Home » Strategi-bisnis » 6 Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Bisnis Wisata

6 Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Bisnis Wisata

6 Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Bisnis Wisata

Pariwisata adalah bidang bisnis yang cukup menjanjikan. Terutama sejak istilah healing menjadi makin populer sebagai alasan orang untuk berekreasi. Sebagai pebisnis, setidaknya kamu harus tahu kesalahan yang harus dihindari dalam bisnis wisata.

Menghindari kesalahan tidak hanya akan mencegah bisnismu terjebak dalam masalah yang mungkin akan membawa dampak jangka panjang. Bisnis wisatamu juga dapat berkembang dengan mulus jika kamu dapat menghindari kesalahan sedari awal.

6 Kesalahan Fatal Bisnis Wisata

Berikut ini 6 kesalahan yang dapat menghambat bisnis wisata milikmu yang wajib untuk kamu hindari:

Kurang Fokus Pada Keamanan

Sebuah situs berita wisata di Eropa merilis bahwa risiko pertama dalam bisnis pariwisata adalah kriminalitas. Oleh karena itu, kamu wajib fokus dalam hal ini untuk mencegah terjadinya hal buruk.

Hak bagi wisatawan untuk terjamin keamanannya juga diatur dalam UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Dimana, pasal 20 dan 21 menyebutkan bahwa tempat wisata perlu menyediakan petugas keamanan.

Petugas keamanan yang cukup ideal adalah 1:30 dibandingkan dengan jumlah pengunjung. Jadi, jika perkiraan jumlah pengunjung obyek wisata dalam satu waktu maksimal 200 orang, maka setidaknya kamu perlu mempekerjakan 7 orang petugas.

Untuk mengoptimalkan jaminan keamanan pada pengunjung, kamu juga dapat memasang CCTV di beberapa titik. Biaya pemasangan CCTV adalah sekitar Rp 10 juta untuk 8 kamera pengawas.

Abai Pada Detail Fasilitas

Wisatawan tidak hanya menikmati produk wisata yang kamu sajikan. Oleh sebab itu, kamu tidak boleh melewatkan ketersediaan fasilitas pendukung agar mereka nyaman dan puas, seperti fasilitas toilet, tempat sampah, dan jam.

Ketentuan tentang ketersediaan toilet di tempat wisata diatur dalam Peraturan Menteri Pariwisata No. 3 tahun 2018.

Kamu perlu menyediakan toilet berdasarkan gender, yaitu untuk pria dan wanita. Selain itu, toilet juga sebaiknya tersedia dengan jarak maksimal 500 meter dengan toilet lainnya.

Sedangkan mengenai tempat sampah, kamu perlu menyediakan dua jenis secara berdampingan, yaitu untuk sampah organik dan non-organik. Hal ini penting, karena tersedianya tempat sampah dapat mencegah para pengunjung meninggalkan sampah sembarangan di area wisata.

Kurang Training dan Supervisi Karyawan

Belum lama ini mungkin kamu mendengar peristiwa yang terjadi di sebuah tempat wisata kebun binatang yang berlokasi di Banjarnegara, Jawa Tengah. Seorang karyawan berjoget TikTok di dekat kandang orangutan sehingga menuai kontroversi.

Hal negatif semacam ini sebaiknya kamu cegah dengan cara memberikan training dan supervisi terhadap karyawan secara berkelanjutan. Terutama, berkaitan dengan peraturan dan keselamatan kerja.

Strategi ini tidak hanya akan mencegah terjadinya hal buruk, namun juga memastikan kamu dan seluruh anggota tim selalu memberikan layanan terbaik bagi pengunjung. Jadi, jangan sampai sampai hal ini terlewat.

Melewatkan Kesempatan Kerjasama

Hal berikutnya yang perlu kamu hindari sebagai pebisnis wisata adalah melewatkan kesempatan kerjasama. Kamu justru perlu memprioritaskan kerjasama sebagai bentuk marketing untuk memajukan bisnis wisata milikmu.

Contohnya, menyediakan tiket masuk gratis bagi Youtuber wisata dan meminta mereka membuat video liputan serta ulasan tentang tempat wisata milikmu. Kamu dapat menetapkan ketentuan, misalnya fasilitas ini hanya bagi Youtuber dengan minimal 1.000 subscribers.

Sedangkan, bila kamu berniat untuk bekerjasama dengan Youtuber wisata profesional, kamu perlu merogoh kocek mulai dari Rp 100 ribu per post video. Tarif ini tentu semakin mahal, jika Youtuber tersebut sudah memiliki banyak subscriber.

Kurang Kegiatan Promosi

Menyambung dari poin sebelumnya tentang kerjasama dalam bidang marketing, kamu juga perlu melakukan promosi dalam bentuk lain. Kurangnya kegiatan promosi akan mengancam bisnis wisatamu menjadi bisnis yang stagnan.

Bentuk promosi lain yang disarankan, misalnya mengadakan giveaway tiket masuk tempat wisata. Hal ini sudah pernah dilakukan oleh tempat wisata besar, seperti Ancol dan Jatim Park. Kamu dapat mempertimbangkan hal ini juga.

Dengan menghindari kurangnya kegiatan promosi, kamu justru akan menjadi lebih fokus merencanakan berbagai strategi marketing untuk memikat para pengunjung.

Enggan Berinovasi

Keengganan berinovasi karena sudah merasa nyaman dengan apa yang telah dicapai adalah kesalahan yang harus dihindari oleh semua pebisnis. Tak terkecuali bagimu yang bergerak dibidang pariwisata.

Kamu tidak dapat mencegah munculnya rasa bosan masyarakat. Oleh karena itu, kamu perlu terus berinovasi agar bisnis wisatamu terus berkembang.

Contoh terbaik dalam hal ini adalah Cimory DairyLand. Pada awal pembukaan, Cimory hanya menyediakan restoran dan tempat wisata dimana anak-anak dapat melihat dan memerah sapi.

Namun, Cimory terus berinovasi. Cimory DairyLand terbaru yang berada di puncak adalah tempat wisata yang sangat megah dan lengkap. Mulai dari wisata kuliner, berbelanja, hingga berbagai wahana edukatif. Jika kamu ingin sesukses Cimory, maka kamu harus menghindari kesalahan enggan berinovasi ini.

Yuk, Hindari Kesalahan Fatal pada Bisnis Wisata!

Memberikan perhatian lebih pada keenam hal di atas akan membantumu untuk terhindar dari 6 kesalahan umum dalam bisnis wisata yang dapat menghambat perkembangan bisnis itu sendiri.

Sebagai pebisnis profesional, bertahan dan berkembangnya bisnis menjadi tanggung jawabmu. Oleh karena itu, mencegah terjadinya kesalahan adalah tindakan preventif yang bijak dan mendesak untuk diterapkan.


 

Bank digital hadir untuk pelaku UKM, freelancers, dan online sellers di Indonesia. 

Urus segala keperluan bisnis dan keuangan pakai KoinWorks NEO. Kemudahan berbagai layanan seperti bebas biaya transfer antar bank dan pinjaman modal tanpa agunan untuk bisnismu hanya dengan satu aplikasi! 

Lihat juga berbagai panduan dan informasi bisnis hanya di KoinWorks.

[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
6 Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Bisnis Wisata

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​