Home » Blog » Investasi & Keuangan Pribadi » Cara Mengelola Keuangan: Perbandingan Gaya Hidup Usia 20-an

Cara Mengelola Keuangan: Perbandingan Gaya Hidup Usia 20-an

cara mengelola keuangan

Ingin tahu cara mengelola keuangan di usia 20-an?

Di usia 20-an, biasanya mulai banyak yang dibangun, mulai dari karir, menikah, atau bahkan menetapkan tujuan keuangan masa depan

Bagaimana denganmu? Apa yang sedang kamu usahakan di usia 20-an?

 Tujuan dan target setiap orang pun berbeda-beda. 

Ada yang memilih menggunakan penghasilannya untuk memenuhi wishlist, ada juga yang lebih memilih menabungnya untuk masa depan.

Misalnya dua tipe milenial di usia 20-an di bawah ini.


Usia 20-an: Antara Gaya Hidup dan Masa Depan

Untuk membedakan kedua tipe milenial di usia 20-an, KoinWorks telah membaginya menjadi tipe A dan tipe B. 


Tipe A

Tipe yang pertama merupakan tipe A yang memiliki kebiasaan sebagai berikut:

  • Tetap liburan meski saldo tabungan cuma bisa bertahan sampai akhir bulan
  • Makan enak nomor satu, walaupun sekali makan nguras setengah kali gaji
  • Rela puasa demi beli koleksi barang terbaru

Tipe B

Bertolak belakang dengan tipe A, mari kenalan dengan milenial tipe B.

  • Memiliki aset pendanaan Rp1 miliar
  • Memiliki prinsip bahwa compounding lebih setia daripada pacar
  • Motonya “high risk dan gas pol”, alias suka investasi dengan cuan gede meskipun risikonya besar. 

Nah, dari kedua tipe di atas, mana yang paling mirip dengan kamu?

Baik tipe A atau tipe B, manajemen keuangan tetap harus dilakukan. Untuk itu, simak cara mengelola keuangan berikut, yuk!


Cara Mengelola Keuangan di Usia 20-an

1. Mencatat List Pengeluaran

Cara mengelola keuangan yang pertama adalah mencatat list pengeluaran.

Dengan begitu, kamu akan lebih mengerti secara detail kemana uangmu pergi setiap bulannya. 

Hal ini berguna untuk mengerem belanja yang berlebihan, memudahkan kamu untuk memonitor uang, serta menggunakan uang secara lebih bijak.


2. Membangun Dana Darurat

Cara mengelola keuangan yang paling penting di usia 20-an adalah membangun dana darurat.

Dana darurat adalah alokasi keuangan untuk pengeluaran yang tidak direncanakan atau tidak terduga, seperti biaya darurat medis, atau kerusakan barang secara tiba-tiba. 

Berapa dana darurat yang harus disiapkan?

Hal ini bisa disesuaikan dengan penghasilan kamu setiap bulannya.

Bagi kamu yang baru mulai membangun dana darurat, setidaknya kamu bisa mulai dengan 10-15% dari gaji selama enam bulan berturut-turut. 

Setelah terkumpul, kamu bisa tingkatkan persentasenya seiring berjalannya waktu. 


3. Keluar dari Jeratan Utang

Ketika kamu bisa mengelola utang dengan baik dan melunasinya, rencana yang ingin kamu wujudkan akan menjadi lebih realistis untuk digapai. Misalnya kamu berencana membeli rumah dalam waktu dekat.

Apabila kamu telah keluar dari jeratan utang, tentu kamu akan memiliki alokasi tabungan yang lebih banyak untuk mewujudkan rencanamu membeli rumah

Maka dari itu, buatlah rencana pembayaran utang supaya kamu dapat keluar dari jeratan utang. Caranya, sisihkan mulai dari 10% gaji untuk membayar utang. 

Setelah utang telah dilunasi, pastikan kamu tidak mengajukan utang kembali khususnya untuk hal-hal yang konsumtif.


4. Menyiapkan Dana Pensiun

Cara mengelola keuangan yang tidak kalah penting adalah menyiapkan dana pensiun.

Meskipun masa pensiun masih lama, menabung dana pensiun sejak dini tidak ada salahnya, lho. 

Menabung dana pensiun dapat dilakukan dengan menyisihkan uang pada rekening pensiun sejak dini secara konsisten sampai waktu pensiun datang. 

Idealnya, menyiapkan dana pensiun dapat kamu mulai setelah mendapatkan pekerjaan dan tidak menunda-nundanya. 

Semakin lama menyiapkan dana pensiun, maka semakin banyak uang pensiun yang akan terkumpul. 


5. Mulai Investasi

Terakhir, mulailah investasi karena semakin cepat mulai investasi, semakin baik untukmu.

Kunci sukses investasi adalah dengan mendiversifikasi portofolio investasi yang dimiliki. Misalnya, pada aset saham, obligasi, P2P, maupun reksa dana.

Sebelum itu, pastikan kamu telah mengetahui profil risiko dari masing-masing instrumen investasi.

Mengapa harus diversifikasi portofolio?

Karena alokasi aset dan diversifikasi dapat bersama-sama meminimalkan risiko dan mengurangi potensi kerugian investor


Bagi kamu yang masih bingung investasi di mana, kamu bisa mulai investasi di produk KoinP2P dari KoinWorks, lho.

Mulai dengan Rp100.000 saja kamu sudah bisa menyalurkan pendanaan kamu kepada peminjam yang terdiri dari para UMKM di seluruh penjuru negeri

Yuk, Investasi di KoinP2P!

Simulasi Pendanaan KoinWorks
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
Ketahui profil risiko investasi Anda
Profil Risiko

Berdasarkan hasil profiling kami, maka risiko investasi yang cocok untuk Anda adalah dengan imbal hasil hingga .

Jumlah dan Jangka Waktu Investasi

Masukkan jumlah dan jangka waktu pendanaan untuk mensimulasikan diversifikasi dan imbal hasil yang akan kamu dapat.

Rp ,00
Rp ,00
Perkenalkan diri Anda

Kami akan memberikan informasi mengenai promo KoinWorks setiap bulannya ke email Anda.

+62
Rekomendasi Diversifikasi

Dengan modal awal Rp dan tambahan Rp tiap bulan, maka rekomendasi diversifikasimu adalah sebagai berikut:

Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:

Dengan imbal hasil sebesar per tahun, setelah tahun maka perkiraan pengembalian uangmu adalah sebagai berikut

Rp,-

Mulai Mendanai

Mulai lakukan pendanaan di aplikasi KoinWorks sekarang dan dapatkan gratis KOIN (dana percobaan) sebesar Rp350.000,- untuk Anda gunakan di KoinP2P

Install Aplikasi KoinWorks

Cara Mengelola Keuangan: Perbandingan Gaya Hidup Usia 20-an

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​