Home » Strategi-bisnis » 4 Cara Mengatasi Banyak Kompetitor di Bisnis Rendang

4 Cara Mengatasi Banyak Kompetitor di Bisnis Rendang

4 Cara Mengatasi Banyak Kompetitor di Bisnis Rendang

Bagaimana cara jitu dalam mengatasi kompetitor yang banyak pada sebuah bisnis rendang?

Setiap jenis bisnis memiliki tantangan dan jenis kompetitornya masing-masing, baik itu kompetitor lama, maupun kompetitor baru yang membawa ide bisnis segar.

Ini berlaku pada setiap jenis bisnis, termasuk bisnis kuliner seperti bisnis rendang.

Dengan arus bisnis yang mungkin tidak menentu, kamu juga perlu menyesuaikan diri agar tidak berdampak akibat persaingan yang ketat.

Nah, inilah cara mengatasi ramainya kompetitor di bisnis rendang!


4 Cara Mengatasi Banyak Kompetitor di Bisnis Rendang

Berikut adalah beberapa cara mudah yang bisa kamu lakukan pada bisnis rendang milikmu, untuk mengatasi banyaknya kompetitor.

Silakan disimak!


1. Membuat inovasi baru

Cara pertama yang dapat kamu lakukan untuk mengungguli para kompetitor adalah dengan rajin membuat inovasi baru terhadap produk bisnis rendang milikmu.

Contohnya, luncurkan produk rendang dalam kemasan frozen yang tahan dikirim ke seluruh kota di Indonesia. Cara pertama ini cocok untuk kamu yang memiliki target pasar mahasiswa, pelajar, atau karyawan yang merantau.

Masyarakat perantauan biasanya tidak sempat untuk memasak hidangan berat yang biasanya mereka makan saat di kota asal mereka.


2. Memperbanyak variasi menu

Cara menarik perhatian konsumen untuk mau penasaran dengan produk yang kamu jual adalah dengan menambah pilihan menu yang tersedia.

Jika kamu memiliki bisnis yang fokus terhadap hidangan rendang, kamu dapat memperbanyak menu hidangan yang berhubungan dengan rendang.

Contohnya, rendang ikan, rendang sapi, rendang kambing, rendang ayam, atau jenis variasi produk makanan lain yang mencampurkan makanan rendang dengan hidangan selain nasi. Seperti burger rendang, sushi rendang, kebab rendang, dan sebagainya.

Selain menarik perhatian calon konsumen, memperbanyak menu yang jarang kompetitor sediakan akan menambah value dan keunikan dari bisnis rendang milikmu. Kemudian, ini juga menjadi cara yang efektif dalam mengatasi ramainya kompetitor di bisnis serupa.

Sebaiknya, pilihlah hidangan signature yang menjadi ciri khas dari bisnismu. Hidangan signature dapat kamu pilih berdasarkan beberapa hal, yaitu:

  • Seberapa banyak konsumen yang merasa puas setelah membeli menu signature ini?
  • Apa keunikan dari menu signature milikmu yang tidak ada pada brand lain?
  • Berapa selisih jumlah pembelian menu signature dengan menu reguler yang kamu jual?

3. Menetapkan harga jual yang kompetitif

Untuk memenangkan hati konsumen agar semakin beralih ke bisnismu, kamu bisa menetapkan harga jual yang paling baik yang sekiranya dapat bersaing.

Penetapan harga jual suatu produk tentunya bisa kamu lihat dari banyak hal, misalnya modal bahan baku, modal produksi, dan modal pemasaran.

Namun, sebagai seorang pemilik bisnis kamu sebaiknya memiliki prinsip, “Lebih baik untung sedikit, namun banyak yang membeli. Daripada untung banyak, namun sedikit yang membeli.”

Artinya, menetapkan harga jual yang tinggi saat masyarakat masih belum mengenal bisnismu hanya akan membuat kamu merugi.

Nah, berikut ini adalah cara menetapkan harga jual yang dapat bersaing dengan para kompetitor:

Berdasarkan biaya (cost-based pricing)

Artinya, tetapkanlah harga jual berdasarkan analisis biaya pengeluaran yang sudah terjadi.

Misalnya, untuk biaya produksi bisnis rendang, kamu mengeluarkan biaya Rp1.000.000,00 untuk 30 hidangan.

Jika kamu menginginkan untung sebesar 20%, maka harga jual produk yang dapat kamu lakukan adalah:
Rp1.000.000,00 + (20% x Rp1.000.000,00) = Rp1.200.000,00 untuk 30 produk.

Maka, dari perhitungan di atas, kamu dapat menjual produk rendang sekitar Rp40.000,00 per porsi.

Berdasarkan kompetitor (competition-based pricing)

Untuk melakukannya, kamu perlu menganalisis para kompetitor yang ada di sekitarmu.

Contohnya, jika para kompetitor membuat harga produk sekitar Rp25.000,00 sampai Rp40.000,00 per porsi, maka kamu dapat membuat harga di bawah rata-rata, yaitu sekitar Rp32.500,00 per porsi.

Berdasarkan konsumen (customer-based pricing)

Bila ingin melakukan cara ketiga, kamu harus melakukan analisis terhadap para target pasar yang berada di lokasi penjualanmu.

Misalnya, kamu menjual produk rendang di kalangan kampus atau perkantoran. Artinya, biaya makan untuk para target pasar tersebut adalah dari mulai Rp15.000,00 sampai Rp25.000,00 per porsi.

Berarti, kamu dapat menetapkan harga rata-rata,yaitu sekitar Rp20.000,00 per porsi.

Jika harga di atas tidak sesuai dengan biaya modal, kamu dapat menurunkan pengeluaran dengan memilih bahan baku masakan yang lebih murah.


4. Memanfaatkan strategi pemasaran

Cara terakhir mengatasi banyaknya kompetitor bisnis rendang adalah dengan memaksimalkan strategi marketing yang sesuai dengan bisnismu.

Contohnya, jika target pasarmu hanyalah orang-orang yang berada di sekitar lokasi bisnis saja, maka kamu dapat menggunakan strategi konvensional.

Kebalikannya, jika kamu ingin fokus untuk brand awareness, sebaiknya gunakan strategi digital marketing.

Berikut ini adalah contoh dan perbedaan kedua strategi tersebut:

Strategi conventional marketing

Pemasaran langsung yang bisa kamu lakukan secara konvensional.

Contohnya, pengumuman diskon di majalah dan koran, iklan di brosur, poster, maupun baliho. Strategi pemasaran yang berhasil pada jenis yang satu ini adalah memaksimalkan promosi mulut ke mulut (word of mouth).

Strategi digital marketing

Pemasaran yang bisa kamu lakukan dengan menggunakan peralatan digital, dan melalui berbagai platform atau media online.

Contohnya seperti membuat website bisnis, aplikasi jual beli, toko online marketplace, dan melalui platform media sosial (Facebook, Instagram, TikTok, YouTube).

Strategi pemasaran yang memiliki tingkat keberhasilan tertinggi pada jenis ini adalah menggunakan jasa endorsement dari para influencer, content creator, dan juga food vlogger/blogger.


Sudah Siap Mengatasi Banyak Kompetitor di Bisnis Rendang?

Itulah beberapa cara jitu yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi ramainya kompetitor pada bisnis rendang.

Tentunya sebagai pemilik bisnis, selain keuntungan, kamu juga harus memprioritaskan brand awareness.

Semakin banyak kelompok konsumen yang mengenal produk bisnis rendang milikmu, maka akan semakin banyak yang membeli dan keuntungan akan semakin besar.

Semoga bermanfaat!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
4 Cara Mengatasi Banyak Kompetitor di Bisnis Rendang

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​