Strategi Sukses Menjadi Dropshipper

·
4 menit
Strategi Sukses Menjadi Dropshipper Bisnis Online

Indonesia diharapkan menjadi pasar e-commerce terbesar di Asia. Pada 2021, pendapatan penjualan online diperkirakan akan mencapai 14,47 miliar dolar AS.

Jumlah ini akan menyokong pendapatan Negara juga, tak heran jika banyak orang yang mempelajari cara menjadi dropshipper di marketplace.

Tak heran, bisnis online menjadi sektor keuangan paling strategis. Dalam banyak rencana transaksi online, pengiriman langsung adalah cara yang potensial. Rencana bisnis penjualan langsung bisa dikatakan resiko terkecil dan modal terkecil.

Siapapun bisa memulai bisnis dropship yaitu menjadi dropshipper. Selama Kamu terbiasa dengan e-commerce, peka terhadap kebutuhan pasar dan bersemangat mempromosikan bisnis, pastinya usaha kamu bisa berjalan lancar.

Pahami bisnis dropship

Penjualan secara dropship merupakan model bisnis dimana seseorang menjual produk yang dihasilkan oleh pihak lain.

Namun, untuk menjual produk tersebut, orang tersebut tidak perlu menyimpan dan mengirimkan barang secara manual. Melalui sistem dropship, produsen akan mengirimkan produknya ke konsumen

Jadi, apakah dropshipper itu? Dropshipper adalah orang yang menjalankan bisnis dengan sistem dropship.

Jika Kamu menjalankan bisnis dropship di masa depan, Kamu akan disebut sebagai dropshipper. Namun ada ragam hal yang harus kamu pahami sebelum memulai bisnis satu ini.

Jika kamu menjadi dropshipper, maka kamu tak perlu dipusingkan dengan proses produksi dan pengiriman barang.

Karena semua ini sudah menjadi tanggung jawab produsen. Kemudian, tugas Kamu adalah mengembangkan bisnis itu sendiri. Apa saja langkah-langkah spesifiknya? Kamu tak perlu terburu-buru

Tentunya, sebelum memahami strategi bisnis, Kamu harus terlebih dahulu memahami cara bisnis dropship dan menjadi dropshipper.

Untuk itu, ada baiknya membaca artikel ini terkait menjadi seorang dropshipper yang sukses.

Selain cara memulai bisnis, Kamu juga akan menemukan gambaran umum bisnis dropship di artikel ini.

Apa manfaat dan tantangan dropship? Jenis produk apa yang bisa dikirim? Semuanya

Tips menjadi dropshipper sukses

Salah satu kunci sukses bisnis dropship adalah proses marketing dan customer service yang disediakan.

Kalau Kamu tipikal kreatif sekaligus menyukai interaksi, tentu tak jadi masalah. Malah, kedua hal ini bisa terdengar sangat menyenangkan.

Ada baiknya jika kamu mengkombinasikan ragam hal kreatif dengan proses eksekusi lebih terarah.

Data dan proses yang tepat dapat menjawab strategi yang kamu butuhkan untuk mendapatkan hasil menguntungkan, efektif, dan efisien. Berikut tipsnya:

Pilih produk dan partner yang sesuai

Kedua hal ini tidak bisa ditawar. Keduanya merupakan kunci sukses bisnis dropship. Pilihan produk yang tepat akan membuat Kamu menarik banyak konsumen. Partner yang tepat juga dapat mempermudah bisnis Kamu.

Namun terkadang sangat sulit untuk menentukan produk dan pemasok yang tepat. Pasalnya, tak ada cara yang paling pas untuk menemukan yang terbaik. Biasanya semua bergantung pada intuisi dan hubungan dengan mitra bisnis.

Selain produk, jangan lupakan hubungan Kamu dengan pemasok/ supplier produk. Perlakukan pemasok sebagai pihak yang sama pentingnya dengan konsumen.

Tanpa pemasok, bisnis Kamu tentu saja tidak akan berjalan. Jika pemasok tidak tersedia, tidak ada barang yang sampai ke konsumen. Nah tentukan supplier dan produk sebelum kamu memulai cara menjadi dropshipper.

Ditambah dengan layanan pelanggan yang sangat baik, produk kamu bisa masuk e-commerce.

Oleh karena itu, keberhasilan bisnis juga sangat bergantung pada mitra Kamu. Selain membangun relasi dengan partner, Kamu juga perlu mempertimbangkan rencana kerja sama yang tepat.

Keuntungan tidak selalu diperoleh dari selisih antara harga pemasok dan harga jual pengirim. Jika demikian, Kamu akan mati-matian bersaing di pasar.

Sebab, akan selalu ada penjual yang menjual produknya dengan harga lebih murah. Strategi tersebut tidak sehat karena tidak akan memberikan keuntungan pada kamu.

Tambah nilai jual yang unik

Menjual dengan harga terendah maka banyak pelanggan akan datang. Kalimat ini telah terukir di benak banyak orang. Hal yang sama berlaku untuk pedagang dan konsumen.

Mungkin inilah mengapa harga menjadi hal pertama yang harus diperhatikan. Calon pelanggan selalu mencari harga terendah.

Suka atau tidak suka, para pedagang selalu berkompetisi untuk memberikan harga paling terjangkau.

Namun harga rendah belum tentu membuat bisnis Kamu sukses. Dalam jangka panjang, praktik bisnis ini hanya akan membuat Kamu kesulitan. Oleh karena itu, Kamu dipaksa untuk menarik lebih banyak pelanggan dengan cara lain.

Menarik pelanggan baru lebih sulit dan lebih mahal daripada mempertahankan pelanggan lama.

Secara persentase, kemungkinan menjual ke pelanggan baru hanya sekitar 5-20%. Untuk bisnis dropship, sulit menambahkan nilai jual unik pada produk karena kamu tidak berhubungan langsung dengan produk.

Sebagai gantinya, kamu bisa tambahkan nilai jual pada hal-hal yang berhubungan dengan pelanggan.

Misalnya, layanan pelanggan yang andal, jaminan waktu pengiriman yang cepat, biaya pengiriman yang kompetitif, poin dan hadiah, hadiah gratis dan tester produk, dll.

Selalu perhatikan branding

Branding adalah sesuatu yang tidak lepas dari bisnis. Karena pengaruh merek, banyak orang dapat mengingat sebuah bisnis.

Karena pengaruh merek, suatu bisnis berhasil menarik pelanggan dan membedakannya dari bisnis lainnya.

Singkatnya, toko online yang tidak bermerek hanya akan membuat bisnis tersebut dilupakan. Toko yang tidak ada brandingnya hanya membuat pelanggan kurang tertarik untuk membeli produk di tempat kamu.

Citra perusahaan Kamu adalah merek/ branding. Karena identitas bisnis unik, Kamu mungkin berniat menggunakan merek sebagai nilai jual atau satu-satunya nilai jual.

Agar konsep ini lebih mudah dipahami, Kamu bisa memperlakukan merek sebagai teman. Bagaimana karakter, kepribadian, dan gayanya muncul dalam desain logo, tampilan situs web, dan materi promosi lainnya.

Selalu tawarkan kemudahan

Semua orang ingin berbelanja dengan cepat dan mudah. Oleh karena itu, Kamu perlu menerapkan sistem otomatis dalam berbelanja.

Apa pun yang bisa diotomatiskan, kamu bisa membuatnya otomatis. Apalagi yang berkaitan dengan perhitungan harga dan ongkos kirim.

Tak perlu repot-repot mewujudkannya. Hal-hal terkait belanja bisa dilakukan dengan mudah dan otomatis.

Tidak peduli seberapa besar modal yang Kamu miliki, Kamu bisa memulai bisnis dropship. Pasalnya, Kamu tidak perlu membeli produk terlebih dahulu.

Hanya ketika konsumen memiliki permintaan akan produk tertentu barulah mereka melakukan pembelian.

Selain itu, seluruh biaya pengurusan barang, termasuk ongkos pengiriman sudah menjadi tanggungan produsen barang tersebut.

Sebagai dropshipper yang Kamu butuhkan hanyalah biaya membangun dan mengelola akun penjualan kamu.

Risiko dropshipper terbilang minim. Misalnya, perubahan tren pembelian produk. Jika Kamu membeli suatu produk dan kemudian menjualnya, Kamu akan rugi jika produk tersebut tidak lagi dibutuhkan di pasaran. Nah kamu bisa ketahui ragam tips tersebut untuk mengetahui cara menjadi dropshipper.

Miko
Dengan tulisan, Miko bisa membagikan banyak hal positif. Berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan para pembaca membuatku bahagia.

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Super Financial App yang
membawamu #MelangkahLebih