Investasi Obligasi: Pengertian, Keuntungan, Hingga Mekanisme Penerbitannya

·
6 menit
Investasi Obligasi

Sebagai salah satu SBN atau Surat Berharga Negara, popularitas investasi obligasi memang tidak seramai saham dan investasi deposito.

Namun, bukan berarti jenis investasi ini tidak ada peminatnya, lho.

Bahkan sampai dengan sekarang, Pemerintah Indonesia dengan rutin masih menerbitkan SBN jenis Obligasi ini.

Adapun, obligasi yang diterbitkan pemerintah memang berjenis SBN ritel tipe tradable yang ditujukan untuk bisa dibeli masyarakat luas, Warga Negara Indonesia (WNI).

Obligasi sendiri secara umum adalah Surat Utang Negara (SUN) dari penerbit obligasi kepada pihak yang memegang obligasi beserta janji untuk membayar pokok utang dan bunga pada saat jatuh tempo pembayaran.

Ada banyak pihak yang menerbitkan obligasi, misalnya saja pemerintah yang menerbitkan obligasi pemerintah dalam mata uang negaranya atau menggunakan mata uang asing, atau bisa juga lembaga pemerintahan, serta perusahaan swasta.

Sebelum memulai investasi obligasi, hendaknya kamu mengetahui dulu seluk beluk pengertian obligasi.

Mulai dari apa itu investasi obligasi, keuntungannya, jenis-jenisnya, darimana obligasi diterbitkan, bagaimana caranya, hingga karakteristik dari obligasi itu sendiri.

Mari kita bahas secara lengkap di artikel ini.


Apa Itu Investasi Obligasi?

Obligasi merupakan surat utang negara yang diterbitkan oleh entitas pemerintahan atau perusahaan dengan jangka waktu tertentu.

Dengan memiliki obligasi, itu artinya negara atau perusahaan berutang pada kamu sebesar yang dijanjikan dengan waktu jatuh tempo yang disepakati.

Selain itu, debitur (dalam hal ini negara atau perusahaan) akan membayarkan bunga atau kupon kepada kamu setiap bulannya.

Investasi obligasi juga termasuk jenis investasi yang aman dan mumpuni.

Karakteristik Obligasi

1. Nilai Nominal

Dalam obligasi, ada yang dinamakan nilai nominal.

Nilai nominal merupakan nilai utang pokok yang harus dibayarkan oleh penerbit obligasi pada saat jatuh tempo.

Biasanya nilai ini tercantum di dalam lembar obligasi.

Pihak penerbit harus menjelaskan dan mencantumkan besar dana yang dibutuhkan, atau dikenal dengan jumlah emisi obligasi.

Penentuan besar dana tersebut didasari oleh cashflow, besar kebutuhan penerbit, dan kinerja bisnis.

2. Masa Jatuh Tempo

Jangka waktu jatuh tempo obligasi ada di rentang 1 tahun hingga 10 tahun.

Biasanya jatuh tempo obligasi ada pada minimal angka 5 tahun.

Namun, ada pula obligasi yang masa jatuh temponya 10 tahun, 15 tahun, bahkan 30 tahun.

Kebanyakan pendana lebih menyukai investasi obligasi jangka pendek dibandingkan jangka panjang.

Hal itu karena dianggap investasi obligasi jangka pendek memiliki tingkat risiko yang lebih kecil.

3. Klaim Aset dan Klaim Pendapatan Perusahaan

Jika suatu saat pihak penerbit mengalami kebangkrutan dan gagal bayar, satu-satunya pertanggungjawaban yang bisa dilakukan adalah menjual aset/aktiva penerbit.

Setelah itu, memberikan hasil penjualannya kepada kamu selaku pemegang obligasi.

Klaim terhadap aset yaitu kamu akan mendapat hak klaim untuk didahulukan ketika terjadi penjualan aset.

Sementara klaim terhadap pendapatan perusahaan, maksudnya kamu sebagai pemegang obligasi memiliki hak klaim untuk didahulukan daripada dividen lain.

4. Coupon Rate

Dalam investasi obligasi, kamu akan mendapatkan kupon secara berkala di waktu yang telah ditentukan oleh penerbit.

Kupon di sini sama saja dengan bunga yang akan kamu dapatkan.

Waktu pemberian kupon bisa setiap 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, bahkan 1 tahun.

Tergantung kesepakatan antara kamu dengan pihak penerbit obligasi.

Biasanya, besarnya kupon sudah ditentukan di awal perjanjian obligasi.

Adanya kupon ini, sama konsepnya dengan imbal hasil yang kamu dapatkan ketika mendanai di KoinRobo dari KoinWorks.

Besaran imbal hasil pada KoinRobo, juga telah diprediksi sebelumnya yaitu antara 4% hingga 13% per tahun.

Tentu saja, di KoinRobo semakin lama jangka waktu yang kamu pilih dalam mendanai, semakin besar imbal hasilnya.

Tak hanya itu, dengan mendanai di KoinRobo kamu juga turut berkontribusi sosial, lho.

5. Indenture (Kontrak)

Dalam investasi obligasi, terdapat indenture atau kontrak antara penerbit obligasi dengan wakil pemegang obligasi (wali amanat).

Kontrak ini berisi hak dan kewajiban dari penerbit dan pemegang obligasi.

Dalam kontrak obligasi juga tertera ketentuan-ketentuan dan batasannya yang dirancang untuk melindungi kamu (sebagai pemegang obligasi).

Seperti larangan pembelian atau penjualan aset tetap perusahaan, larangan penjualan piutang perusahaan, batasan penarikan pinjaman tambahan, dan batasan pembayaran dividen.

6. Current Yield

Current Yield merupakan keuntungan dari kupon (bunga) yang kamu terima selama satu tahun terhadap harga obligasi.

Dapat dikatakan, bahwa current yield dihitung berdasarkan bunga tahunan terhadap harga obligasi, hasilnya nanti berupa persentase (%).

Ada lagi yang disebut Yield to Maturity, yaitu tingkat pengembalian yang akan kamu dapatkan jika memegang obligasi tersebut sampai pada waktu jatuh tempo.

7. Rating (Peringkat)

Dalam investasi obligasi sendiri terdapat peringkat yang mencerminkan risiko obligasi.

Peringkat obligasi biasanya terdiri dari dua atau tiga huruf disertai dengan simbol atau angka, misalnya AAA, AA+, AA-, BBB+, dan seterusnya.

Semakin tinggi peringkat, maka semakin rendah bunga yang ditawarkan dan risikonya semakin kecil.

Penentuan peringkat dilakukan oleh lembaga pemeringkat.

Faktor-faktor yang mempengaruhi peringkat yaitu profit perusahaan, tingkat kepastian pendapatan, proporsi modal terhadap utang, besarnya perusahaan, dan sebagainya.

Penentuan peringkat ternyata tidak hanya dimiliki oleh obligasi saja, produk pendanaan peer-to-peer Lending yaitu KoinP2P dari KoinWorks juga memiliki sistem peringkat.

Pemilihan peringkat ini bisa dipiliah Pendana saat mendanai suatu pinjaman, pemilihan tergantung pada diri Pendana itu sendiri.

Tidak masalah jika Pendana ingin mendanai di risiko yang kecil, namun Pendana harus bersedia menerima imbal hasil yang rendah.

Sebaliknya, jika Pendana ingin mendapatkan imbal hasil tinggi, maka resiko yang ada juga besar.

Adapun KoinP2P dari KoinWorks, cocok untuk para pemula yang ingin belajar investasi secara fundamental, karena sistem kerjanya sebenarnya sama, lho.

Mendanai di KoinP2P dari KoinWorks, kamu bisa mendapatkan imbal hasil efektif hingga 18% per tahun.

Simulasi Pendanaan KoinWorks
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
Ketahui profil risiko investasi Anda
Profil Risiko

Berdasarkan hasil profiling kami, maka risiko investasi yang cocok untuk Anda adalah dengan imbal hasil hingga .

Jumlah dan Jangka Waktu Investasi

Masukkan jumlah dan jangka waktu pendanaan untuk mensimulasikan diversifikasi dan imbal hasil yang akan kamu dapat.

Rp ,00
Rp ,00
Perkenalkan diri Anda

Kami akan memberikan informasi mengenai promo KoinWorks setiap bulannya ke email Anda.

+62
Rekomendasi Diversifikasi

Dengan modal awal Rp dan tambahan Rp tiap bulan, maka rekomendasi diversifikasimu adalah sebagai berikut:

Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:

Dengan imbal hasil sebesar per tahun, setelah tahun maka perkiraan pengembalian uangmu adalah sebagai berikut

Rp,-

Mulai Mendanai

Mulai lakukan pendanaan di aplikasi KoinWorks sekarang dan dapatkan gratis KOIN (dana percobaan) sebesar Rp350.000,- untuk Anda gunakan di KoinP2P

Install Aplikasi KoinWorks

Jenis – Jenis Obligasi

1. Obligasi Pemerintah

Obligasi pemerintah biasanya diterbitkan oleh Kementerian Keuangan dan ditawarkan kepada masyarakat dengan tujuan mendanai APBN pemerintah.

Obligasi pemerintah adalah surat hutang yang sangat aman karena dijamin oleh perekonomian sebuah negara.

Obligasi yang biasanya diterbitkan oleh pemerintah secara rutin antara lain: Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan, Sukuk Ritel (SR).

Biasanya obligasi ini akan dijual di beragam mitra distribusi pemerintah yang tersebar, termasuk KoinBond dari KoinWorks.

Yup, melalui KoinBond dair KoinWorks, kamu bisa membeli Obligasi dan Surat Berharga Negara (SBN) lainnya yang diterbitkan pemerintah sebagai instrumen investasi.

2. Obligasi Tabungan

Selanjutnya ada obligasi tabungan yang dibeli oleh investor individu dan inilah mengapa obligasi ini dikeluarkan dalam jumlah yang rendah agar terjangkau bagi individu.

3. Obligasi Suku Bunga Tetap

Sama seperti namanya, obligasi ini menawarkan suku bunga dengan besaran yang tetap dan dibayar secara berkala sepanjang masa berlakunya obligasi.

4. Obligasi Suku Bunga Mengambang

Atau yang disebut juga dengan Floating Rate Note (FRN) memiliki besaran bunga yang mengacu pada suatu indeks pasar uang.

5. Obligasi Tanpa Bunga

Obligasi yang dikenal dengan istilah Zero Coupon Bond adalah obligasi yang tidak memberikan pembayaran bunga.

Obligasi ini diperdagangkan dengan pemberian potongan harga dan pemegang obligasi akan menerima pokok hutang secara penuh pada saat jatuh tempo.

6. Obligasi Inflasi

Obligasi inflasi adalah obligasi dimana nilai pokok utang pada obligasi akan mengacu indeks inflasi.

Suku bunga yang akan didapatkan biasanya jauh lebih rendah daripada obligasi suku bunga tetap.

Dengan bertumbuhnya nilai pokok utang sejalan dengan inflasi, maka pembayaran pelunasan obligasi akan meningkat.

7. Obligasi Korporasi

Obligasi yang diterbitkan oleh semua perusahaan dan obligasi jenis ini lebih beresiko daripada obligasi yang diterbitkan oleh pemerintahan.

Hal inilah yang menjadi faktor mengapa obligasi jenis ini menawarkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi.


Keuntungan Investasi Obligasi

Setelah mengetahui pengertian obligasi dan turunannya,  sekarang saatnya kamu mengetahui keuntungan apa saja yang didapatkan ketika melakukan investasi obligasi.

Ketika memutuskan untuk memilih investasi, pastikan untuk mengulik segala informasi tentang investasi terkait, termasuk keuntungan yang akan didapat.

Lalu apa saja keuntungan tersebut?

1. Memperoleh Kupon (bunga) Secara Berkala

Baik setiap bulan, tiga bulan, atau enam bulan sekali.

Kupon tersebut terbagi menjadi dua, yaitu kupon fixed (tetap) dan kupon floating (mengambang/tidak tetap).

2. Mendapat Capital Gain Saat Menjual Obligasi Kepada Investor Umum di pasar Sekunder

Capital gain adalah keuntungan yang akan kamu dapatkan, dihitung dari selisih harga jual dikurangi dengan harga beli suatu obligasi.

3. Pasti Dibayarkan Kembali dengan Tambahan Return (kupon).

Jika yang kamu miliki adalah obligasi negara terbitan pemerintah Republik Indonesia, kamu tidak perlu khawatir karena sudah dijamin keamanannya.

Perihal obligasi sendiri, juga sudah tercantum dalam UU No. 24 Tahun 2002 Tentang Surat Utang Negara dan UU No. 19 Tahun 2008 Tentang Surat Berharga Syariah Negara.

4. Keuntungan Kupon Obligasi Lebih Tinggi Daripada Bunga Deposito

Hal ini tentu menjadi pertimbangan kamu dalam berinvestasi agar dapat menerima keuntungan semaksimal mungkin.

Banyak orang yang tertartik membeli Surat Berharga Negara atau Obligasi pemerintah karena tawaran keuntungan yang lebih tinggi dari rata-rata bunga deposito.

5. Dapat Dijadikan Sebagai Jaminan atau Agunan

Ternyata, obligasi bisa digunakan sebagai agunan untuk mendapatkan pinjaman ke bank.

Tidak hanya itu, walaupun investasi saham dan obligasi memang hal berbeda, tapi bisa dijadikan jaminan ketika membeli saham ke bursa efek (stock exchange), lho.


Mekanisme Penerbitan Obligasi di Pasar Keuangan Global

1. Lelang (Auction)

Mekanisme lelang pada obligasi dilakukan untuk menentukan harga yang tepat dalam periode tertentu (sampai jatuh tempo).

Dalam prosesnya, kamu bahkan lembaga keuangan lain dapat mengajukan penawaran harga untuk obligasi pemerintah.

Keuntungan yang akan kamu dapatkan tergantung pada aturan obligasi dan juga harga yang diberikan saat proses pelelangan.

Biasanya, besarnya bunga (kupon) sudah ditentukan sejak awal oleh debitur, sedangkan harga ditentukan oleh pasar saat mengikuti proses lelang tersebut.


2. Penjaminan Emisi (Underwriting)

Mekanisme underwriting pada obligasi merupakan suatu kegiatan transaksi di pasar uang oleh pihak yang turut menjamin dan bertanggung jawab apabila terjadi kegagalan dari debitur (emiten).

Lembaga keuangan, perbankan, atau perusahan sekuritas lainnya akan membentuk sebuah sindikasi untuk membeli seluruh obligasi yang diterbitkan oleh debitur.

Kemudian obligasi tersebut dijual kembali kepada investor umum seperti kamu.

Ini yang dinamakan syndicated loan (kredit sindikasi).

Sindikasi akan menanggung risikonya jika obligasi tidak terjual habis. Namun, di samping itu, para sindikasi bisa menentukan besaran fee tertentu kepada debitur sebagai imbalan jasa penjaminan emisi (underwriting).


3. Penerbitan Khusus (Private Placement)

Biasanya, mekanisme private placement dilakukan ketika debitur (pemerintah atau perusahaan) tengah membutuhkan dana secara cepat untuk melunasi utang, memperbesar bisnis, dan semacamnya.

Dengan memperkecil skala penerbitan obligasi, para debitur akan lebih mudah mendapatkan dana dari investor.

Obligasi juga hanya bisa dibeli oleh pihak-pihak (investor) tertentu dengan kriteria terbaik.

Dengan kata lain, obligasi yang diterbitkan secara khusus ini tidak diperdagangkan secara bebas. Sehingga kamu yang tidak masuk kriteria, tidak akan bisa membeli obligasi.


Bagaimana, sekarang sudah lebih paham perilah seluk beluk obligasi?

Selalu ingat ya, kalau investasi apapun yang kamu pilih tergantung pada perspektif kamu masing-masing.

Tapi satu hal yang penting adalah kamu perlu memahami lebih dulu instrumen yang akan kamu ambil, sebelum benar-benar mulai terjun mengeluarkan dana kamu.

Semoga bermanfaat!

Gina Valerina
Beware of little expenses, a small leak will sink a great ship - Benjamin Franklin

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Super Financial App yang
membawamu #MelangkahLebih