Home » Strategi-bisnis » 6 Cara Mengembangkan Segmentasi Pasar di Bisnis Fotografi

6 Cara Mengembangkan Segmentasi Pasar di Bisnis Fotografi

6 Cara Mengembangkan Segmentasi Pasar di Bisnis Fotografi

Bagaimana cara mengenali & mengembangkan segmentasi pasar yang baik, pada sebuah bisnis fotografi?

Segmentasi pasar merupakan strategi dalam pemasaran yang membagi pasar dari sebuah produk atau jasa, ke dalam kelompok konsumen atau klien dengan melihat dari karakteristik, perilaku, hingga minat mereka.

Kegunaan dari segmentasi pasar adalah untuk mencapai pemasaran yang optimal, sehingga keuntungan yang bisnismu dapatkan juga akan maksimal.

Tahap lanjutan dari melakukan riset terhadap pasar ini bertujuan agar kamu sebagai  seorang pemilik bisnis dapat mengenali kategori atau kelompok konsumen mana yang tepat menjadi target pasar untuk bisnis fotografimu.

Untuk bisa menentukan segmentasi pasar yang tepat, maka kamu perlu untuk mengetahui cara mengenali dan mengembangkan segmentasi pasar yang benar.

Artikel ini akan membahas perihal cara-cara yang bisa kamu lakukan dalam menentukan segmentasi pasar untuk sebuah bisnis fotografi.

Bagi kamu yang tertarik untuk membuka bisnis di bidang fotografi, yuk cari tahu selengkapnya melalui artikel ini.


4 Segmentasi Pasar di Bisnis Fotografi

Dengan memahami cara mengenali & mengembangkan segmentasi pasar, maka bisnismu akan berjalan dengan lancar.

Ini karena salah satu faktor utama penunjang keberhasilan sebuah bisnis terletak pada ketepatan target pasarnya.

Nah, berikut ini terdapat beberapa jenis segmentasi pasar yang perlu kamu ketahui untuk mengenali segmentasi pasar dalam sebuah bisnis, yang dalam hal ini contohnya adalah bisnis di bidang fotografi.

1. Segmentasi berdasarkan demografi

Jenis segmentasi pasar yang pertama, yaitu segmentasi demografis.

Jenis ini dikenal sebagai salah satu pengelompokkan golongan konsumen atau klien berdasarkan beberapa aspek demografi seperti usia dan jenis kelamin.

Pada bisnis fotografi, segmentasi pasar demografis ini juga bisa kamu lakukan. Kamu bisa mengenali para konsumen, dan mengelompokkan mereka sesuai dengan kondisi demografisnya.

Pembagian konsumen ini juga bisa kamu sesuaikan dengan jenis pelayananmu, seperti misalnya apabila kamu melayani bisnis fotografi dengan jasa pemotretan untuk pernikahan, maka segmentasi pasarnya adalah untuk orang yang akan menikah.

Kemudian bisa juga apabila kamu menyediakan jasa pemotretan untuk buku tahunan sekolah maka segmentasi pasarnya yaitu untuk rentang usia anak sekolahan.

2. Segmentasi berdasarkan psikografi

Jenis segmentasi pasar berikutnya yaitu segmentasi psikografis.

Jenis pembagian kelompok konsumen satu ini diberlakukan dengan memperhatikan faktor psikologis berupa kesenangan.

Tidak hanya itu saja, mengkategorikan pasar berdasarkan psikografisnya juga bisa kamu lakukan dengan memperhatikan pendapat para calon konsumen atau klien.

Dalam bisnis fotografi, untuk mengetahui preferensi kesukaan konsumen, maka kamu bisa melakukan survei kepada mereka agar nanti hasil dari fotografi yang kamu hasilkan dapat sesuai dengan kemauan konsumen.

Dengan melakukan survei kamu juga bisa mengetahui beragam strategi pemasaran lainnya yang bisa kamu dan bisnis fotografimu lakukan, untuk memikat lebih banyak konsumen.

3. Segmentasi beradasarkan perilaku

Untuk mengenali segmentasi pasar ketiga, kamu bisa lihat dari perilaku para konsumen bisnis fotografimu.

Jenis segmentasi pasar ketiga ini merupakan pembagian kelompok konsumen yang bisa kamu lihat dari perilaku, reaksi, hingga kebiasaan dalam menggunakan layanan bisnis milikmu.

4. Segmentasi berdasarkan geografi

Kemudian terdapat juga jenis segmentasi pasar yang membagi golongan konsumen berdasarkan lokasi atau wilayahnya.

Dengan membuat pengelompokkan konsumen beradasarkan wilayah dan domisili mereka, maka kamu bisa juga mengetahui kebutuhan dari para konsumen tersebut.

 


6 Cara Mengembangkan Segmentasi Pasar di Bisnis Fotografi

Sedangkan untuk mengembangkan segmentasi pasar, beberapa cara yang bisa kamu lakukan, di antaranya sebagai berikut.

1. Menentukan target pasar

Hal pertama harus kamu lakukan adalah dengan menentukan target pasar dari bisnis fotografimu.

Dalam menentukan target pasar, terdapat beberapa jenis konsumen yang harus kamu perhatikan, di antaranya yaitu: 1) new customer atau konsumen baru, 2) focused customer atau merupakan konsumen yang kamu perlukan untuk memfokuskan keberlangsungan bisnis secara lanjut, serta 3) support customer atau merupakan konsumen yang berguna untuk mendukung produk dari bisnis milikmu.

Ketiga hal yang berkaitan dengan konsumen atau klien di atas perlu bisnismu perhatikan dalam penentuan target pasar, agar strategi marketing bisnismu bisa lebih tepat sasaran.

2. Mengetahui kebutuhan konsumen

Kemudian, usai berhasil menemukan target pasar, maka kamu bisa pelajari perihal kebutuhan mereka.

Sesuaikan antara apa yang target pasar tersebut butuhkan, dengan produk dan pelayanan yang kamu dan bisnismu tawarkan.

Untuk mengetahui apa-apa saja yang mereka butuhkan, maka kamu bisa melakukan survei yang kamu tujukan kepada calon konsumen atau klien dari bisnis fotografi milikmu.

Guna dari mengetahui kebutuhan konsumen adalah untuk memudahkan bisnismu dalam membuat rencana bisnis karena sudah memiliki acuan.

3. Mengetahui perilaku konsumen

Pada tahap ini kamu hanya perlu mengamati perilaku dari para konsumen, atau kamu juga bisa secara langsung meminta ulasan kepada mereka, usai menggunakan jasa fotografimu.

4. Mengelola data

Setelah mengetahui dan memahami data yang berhubungan dengan para konsumen, maka untuk mengembangkan segmentasi pasar kamu bisa mulai untuk mengelola data.

Dengan mengelola data ini maka kamu bisa mengetahui peluang atau kesempatan dari bisnis fotografi yang kamu miliki terhadap masing-masing segmentasi pasar.

5. Menentukan strategi marketing

Setelah mengenali masing-masing jenis segmentasi pasar, maka untuk bisa mengembangkannya kamu perlu menerapkan strategi marketing yang berbeda.

Buat dan susun strategi pemasaran yang cocok dengan target pasar yang hendak kamu tuju, berdasarkan segmentasi pasarnya.

6. Evaluasi

Tahapan terakhir, yaitu kamu perlu melakukan evaluasi.

Usai taktik pemasaran tadi kamu jalankan, maka kamu bisa mengevaluasinya dengan melihat dari masing-masing respon konsumen atau klien setelah menggunakan jasa fotografimu.


Sudah Siap Mengembangkan Segmentasi Pasar di Bisnis Fotografi?

Itulah ulasan mengenai jenis segmentasi pasar, beserta beberapa cara untuk mengembangkannya di bisnis fotografi yang sedang kamu rintis.

Penjelasan terkait cara mengenali dan mengembangkan segmentasi pasar di atas diharapkan dapat membantu kamu sebagai seorang pemilik bisnis fotografi untuk menentukan segmentasi pasar, dan bisa membantumu untuk mengembangkan bisnis tersebut.

Selamat mencoba!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
6 Cara Mengembangkan Segmentasi Pasar di Bisnis Fotografi

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​