau kegiatan digital marketing yang kamu lakukan?

Catatan dari monitoring dan review ini akan membantu kamu menemukan apa strategi yang paling berhasil, kurang memuaskan, dan tidak.

Setelah itu, lakukanlah evaluasi untuk mitigasi risiko bisnis di periode berikutnya.

Karena sudah mendapatkan catatan penting, usahakan hasilnya jauh lebih memuaskan daripada mitigasi risiko di periode ini.


Yuk, Siapkan Mitigasi Risiko Bisnis Nasi Goreng Secara Tepat!

Itulah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan mengenai mitigasi risiko pada bisnis nasi goreng yang sedang kamu rintis.

Karena dampaknya sangat besar, kamu sebaiknya tidak melakukan mitigasi secara sembarangan.

Semoga bermanfaat!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

KoinWorks NEO Lead Gen Form
Kelola Bisnis Lebih Cepat dan Mudah.
Yuk, Daftar Menjadi Bagian dari KoinWorks NEO Sekarang!
Apakah Bentuk Usahamu Saat Ini?

Dapatkan berbagai informasi seputar lainnya hanya di KoinWorks.

Tentang Penulis
Gina Valerina

Gina Valerina

Gina began her professional journey within the realm of finance, accumulating a wealth of invaluable insights and hands-on experiences. Building upon this extensive background, she uses her expertise to carefully create informative articles. Each article is born from in-depth research and her unwavering dedication to providing her audience with well-verified insights.
Kalkulator finansial untuk hitung kebutuhan kamu

Hitung semua keperluan finansial kamu cukup di satu tempat

Panduan Bisnis untuk Usahamu
[Download Ebook] 7 Tanda Bisnis Kamu Butuh Pinjaman Usaha
[Download Ebook] 7 Tanda Bisnis Kamu Butuh Pinjaman Usaha
Strategi Bisnis Untuk Raih Untung Maksimal di Ramadan 2022
[Download Ebook] Strategi Bisnis untuk Raih Untung Maksimal di Ramadan 2022
[Download Ebook] Strategi Bisnis untuk Raih Untung Maksimal di Ramadan 2022
Kiat Cerdas Mencapai Kebebasan Finansial ebook cover
[Download Ebook] Kiat Cerdas Mencapai Kebebasan Finansial
[Download Ebook] Kiat Cerdas Mencapai Kebebasan Finansial
E-Book Gratis

Bacaan pilihan untuk kamu, para pejuang mimpi

Punya uang Rp.100 Ribu? Mulai pendanaan sekarang dan dapatkan keuntungan hingga 14,5%.