7 Hal Penting dalam Mitigasi Risiko Bisnis Sembako

Apa saja hal penting yang perlu kamu perhatikan dalam mitigasi risiko pada sebuah bisnis sembako?

Barang-barang yang umumnya tersedia pada sebuah bisnis sembako memang adalah produk yang akan selalu banyak orang cari dan butuhkan.

Namun, sama seperti bidang bisnis lain, bidang bisnis ini pun bukan tanpa risiko.

Oleh karena itu, kamu sebagai seorang pemilik bisnis sembako wajib menerapkan beberapa cara untuk memitigasi dampak dari terjadinya risiko-risiko tersebut.


7 Hal Penting yang Perlu Kamu Perhatikan dalam Mitigasi Risiko Bisnis Sembako

Dengan melakukan mitigasi, harapannya bisnis sembako milikmu akan terus bertahan menghadapi setiap risiko dan tantangan.

Berikut 7 hal yang wajib kamu ketahui sebagai pemilik bisnis sembako:


1. Keakuratan timbangan

Bisnis sembako erat kaitannya dengan alat ukur timbangan.

Misalnya, kamu membeli telur beberapa peti, dengan berat 15 kilogram per peti. Kemudian, kamu menjualnya per kilogram. Artinya, kamu perlu menimbang telur-telur tersebut.

Untuk produk seperti telur memang agak susah untuk menimbang tepat 1 kilogram. Timbangan yang sulit tepat menjadi tantangan bagimu.

Jika kamu sering melebihkan timbangan telur, kemungkinan timbangan terakhir akan kurang dari jumlah yang seharusnya.

Hal yang dapat kamu lakukan adalah memastikan bahwa berat barang yang kamu terima dari supplier sudah tepat. Berikutnya, kamu cukup memastikan ketelitian timbangan ketika menjual produk pada konsumen.


2. Barang yang tidak laku

Meskipun kamu menjual produk yang selalu masyarakat butuhkan, bukan berarti kamu tidak menghadapi risiko barang tidak laku.

Sembako jenis tertentu bisa saja sulit laku dibandingkan produk lainnya. Risikonya adalah kualitas produk menurun, dan barang menjadi kedaluwarsa.

Strategi yang bisa kamu terapkan adalah melakukan pemeriksaan secara berkala. Lalu, mempromosikan produk-produk yang belum laku tersebut.

Misalnya, kamu memiliki produk paket bumbu jadi yang tidak laku. Tiga bulan menjelang masa kedaluwarsa, kamu dapat memajang produk tersebut di etalase depan, dan memberikan diskon khusus.

Langkah lain, misalnya dengan menjual secara bundling dengan produk yang lebih laris. Misalnya, diskon 50% untuk paket bumbu jadi setiap pembelian 2 kilogram beras.


3. Barang yang mudah rusak

Selain barang tak laku, barang rusak juga menjadi sebuah masalah tersendiri.

Kerusakan produk bisa disebabkan oleh hama tikus atau atap yang bocor, sehingga air hujan membasahi dan merusak produk.

Kejadian  seperti ini dapat menimbulkan kerugian besar bagi bisnis. Hal yang dapat kamu lakukan adalah melakukan pencegahan.

Pertama, kamu perlu membersihkan toko dan gudang setidaknya seminggu sekali. Hal ini akan mencegah tikus atau binatang lainnya bersarang, dan merusak produk.

Kedua, segera lakukan perbaikan jika terdapat kerusakan pada bangunan toko atau gudang. Dengan cara ini, kamu akan mencegah adanya kelembaban berlebih yang berisiko merusak produk.

Ketiga, untuk produk rentan lembab seperti tepung dan beras, kamu perlu menempatkan alas di bawahnya agar tidak langsung menyentuh lantai. Contohnya, kamu dapat menaruh palet kayu sebagai alas.


4. Uang palsu

Risiko ketiga berkaitan dengan uang palsu.

Bisnis sembako adalah bisnis dengan pembayaran yang umumnya cukup besar. Kamu berisiko menerima yang palsu saat transaksi, karena umumnya uang palsu dicetak pada uang pecahan besar.

Strategi untuk mencegah resiko ini adalah menyediakan sistem pembayaran secara digital, baik transfer bank maupun e-wallet. Dengan sistem ini, kamu harus selalu memeriksa penerimaan dana di rekening sebelum menyerahkan barang.

Sedangkan cara yang lebih konvensional adalah menyediakan UV money detector. Alat ini mudah untuk dibeli di marketplace dengan harga sekitar Rp60.000,00.


5. Hutang macet

Tantangan lainnya adalah hutang macet, baik dari konsumen, agen distributor, atau reseller.

Salah satu cara untuk menyikapi hal ini adalah dengan bertindak tegas.

Pertama, kamu dapat menetapkan batas besaran hutang dan jangka waktu pembayaran. Hal ini perlu kamu informasikan ketika ada konsumen atau agen yang berhutang.

Kedua, tidak memberikan hutang lebih dari batasan yang telah kamu terapkan. Misalnya, untuk konsumen end-user batasan yang kamu tetapkan adalah Rp200.000,00, sedangkan agen adalah Rp2.000.000,00.


6. Persaingan

Bisnis sembako adalah bisnis yang ramai akan persaingan.

Hal ini terjadi karena banyak orang berpikir bahwa berdagang sembako pasti laku, karena produknya selalu orang-orang butuhkan.

Meski demikian, perang harga atau memberikan diskon besar-besaran bukanlah strategi yang tepat, mengingat keuntungan dari bisnis ini juga tidak terlalu besar, dan kamu masih harus mempertimbangkan potensi kerugian akibat kerusakan produk atau hal lainnya.

Langkah yang tepat adalah memberikan layanan ekstra.

Misalnya, dengan memberikan keramahan, toko yang bersih dan rapi, layanan pengantaran, serta menyediakan tempat parkir yang nyaman.

Dengan cara ini, para konsumen tidak akan ragu membayar harga sedikit lebih mahal, karena merasa nyaman bertransaksi dengan bisnis sembako milikmu.


7. Komplain konsumen

Risiko menjalani bisnis sembako yang terakhir adalah potensi adanya komplain atau keluhan dari para konsumen.

Konsumen dapat mengeluh tentang banyak hal. Misalnya, konsumen ingin melakukan retur karena membeli dalam jumlah yang terlalu banyak. Menghadapi kondisi seperti ini, kamu dapat menyampaikan ketentuan retur di bisnis sembako milikmu.

Contohnya, retur hanya boleh konsumen lakukan maksimal 1 minggu setelah pembelian, dan produk harus masih dalam kondisi utuh dan tersegel.

Jika tidak memenuhi ketentuan tersebut, maka produk tidak bisa dikembalikan.


Yuk, Segera Lakukan Mitigasi Risiko pada Bisnis Sembako!

Itulah penjelasan tentang beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam mitigasi resiko untuk bisnis sembako.

Sebagai seorang pemilik bisnis, kamu dapat melakukan pencegahan agar tidak mengalami kerugian akibat terjadinya hal-hal yang tidak kamu inginkan.

Semoga bermanfaat!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!


KoinWorks NEO Lead Gen Form
Kelola Bisnis Lebih Cepat dan Mudah.
Yuk, Daftar Menjadi Bagian dari KoinWorks NEO Sekarang!
Apakah Bentuk Usahamu Saat Ini?

Dapatkan berbagai informasi seputar lainnya hanya di KoinWorks.

Tentang Penulis
Gina Valerina

Gina Valerina

Gina began her professional journey within the realm of finance, accumulating a wealth of invaluable insights and hands-on experiences. Building upon this extensive background, she uses her expertise to carefully create informative articles. Each article is born from in-depth research and her unwavering dedication to providing her audience with well-verified insights.
Kalkulator finansial untuk hitung kebutuhan kamu

Hitung semua keperluan finansial kamu cukup di satu tempat

Panduan Bisnis untuk Usahamu
[Download Ebook] 7 Tanda Bisnis Kamu Butuh Pinjaman Usaha
[Download Ebook] 7 Tanda Bisnis Kamu Butuh Pinjaman Usaha
Strategi Bisnis Untuk Raih Untung Maksimal di Ramadan 2022
[Download Ebook] Strategi Bisnis untuk Raih Untung Maksimal di Ramadan 2022
[Download Ebook] Strategi Bisnis untuk Raih Untung Maksimal di Ramadan 2022
Kiat Cerdas Mencapai Kebebasan Finansial ebook cover
[Download Ebook] Kiat Cerdas Mencapai Kebebasan Finansial
[Download Ebook] Kiat Cerdas Mencapai Kebebasan Finansial
E-Book Gratis

Bacaan pilihan untuk kamu, para pejuang mimpi

Punya uang Rp.100 Ribu? Mulai pendanaan sekarang dan dapatkan keuntungan hingga 14,5%.