Banyak beranggapan bahwa syarat pengajuan kredit tanpa agunan (KTA) susah, padahal seajatinya tidak. Sebenarnya, Anda tidak perlu merasa khawatir dan takut untuk mengajukan KTA, asalkan sudah mempertimbangkannya secara masak – masak. Perihal dokumen sebagai syarat adalah soal teknis. Namun, ada setidaknya dua pertanyaan utama yang harus selalu Anda pertanyakan kepada diri Anda sendiri sebelum memutuskan untuk mengajukan permohonan, yaitu:

  • Apa tujuan Anda mengajukan kredit tanpa agunan?
  • Bagaimana Anda akan mengangsur pinjaman supaya bisa lunas tepat pada waktunya?

Kredit Tanpa Agunan atau KTA merupakan salah satu solusi bagi Anda yang memang membutuhkan suntikan dana dengan cepat dan mudah tanpa jaminan apapun. Kredit ini pada umumnya dimanfaatkan untuk tujuan yang bersifat produktif, salah satunya untuk merenovasi rumah atau menambah modal usaha, meski ada pula yang menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya konsumtif.

Simulasi

Dengan melakukan simulasi KTA, Anda akan mendapatkan gambaran umum tentang besaran cicilan serta bunga yang harus Anda bayar setiap bulan. Berikut adalah contoh simulasinya secara umum:

  • Si A mendapatkan kredit tanpa agunan dengan besaran Rp 12.000.000 dengan tenor 2 tahun atau 24 bulan. Dalam hal ini pihak kreditur mengenakan bunga dengan besaran 10% per tahun. Maka berapakah angsuran per bulan yang harus ditanggung?

Dari contoh kasus di atas kita ketahui bahwa:

  • Besaran cicilan pokok pinjaman si A adalah Rp 12.000.000 / 24 bulan = Rp. 500.000
  • Bunga per bulan yang dikenakan adalah Rp 12.000.000 X 10% = Rp 100.000
  • Jadi, angsuran per bulan yang harus dibayar oleh si A adalah Cicilan pokok + bunga = Rp 600.000

Meski tidak mengharuskan nasabah untuk menyerahkan agunan, namun harus diingat dan dipahami bahwa KTA adalah utang atau pijaman yang jika tidak dibayar maka akan ada sanksi yang akan dikenakan kepada debitur atau peminjam.

Oleh karenanya, Anda harus menghitung dan mempertimbangkan dengan cermat pendapatan serta pengeluaran yang Anda miliki setiap bulannya. Angsuran KTA tentunya harus dimasukkan ke dalam pengeluaran per bulan Anda dan lihat apakah masih ada sisa uang pendapatan yang dapat ditabung.

Sebelum masuk ke tahap simulasi KTA, ada baiknya Anda mencermati tahapan pengajuan permohonannya terlebih dahulu, yang meliputi:

  • Menentukan bank

Anda harus mempertimbangkan baik – baik mana bank yang memiliki KTA yang paling cocok dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Perlu pula Anda mempertimbangkan limit nominal pinjaman dan jumlah bunga yang harus Anda tanggung.

  • Persiapkan dokumen yang diperlukan

Umumnya, bank akan meminta beberapa dokumen sebagai syarat pengajuan kredit yang berupa

  1. Fotokopi KTP dan kartu keluarga
  2. Fotokopi akta nikah/kematian/cerai,perjanjian pra nikah
  3. NPWP/SPT
  4. Rekening tabungan 3 bulan terakhir
  5. Slip gaji bagi karyawan atau surat keterangan penghasilan bagi wiraswasta
  • Hubungi bank

Untuk mengajukan permohonan KTA, sebaiknya Anda datang langsung ke bank yang Anda inginkan. Namun, kini ada beberapa bank yang telah memberikan kemudahan yakni dengan menyediakan layanan online.

  • Verifikasi dan survei

Bank akan menghubungi untuk mengkonfirmasi kelengkapan dokumen yang Anda ajukan. Anda kemudian akan diminta untuk datang ke bank untuk melakukan wawancara. Setelah itu, pihak bank akan mengirimkan staff untuk melakukan survey, terutama ke tempat tinggal dan tempat kerja.

  • Tunggu

Ketika semua tahapan sudah selesai, maka Anda tinggal menunggu kabar dari bank. Untuk mengabulkan permohonan pinjaman KTA, bank biasanya membutuhkan waktu 3 hingga 7 hari.

Perlu untuk diketahi bahwa salah satu faktor penunjang dikabulkannya KTA adalah ketika rekening tabungan Anda rutin terisi setiap bulan. Selain itu, riwayat kredit yang bagus juga akan menjadi faktor pertimbangan bank untuk mengabulkan atau menolak permohonan kredit Anda.

Seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya, jumlah angsuran kredit haruslah diperhitungkan dengan cermat agar tidak membebani keuangan Anda setiap bulannya. Harus pula diketahui bahwa Bank Indonesia akan melakukan pencatatan data kredit setiap nasabah bank dan kemudian akan digunakan untuk menentukan apakah di masa depan Anda diperbolehkan untuk mengajukan kredit atau tidak. Oleh sebab itu, pastikan bahwa Anda membayar tepat waktu dan melunasi setiap kredit yang Anda dapatkan agar tidak menyulitkan Anda ketika di masa depan Anda ingin kembali mengajukan permohonan pinjaman.




There are currently no comments.

Apa Komentar Anda?