Strategi Untuk Pensiun Dini di Bawah 40 Tahun – Sebagian besar orang berpikir jika mereka akan bekerja terus hingga memasuki masa pensiun yang telah ditentukan oleh perusahaa baik itu negeri maupun swasta.

Bila pegawai negeri, biasanya mereka masih akan menerima gaji pensiun setiap bulannya, namun untuk pegawai swasta seringkali perusahaan hanya menerima pesangon sehingga orang-orang yang bekerja di swasta sebaiknya memiliki perencanaan yang baik untuk menghadapi masa tua seperti membuat strategi investasi.

Hanya saja, ada pula sebagian orang yang lebih memilih atau ingin sekali untuk berhenti bekerja dan pensiun dini ketika usia mereka masih belum genap 40 tahun.

Baca Juga: 5 Kesalahan yang Dilakukan Oleh Karyawan yang Pensiun Dini

Banyak hal yang menjadi penyebab seperti jenuhnya warga menghadapi rute pergi dan pulang kantor yang terlalu jauh, belum lagi bila terjebak macet, berdesakan di gerbong kereta, pergi pagi pulang malam, dikejar hutang, dikejar dengan deadline dan dimarahi oleh bos.

Lagipula, siapa yang ingin bekerja terus dan tidak menikmati hidup? Hampir seluruh hidup seseorang berada di kantor dah mereka tak punya waktu untuk menghabiskan waktu di rumah.

Akan tetapi mereka sangat takut untuk mulai pensiun karena nantinya tak akan memperoleh penghasilan apapun.

Sebenarnya pensiun dini bisa dilakukan apabila Anda memiliki perencanaan yang matang dan siap sebagai berikut:

Strategi Untuk Pensiun Dini di Bawah 40 Tahun

1. Memasang target

Pensiun tidak harus menunggu tua terlebih dahulu. Biasanya usia harapan hidup yang ada di Indonesia adalah 70 tahun dan untuk usia pensiun yang ideal adalah 55 tahun.

Namun jika Anda berusia 30 tahun dan sangat ingin untuk pensiun dini di usia 40 tahun, ada waktu selama 10 tahun dalam mempersiapkannya.

Baca Juga: Mempersiapkan Dana Pensiun Dengan Rp 100.000 Setiap Hari

Ketika akan mengajukan pensiun, maka dalam rentan waktu 10 tahun itu janganlah diisi dengan sesuatu yang tidak berguna seperti bermalas-malas, menghamburkan uang atau hanya bersantai saja.

Cobalah untuk mengumpulkan dana yang akan digunakan untuk pensiun dini tersebut dan menjalankan rutinintas seperti biasa. Buatlah target dalam hidup dan Anda pun akan memperoleh perencanaan yang matang.

2. Menghitung biaya hidup milik Anda saat ini

Salah satu perencanaan yang harus Anda lakukan adalah menghitung biaya hidup Anda saat ini. Biaya yang tergolong dasar termasuk dalam makan, biaya transportasi termasuk jika menggunakan mobil sendiri, biaya sandang, cicilan hutang jika ada.

Baca Juga: Kesalahan Menabung Dana Pensiun yang Harus Dihindari dari Usia 20-an

Sebagai contoh setiap bulannya biaya hidup milik Anda bisa sampai Rp 5 juta. Apabila terjadi inflasi, maka kebutuhan itu akan ditambah dengan nilai 6% sehingga biaya hidup Anda setiap bulannya adalah Rp 5,3.

Biaya hidup ini sangat menentukan di masa depan karena Anda harus pandai-pandai mengatur keuangan ketika tak ada lagi dana yang masuk.

Sebaiknya cobalah untuk mengurangi pembiayaan yang dinilai kurang penting dan mengurangi belanja. Fokuskan uang Anda pada kebutuhan hidup yang penting atau primer.

3. Menghitung total hutang milik Anda

Setelah menghitung biaya hidup Anda, pastikan pula untuk menghitung total hutang yang Anda miliki untuk menghadapi pensiun dini sebab Anda akan membayar hutang tanpa adanya pemasukan kembali.

Baca Juga; Berapa Banyak Uang yang Harus Ditabung Setiap Bulannya Agar Milenial Bisa Pensiun Dengan Nyaman?

Pasanglah target guna melunasi hutang itu jika memang ada. Kalau bisa lunasilah sebelum Anda masuk menuju masa pensiun.

Intinya adalah ketika Anda pensiun nanti, Anda sudah terbebas dari hutang baik itu KPR maupun KTA atau kredit kendaraan bermotor.

Setiap hutang pasti memiliki tenor. Cobalah untuk melunasinya sebelum memasuki masa pensiun dan jangan menumpuk hutang karena hal itu akan membuat Anda merugi.

4. Mengelola pesangon dengan baik

Bagi Anda yang bekerja di perusahaan swasta, ketika akan pensiun Anda akan memperoleh pesangon yang hanya diberikan satu kali sebelum Anda pensiun.

Baca Juga: Tips Mengoptimalkan Dana Pensiun Untuk Bisnis

Namun jangan berpikir bila pesangon merupakan rejeki nomplok yang datang tak terduga sehingga Anda bisa menggunakannya untuk berbagai macam hal.

Bila Anda tidak mampu mengelola dana tersebut dengan baik, maka uang itu akan menguap dengan cepat tanpa hasil apapun.

Sebaiknya alokasikan dana pesangon ini dengan tepat seperti 30% digunakan untuk melunasi sisa hutang, 50% dijadikan tabungan dan 20% lagi dijadikan dana investasi.

Baca Juga: 5 Kesalahan yang Dilakukan Oleh Karyawan yang Pensiun Dini

Pastikan untuk mengetahui strategi investasi apa yang Anda inginkan sehingga uang yang Anda miliki bisa bertambah nilainya dan berguna untuk menghadapi masa tua Anda.


Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:
Daftar Dapat 150.000

(*) KOIN, Khusus Pendaftar Baru


Download Aplikasi KoinWorks

apple app store iosgoogle play store android app

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.