Home » Strategi-bisnis » 5 Strategi Atasi Penurunan Penjualan Bisnis Pakaian Anak

5 Strategi Atasi Penurunan Penjualan Bisnis Pakaian Anak

5 Strategi Atasi Penurunan Penjualan Bisnis Pakaian Anak

Bagaimana strategi yang tepat untuk mengatasi penurunan penjualan pada bisnis pakaian anak milikmu?

Setiap jenis bisnis pasti pernah mengalami penurunan angka penjualan; tidak terkecuali untuk bisnis pakaian, khususnya bisnis pakaian anak.

Ada banyak faktor yang bisa membuat penjualan menurun; seperti daya beli masyarakat, kebutuhan, hingga faktor eksternal seperti pandemi.

Namun, kamu tidak perlu khawatir jika bisnismu tahu strategi mengatasi penurunan penjualan tersebut.


5 Strategi Mengatasi Penurunan Penjualan di Bisnis Pakaian Anak

Penurunan penjualan adalah salah satu hal yang paling menghantui para pemilik bisnis.

Terlebih lagi karena tidak semua orang membutuhkan pakaian anak, walaupun permintaannya selalu tetap ada dan lumayan tinggi.

Nah, oleh karena itu, simaklah beberapa cara atau strategi yang bisa membantu kamu dalam mengatasi momen penurunan penjualan, pada bisnis pakaian anak yang sedang kamu rintis.


1. Melakukan evaluasi kinerja bisnis

Memiliki bisnis pakaian anak yang mapan dan berjalan dengan baik bukan berarti bisnis kamu tidak membutuhkan evaluasi.

Kamu harus tetap melakukan evaluasi terhadap kinerja bisnismu, untuk mengidentifikasi dan memperbaiki permasalahan yang menjadi sumber penurunan penjualan.

Kinerja bisnis utamanya bisa kamu lihat dari penjualan, namun kamu juga perlu memperhatikan hal lainnya, seperti engagement dari media sosial, performa iklan digital, kualitas produk maupun pengemasan, serta kecepatan pengiriman barang.

Lihatlah dari beberapa faktor di atas, di manakah letak permasalahan yang membuat penjualan bisnis kamu menurun.

Misalnya, kamu menemukan masalahnya ada di kualitas produk pakaian. Lalu, apa langkah yang kamu ambil untuk menyelesaikannya? Misalnya, kamu memutuskan mengganti jenis bahan atau bahkan mengganti supplier.


2. Membuat lingkungan kerja yang kondusif

Lingkungan kerja yang kurang menyenangkan juga bisa berpengaruh pada penurunan penjualan.

Hal ini karena karyawan yang mengalami stres dan banyak tekanan, sehingga membuat mereka tidak bisa mencapai target yang sudah bisnismu tentukan.

Membangun lingkungan kerja yang menyenangkan bisa menjadi salah satu langkah dalam mengatasi penurunan penjualan pakaian anak. Hal ini pun bisa kamu mulai dengan memastikan bahwa semua karyawan merasa dihargai.

Berikanlah mereka gaji yang pantas dan sesuai dengan kinerja mereka, dukung mereka lebih berkembang dengan memberikan pengarahan dengan bahasa yang baik.

Besaran gaji yang pantas berbeda-beda setiap daerahnya, menyesuaikan dengan UMP (Upah Minimum Provinsi).

Kamu bisa sesuaikan besaran gaji dengan UMR maupun UMK, dan berikan kenaikan gaji juga jika karyawanmu sudah bekerja dalam waktu cukup lama dengan baik.

Di sisi lain, kamu juga bisa membangun suasana kekeluargaan dengan melakukan kegiatan bersama-sama, seperti kegiatan outboundteam-bonding atau team-building, piknik bersama, atau bahkan nonton bioskop.

Hal ini dapat menumbuhkan koneksi antara kamu dan karyawan, maupun antar karyawan itu sendiri. Dengan demikian, kekompakan dan kerja sama antar karyawan pun dapat terjalin dengan baik.


3. Menentukan target yang realistis

Setelah mampu membangun lingkungan kerja yang nyaman, kamu pun bisa mulai menentukan target dalam bisnismu.

Pastikan targetmu masih realistis, dan memang terjangkau oleh tim penjualan.

Sebagai contoh, kamu menentukan target penjualan sebanyak 1.000 potong pakaian dalam sebulan.

Namun, kamu hanya memiliki 2 orang tim marketing dan 3 orang tim packing. Tentu target ini akan sulit tercapai.

Ingatlah, penentuan target harus kamu sesuaikan dengan jumlah karyawan dan pembagian beban kerja yang masih manusiawi.

Kamu juga bisa membuat target jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

Misalnya, target jangka pendek adalah penjualan baju anak sebanyak 100 potong dalam seminggu, jangka menengah adalah 500 potong dalam sebulan, dan 6.000 potong pakaian dalam satu tahun.

Target jangka pendek, menengah, dan panjang ini bisa menjadi back-up plan.

Sebagai contoh, ketika target 100 potong pakaian satu minggu tidak terpenuhi, kamu bisa kejar di minggu berikutnya. Atau ketika target penjualan bulanan tidak tercapai, kamu bisa kejar di bulan berikutnya.


4. Melakukan optimasi strategi marketing

Marketing adalah salah satu bidang yang cukup dinamis.

Strategi marketing selalu bergerak mengikuti tren dan selera konsumen. Oleh karena itu, kamu perlu melakukan optimasi dalam strategi marketing bisnismu, untuk meningkatkan penjualan produk pakaian.

Beberapa cara untuk melakukan strategi marketing, yaitu:

  • Kenali audience bisnismu. Tidak hanya mengetahui dari kelompok mana konsumen ideal itu berasal, tetapi kamu juga harus tahu apa yang mereka minati, dan apa yang membuat mereka tertarik dengan produk pakaian anak.
  • Jadikan audience tersebut sebagai target pasar bisnismu. Sekarang kamu sudah tahu siapa dan di mana audience bisnismu berada. Kemudian, bangun marketing campaign yang sesuai dengan preferensi audience tersebut.
  • Terlibatlah dalam beragam komunitas yang relevan dengan tema bisnis. Temukan acara lokal dan berpartisipasilah dalam kegiatan tersebut.
  • Manfaatkan direktori lokal. Cara mudah untuk melakukan optimasi strategi marketing adalah memastikan bisnis pakaian anak yang kamu jalankan muncul di hasil pencarian lokal. Kamu bisa melakukannya dengan Google Ads.
  • Kumpulkan dan unggah semua ulasan atau review dari para konsumen. Orang-orang cenderung memberikan ulasan ketika ada hal yang negatif atau merugikan mereka. Tetapi tidak sedikit juga orang yang suka menulis ulasan positif. Oleh karena itu, bagikan ulasan tersebut untuk menghargai mereka.

5. Memanfaatkan software manajemen bisnis

Ketidakmampuan untuk mengatur waktu bisa jadi salah satu alasan mengapa target penjualan bisnis kamu tidak tercapai.

Untuk mengatasi masalah ini, solusi terbaik adalah menggunakan software manajemen bisnis otomatis. Misalnya, seperti manajemen prospek, manajemen inventaris, CRM, dan lain sebagainya.

Selain menghemat waktu, memanfaatkan software juga akan mengurangi inefisiensi dan meningkatkan kepuasan konsumen, sehingga meningkatkan penjualan.

Ada berbagai jenis program software yang tersedia di pasaran, yang bisa membantu kamu menangani berbagai aplikasi melalui satu dasbor. Beberapa contoh aplikasi yang bisa kamu coba adalah Microsoft Dynamics CRM, EngageBay, dan Pipedrive.


Yuk, Segera Atasi Penurunan Penjualan di Bisnis Pakaian Anak!

Ketika penjualan mulai menurun, ini mungkin adalah sebuah pertanda bahwa ada suatu hal yang perlu kamu ubah atau tingkatkan pada bisnismu.

Oleh karena itu kamu harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi penurunan angka penjualan pada bisnis pakaian anak.

Semoga bermanfaat!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
5 Strategi Atasi Penurunan Penjualan Bisnis Pakaian Anak

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​