Home » Strategi-bisnis » 5 Cara Mengatur Stok Bahan Baku Bisnis Desain Interior

5 Cara Mengatur Stok Bahan Baku Bisnis Desain Interior

5 Cara Mengatur Stok Bahan Baku Bisnis Desain Interior

Bagaimana cara mengatur stok bahan baku yang efisien pada sebuah bisnis desain interior?

Mengelola stok bahan baku merupakan salah satu hal penting yang perlu kamu lakukan sebagai seorang pemilik bisnis desain interior.

Mengapa hal ini penting? Karena kamu perlu menjaga agar bahan baku ini tidak rusak, dan kualitasnya terjaga ketika sewaktu-waktu perlu kamu gunakan.

Masalahnya, setiap bahan baku dalam bisnis desain interior ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Beberapa bahan baku memiliki daya tahan lama, sebagian lagi tidak; ada bahan baku yang tidak bisa bercampur dengan bahan lainnya, ada juga yang mudah rusak, dan lainnya.

Lantas, bagaimana cara mengaturnya?


5 Cara Mengatur Stok Bahan Baku Bisnis Desain Interior

Dalam bisnis desain interior, bahan baku sangat menentukan masalah kualitas hasil akhir.

Untuk itulah pengelolaan bahan baku menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.

Ada 5 cara yang bisa kamu lakukan untuk melakukan pengelolaan bahan baku ini, yaitu:


1. Mengelompokkan bahan berdasarkan jenis

Cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengelola bahan baku adalah dengan melakukan pengelompokkan dari setiap bahan baku tersebut.

Pengelompokkan ini sendiri bisa kamu lakukan sambil menyesuaikan dengan kebutuhan.

Contohnya, kamu kumpulkan berdasarkan tujuan penggunaan. Nantinya kamu bisa mengelompokkannya lagi menjadi:

  • Bahan baku untuk produksi, misalnya kayu.
  • Bahan baku pendukung produksi, misalnya cat.

Kamu juga bisa mengelompokkan berdasarkan waktu bahan tersebut datang. Misalnya, kamu bisa mengelompokkan mana bahan baku yang datang pertama, dan mana yang terakhir.

Selain itu, kamu juga bisa memisahkan mana bahan baku yang awet, dan mana yang cepat rusak.


2. Membuat database

Jika proses produksi kamu cukup cepat dan merasa pengelolaan bahan baku menjadi berantakan, maka solusi terbaik adalah membuat database yang terintegrasi dengan semua sistem dan bagian dalam bisnis kamu.

Nantinya, database ini tidak hanya mengelola bahan baku, tetapi juga ketika barang sudah jadi, siap jual, dan ketika barang terjual. Dengan cara ini, maka semua pergerakan bahan baku bisa terpantau dengan lebih baik.

Beberapa keunggulan dari menggunakan database, antara lain:

  • Informasi tentang stok bahan baku menjadi lebih jelas.
  • Jika bahan baku hampir habis, maka proses pembelian menjadi lebih cepat.
  • Proses permintaan barang menjadi lebih cepat
  • Semua bahan, mulai bahan baku sampai jadi, bisa terpantau dengan lebih teliti.

Pembuatan database untuk hal ini juga termasuk mudah dan murah. Harganya mulai dari jutaan, tergantung permintaan dan kebutuhan kamu.


3. Membuat forecast kebutuhan bahan baku

Forecasting atau perkiraan juga merupakan hal yang perlu kamu lakukan ketika mengelola stok bahan baku bisnis desain interior.

Tujuannya adalah memperkirakan apakah stok akan cukup, dan juga apakah masih ada tempat untuk menyimpan bahan baku tersebut.

Dua tujuan forecasting ini akan sangat berkaitan dengan masalah produksi.

Misalnya, selama setahun yang lalu, kamu membutuhkan 1 ton kayu untuk bahan baku. Maka di tahun depan, kamu bisa memperkirakan berapa ton kayu yang kamu butuhkan tiap bulannya.

Jika kamu ingin skala produksi tetap, maka mungkin kamu membutuhkan jumlah yang sama. Namun, jika kamu ingin menambah skala produksi, maka kamu bisa memesan 1,5 ton kayu.

Masalah forecasting juga akan berkaitan dengan kesiapan tempat penyimpanan.

Misalnya, setiap akan menghadapi Lebaran, bisnis kamu membutuhkan 3 kali lipat bahan baku dari jumlah normal. Maka, apakah kamu punya gudang yang bisa menampung bahan baku sebanyak itu?

Jika tidak ada, apa solusi yang bisa kamu lakukan?

Apakah kamu akan menolak pesanan?

Apa kamu berencana menyewa tempat lain untuk gudang sementara, atau malah memutuskan untuk membuat gudang baru?


4. Memeriksa fisik bahan baku sebelum disimpan

Ketika akan menyimpan bahan baku, maka sebaiknya lakukan pemeriksaan fisik beberapa kali.

Hal ini untuk mengantisipasi ada masalah yang terlewat.

Misalnya, jika kamu ingin menyimpan kembali cat sisa, maka pastikan hal seperti:

  • Tanggal kedaluwarsa
  • Volume cat sisa
  • Berapa lama sebelum cat tersebut kamu gunakan kembali
  • Tutup container cat sudah tertutup rapat

Tidak hanya untuk barang sisa, namun hal ini juga perlu kamu lakukan jika ada bahan baku yang baru datang.

Dalam hal ini, maka kamu perlu memeriksa hal seperti:

  • Pesanan dan jumlahnya sudah sesuai
  • Kondisi bahan baku yang baik
  • Kemasan atau pengemasan sudah sesuai

Tujuan dari pengecekan ini juga untuk membandingkan data dengan kondisi aslinya.

Salah satu hal penting yang perlu kamu ingat, beberapa bahan baku furnitur bukanlah barang yang bisa bertahan lama.

Bahan cat misalnya, meskipun umur simpannya masih lama, namun karena sudah pernah kamu gunakan atau kemasannya rusak, maka bisa saja umur simpannya menjadi lebih pendek.


5. Memisahkan stok lama dan baru

Dalam industri bisnis desain interior, maka kamu akan menemukan bahan baku yang sekali pakai, bahan yang bisa berkali-kali digunakan, stok bahan baru, dan juga yang bekas.

Karena perbedaan karakter tiap bahan baku ini, maka sebaiknya kamu memisahkan semua bahan tersebut sesuai kondisinya.

Cara yang paling mudah adalah dengan tidak menggabungkan antara bahan baku yang masih baru, dengan barang yang lama atau sudah pernah kamu gunakan.

Tujuan utamanya tentu menjaga kualitas. Jika hal ini terjadi, maka sebaiknya kamu menghabiskan dulu stok lama, sebelum menggunakan stok bahan baku yang baru.


Sudah Siap Mengatur Stok Bahan Baku dengan Tepat?

Dalam industri yang bahan bakunya tidak murah dan kadang tidak bisa bertahan lama, maka pengelolaan stok bahan baku di bisnis desain interior menjadi hal yang sangat penting.

Tujuan utamanya tentu saja untuk menjaga kualitas dari bahan-bahan tersebut. Pengaturan yang baik ini juga bisa menjamin kualitas dari produk yang bisnismu hasilkan agar tetap terjaga.

Semoga bermanfaat!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
5 Cara Mengatur Stok Bahan Baku Bisnis Desain Interior

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​