Kebiasaan Kaum Millennial Dalam Mengatur Keuangan – Berkat nasihat dari orang tua, banyak kaum millennial yang telah menjadi seorang penabung yang baik saat ini.

Kaum millennial menyadari bahwa masa depan mereka dimulai dari apa yang dilakukan pada masa kini.

Ditambah lagi, hampir tiga dari lima milennial mengatakan bahwa orang tua adalah contoh yang sangat mempengaruhi bagaimana mereka menangani keuangan mereka hari ini.

Baca Juga: Supaya Bisa Investasi Sedari Muda, Coba Lakukan 3 Hal Ini

“Penelitian kami menunjukkan bahwa orang tua tetap memiliki pengaruh kuat terhadap kebiasaan uang yang dikembangkan dan dipraktikkan anak-anak mereka sebagai orang dewasa,” kata Andrew Plepler, eksekutif Corporate Social Responsibility Global di Bank of America, dalam sebuah pernyataan.

“Penelitian tersebut menunjukkan bahwa millennial yang orang tuanya mengajari mereka akan pentingnya pengelolaan dan penghematan uang yang bijak akan menjadi lebih siap untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka di kemudian hari.”

Baca Juga: Cegah Sebelum Terlambat: Cara Agar Terhindar dari Lilitan Hutang

Namun terlepas dari pengaruh orang tua, millennial tentunya memiliki kebiasaannya tersendiri dalam mengatur keuangan. Berikut adalah kebiasaan millennial dalam mengatur keuangan, dan tips untuk menjadi lebih baik bagi para millennial:

Kebiasaan Kaum Millennial Dalam Mengatur Keuangan

kebiasaan kaum millennial mengatur keuangan - koinworks

Kebiasaan Millennial Dalam Menabung

Tabungan - Tips Hemat Selama Bulan Ramadhan

Menyimpan untuk keadaan darurat adalah prioritas utama bagi kaum millennial. Hampir setengah dari millennial (49%) mengatakan bahwa penurunan ekonomi mengubah cara mereka berpikir tentang menabung, menginvestasikan dan membelanjakannya, dan sekarang lebih banyak penghematan untuk keadaan darurat daripada hal lainnya.

Baca Juga: Krisis Keuangan? Don’t Worry Be Happy Selama Anda Melakukan 6 Tips ini

Sementara 44% millennial menabung untuk keadaan darurat, namun hanya 29% yang menabung untuk masa pensiun. Dua puluh persen lainnya menabung untuk membeli sebuah mobil dan 26% untuk membeli rumah.

Memiliki tabungan untuk hal yang tidak terduga dalam jangka pendek tentunya memang bagus, namun memiliki pandangan jangka panjang lebih awal dapat membuat perbedaan besar di masa depan.

Baca Juga: Generasi Millennial, Generasi Terkaya di Masa Depan

Kebanyakan millennial saat ini juga hanya menabung melalui tabungan biasa pada umumnya, seperti tabungan rekening, deposito, atau jenis tabungan tradisional lainnya.

Jika Anda ingin memiliki masa depan keuangan yang lebih baik, pastikan Anda turut memperhatikan tujuan menabung jangka panjang.

Spending Habit

Rajin Simpan Uang Sejak Muda, Naik Gaji Setiap Bulan

Sebuah survei baru-baru ini dari American Institute of Certified Public Accountants menunjukkan bahwa lebih dari tiga perempat millennial ingin memiliki pakaian, mobil dan gadget berteknologi terbaru yang sama dengan teman mereka.

Baca Juga: Sering Bingung Apa Bedanya Revenue dan Income? Berikut Penjelasannya

Untuk memfasilitasi hal ini setengah dari mereka harus menggunakan kartu kredit untuk membelinya. Tak jarang bahkan kaum millennial memiliki kredit yang lebih besar daripada pendapatan yang dimiliki.

Lebih dari 25% dari mereka memiliki pembayaran terlambat atau berurusan dengan penagih hutang, dan lebih dari separuhnya bahkan masih menerima bantuan keuangan dari orang tua.

Baca Juga: Tips Keuangan Untuk Anak Millennial: Mempersiapkan Keuangan di Masa Depan

Bahkan, sebuah penelitian mengatakan bahwa tujuh dari 10 anak muda mendefinisikan stabilitas keuangan sebagai keadaan dimana merekadapat membayar semua tagihan setiap bulannya.

Studi ini juga menguraikan perbedaan kebiasaan uang antara jenis kelamin, di mana pria merasa lebih cenderung mengikuti teman mereka dalam hal barang material sementara wanita cenderung lebih hemat dalam masalah penggunaan uang.

Sebagian besar tekanan yang dirasakan oleh millennials mengenai keuangan ini cenderung datang dari updatean para teman-teman millennial di media sosial.

Baca Juga: Bermimpi Untuk Menjadi Miliarder? Ini 5 Kebiasaan yang Dilakukan Miliarder Supaya Cepat Kaya

Millennial akan mempublikasikan gaya hidup mereka, seperti barang-barang branded, liburan keluar negeri, pakaian designer, dan barang lainnya.

Apa yang dipublikasikan ini kemudian memancing para millennial lainnya untuk melakukan hal yang sama.

Jika Anda ingin memiliki keuangan yang baik di masa depan, pastikan untuk dapat mengontrol diri agar tidak mengikuti pergaulan yang ada. Berusahalah untuk memporsikan keuangan Anda ke dalam porsi-porsi penting terlebih dahulu.

Millennial Dalam Berivestasi

memaksimalkan keuntungan investasi p2p lending koinworks

Banyak dari millennial memilih untuk mengikuti naluri sendiri atau mengikuti teman sebaya dalam hal berinvestasi.

Seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi, saat ini kaum millennial dapat dikatakan berada selangkah lebih maju daripada orang tua mereka dalam hal investasi.

Baca Juga: Hey Fresh Graduate, Pastikan Melakukan Hal ini Sebelum Mulai Berinvestasi

Millennial berusaha untuk melakukan investasinya sedini mungkin dengan berbagai cara dan metode. Beberapa jenis investasi yang dipilih termasuk investasi dalam bentuk properti, saham, deposito, dan juga peer to peer lending.

Akan tetapi, dari beberapa pilihan investasi yang tersedia, peer to peer lending dirasa paling nyaman bagi kaum millennial. Investasi jenis ini memungkinkan para investor untuk memulai investasi pertamanya hanya dengan nominal Rp 100 ribu.

Keuntungannya? Untuk masalah keuntungannya, investor mampu mendapatkan bunga mulai dari 18% pertahun. Sangat menggiurkan bukan?

Baca Juga: Demi Mempersiapkan Keuangan di Masa Mendatang, 18 Ceklis Ini Bisa Diterapkan Sekarang

Selain itu, investasi jenis ini juga dapat dilakukan hanya bermodalkan smartphone dan internet. Anda dapat mengakses platform P2P Lending dimana saja dan kapan saja.

Saat ini, KoinWorks hadir sebagai salah satu platform P2P Lending telah terdaftar di OJK, dan siap untuk membantu para investor untuk mengembangkan investasinya melalui mekanisme peminjaman dana kepada para borrower.




There are currently no comments.

Apa Komentar Anda?