Sebenarnya investasi itu merupakan sebuah jalan untuk meningkatkan nilai keuangan yang dimiliki ke dalam suatu bentuk instrumen baik itu jangka pendek atau jangka panjang. Rata-rata banyak orang yang memilih jangka panjang karena akan lebih terasa peningkatan nilai investasinya. Artinya, Anda memperoleh usaha investasi dalam bentuk yang maksimal. Tersedia berbagai macam bentuk investasi namun Anda haruslah mampu memilih mana yang terbaik dan memang mudah dikontrol oleh Anda sebagai investor. Banyak orang yang lebih memilih saham karena peningkatannya yang signifikan. Namun saham sendiri hanya terbatas bagi mereka yang memiliki modal atau keuangan lebih baik dibandingkan masyarakat lainnya. Dengan kata lain, belum tentu semua orang bis membeli saham yang diterbitkan oleh perusahaan. Tapi saham membuat para investor lebih santai karena bukan merekalah yang mengejar uang melainkan uang yang mengejar mereka. Namun bukan dengan modal pinjaman Anda bisa meningkatkan jumlah keuntungan dari saham.

Seolah tak merasa puas dengan keuntungan yang diperoleh, para investor saham jelas ingin profit yang semakin menguntungkan. Jika profit yang diperoleh stagnan, tentu mereka akan merasa jika usaha ini tak berjalan dengan baik atau monoton. Namun ini bukan kesalahan atau keteledoran dari pemilik usaha karena Anda sebagai investor memang tidak bisa terjun langsung pada kegiatan usaha yang dijalankan. Anda hanya perlu memiliki rencana investasi di awal sebelum memulai saham. Jangan ada unsur paksaan ketika Anda hendak membeli sebuah saham. Pikirkan perencanaan itu dengan matang mulai dari berapa banyak saham yang dibeli, saham jenis apa yang dibeli, perusahaan apa yang ingin dibeli sahamnya dan kapan kira-kira membeli saham tersebut. Dengan demikian, Anda dapat terhindar dari kerugian sekaligus dapat meningkatkan profit dibandingkan membeli saham mewah seperti sedang digoreng lalu karena terlalu lama digoreng, saham menjadi gosong dan akhirnya tak bisa digunakan lagi. Otomatis, bukan profit yang diperoleh melainkan kerugian padahal mimpi setiap investor adalah untuk mendapatkan keuntungan besar.

Bila ingin memperoleh keuntungan besar, maka sebaiknya mulai berinvestasi ketika kondisi perekonomian baik. Mengapa demikian? Mungkin sebagian Anda yang masih awam belum mengerti bahwa bursa saham itu sebenarnya merupakan sebuah cerminan dari performa perekonomian di suatu negara. Apabila kondisi ekonomi itu membaik, maka secara otomatis bursa saham pun turut meningkat dan membaik pula. Oleh karena itu, cobalah untuk melakukan investasi saham ketika kondisi eksternal perekonomian sangat mendukung dan itu akan meningkatkan keuntungan dari lembar-lembar saham yang Anda miliki. Sebagai investor, tentu sangat beresiko untuk menyerahkan atau setidaknya menitipkan uang pada sebuah perusahaan karena belum tentu pilihan Anda tepat. Bisa jadi sebuah perusahaan itu kini bersinar, namun beberapa tahun kemudian hanya tinggal nama saja seperti Nokia yang telah merajai ponsel di seluruh dunia selama 14 tahun namun kini hanya tinggal nama dan sisa-sisa ponsel bekas yang mungkin masih ditemukan di berbagai sudut tempat.

Guna mencegah hal tersebut dan tetap memperoleh keuntungan menarik, maka sebaiknya lakukan terlebih dahulu analisis sekaligus penyelidikan atas perusahan secara detail. Jangan lakukan sebaliknya dimana Anda membeli saham terlebih dahulu baru mencari informasi mengenai perusahaan itu. Jika Anda melakukan hal itu, maka resiko harus Anda terima bila terjadi sesuatu ke depannya. Tidak ada investor yang ingin berinvestasi pada perusahaan yang tidak baik atau sedang mengalami masalah. Pastinya Anda mencari perusahaan terbaik dengan kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan. Apabila saham memiliki fundamental yang baik, maka besar kemungkinannya potensi pertumbuhannya akan terus meningkat sebab umumnya naiknya harga saham akan selalu beriringan dengan kinerja perusahaan. Saham itu biasanya ditempatkan dalam second maupun third liner. Dipercaya saham yang berasal dari perusahaan lapis kedua maupun ketiga memiliki fundamental yang sangat baik sehingga memicu pertumbuhan ekonomi yang baik pula.

Namun yang Anda harus ketahui adalah perusahaan yang memiliki saham lapis kedua dan ketiga itu cenderung mempunyai fluktuasi yang tinggi sehingga resiko yang akan diterima pun jauh lebih besar lagi. Strategi yang digunakan untuk menemukan perusahaan dengan potensi pertumbuhan yang tinggi ini sering disebut dengan Growth Investing. Untuk itulah Anda tidak perlu menambah modal dengan modal pinjaman dan akan lebih baik jika Anda menggunakan cara-cara fundamental lainnya yang lebih baik tanpa mengeluarkan dana tambahan.


Simulasi Pinjaman Modal Usaha

Jumlah Pinjaman

Suku Bunga/Tahun (% APR)

Jangka Waktu (Tahun)


Hasil
Bunga Pinjaman
Pokok + Bunga

Cicilan Bulanan:

Syarat Pengajuan Pinjaman di KoinWorks



Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:
Daftar Dapat 150.000

(*) KOIN, Khusus Pendaftar Baru


Download Aplikasi KoinWorks

apple app store iosgoogle play store android app

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.