Home » Blog » Bisnis & UKM, Daily » Lengkap! Pengertian, Karakteristik, dan Jenis-jenis Bisnis Ritel

Lengkap! Pengertian, Karakteristik, dan Jenis-jenis Bisnis Ritel

·
10 menit
Bisnis ritel adalah bisnis kebutuhan sehari-hari

Bisnis ritel mempunyai potensi besar untuk meraup banyak keuntungan.

Kamu pun pasti tidak asing dengan dengan kata “bisnis ritel”.

Sebelum memulai, ada baiknya kamu memahami apa itu bisnis ritel agar kamu mendapat gambaran apa saja yang akan kamu lakukan ke depan.

Bisnis ritel adalah bisnis penjualan barang atau jasa pada pembeli dalam satuan atau eceran dan pelakunya biasa disebut pengecer.

Pengecer membeli barang pada grosir dalam jumlah besar untuk mendapat harga yang lebih murah, kemudian memprosesnya seperti mengolah atau mengemas dan menjualnya kembali ke konsumen akhir dalam jumlah ecer.

Pada bisnis ritel ini, pembeli menggunakan produk ini untuk menggunakan atau mengkonsumsinya sendiri (tidak menjualnya kembali).

Sebab pembelinya adalah konsumen akhir, maka sangat pas menyebut bisnis ritel sebagai mata rantai akhir pasokan atau supply chain.

Dengan adanya bisnis ritel ini tentu sangat membantu produsen agar produknya sampai ke konsumen.


Alur Rantai Persediaan Barang Bisnis Ritel

Sebagai calon pelaku bisnis ritel atau pengecer, kamu wajib mengetahui alur rantai persediaan barang bisnis ritel.

Ada beberapa aktor dibalik rantai persediaan ini, yaitu produsen, supplier, grosir, ritel, dan konsumen.

Produsen bertugas memproduksi sebuah produk yang akan dikonsumsi pembeli.

Sementara supplier adalah penyuplai barang kepada penjual ritel.

Supplier sangat banyak macamnya, seperti supplier barang mentah untuk produksi, barang setengah jadi dan barang jadi atau produk.

Namun, pada rantai persediaan ini kita akan bahas supplier produk dimana supplier bekerja sama dengan produsen agar produk tersebar keseluruh penjuru daerah.

Dari tangan supplier, ada grosir atau tengkulak yang akan membeli produk dalam jumlah yang sangat besar atau partai.

Kemudian ritel akan membeli dari grosir dalam jumlah yang besar dan mengecerkannya.

Kemudian, pembeli bisa membeli dalam jumlah satuan untuk kebutuhan sehari-hari dan dipakai sendiri.


Fungsi Bisnis Ritel

Sebagai mata rantai terakhir pasokan produk konsumsi menjadikan ritel memiliki fungsi tersendiri.

Mari simak penjelasan lengkap beberapa fungsi pada bisnis ritel berikut ini secara umum.

1. Ujung Tombak Penjualan

Fungsi bisnis ritel yang pertama adalah menjadi ujung tombak penjualan produk pada konsumen.

Kehadiran peritel atau pengecer ini membuat produsen jadi fokus untuk produksi tanpa terganggu dengan urusan menjual.

2. Memudahkan Pembeli

Fungsi kedua bisnis ritel adalah memudahkan konsumen membeli barang dalam jumlah satuan.

Sebab membeli di grosir atau bahkan supplier harus dalam jumlah banyak yang membutuhkan uang yang besar.

Tidak mungkin pula kamu belanja bulanan ke pabrik-pabrik produsen satu per satu, akan sangat merepotkan.

Maka dengan adanya bisnis ritel, pembeli bisa belanja berbagai macam barang secara satuan.

3. Promosi Produk

Bisnis ritel juga berfungsi untuk membantu mempromosikan produk dari produsen yang telah dikulak dari grosir.

Produk baru yang belum dikenal masyarakat pun akan lebih dekat promosinya di bisnis ritel.

Tidak hanya menjual, bisnis ritel juga akan mengedukasi konsumen tentang produk baru tersebut.

4. Mengobservasi Pasar

Telah disebutkan bahwa bisnis ritel adalah ujung tombak yang berhubungan langsung dengan konsumen.

Maka peritel dapat mengobservasi perilaku konsumen dan tren pasar juga feedback langsung dari konsumen.

Jadi, peritel dapat menyampaikan ini pada grosir, grosir pada supplier, dan supplier pada produsen sehingga keberlangsungan produk terjaga.


Karakteristik Bisnis Ritel

Setelah memahami fungsi ritel, selanjutnya kamu harus mengetahui karakteristik bisnis ritel.

Dengan memahami karakteristik ini, kamu dapat membayangkan strategi apa yang akan kamu gunakan pada bisnis kamu.

Saat bisnis kamu telah berjalan nantinya, kamu bisa membuat perubahan dan penyesuaian.

Berikut beberapa karakteristik bisnis ritel yang harus kamu ketahui.

1. Menjual Barang dalam Jumlah Satuan

Karakteristik bisnis ritel yang pertama adalah menjual produk atau barang dalam jumlah satuan.

Salah satu strategi yang harus diperhitungkan pengecer atau peritel yaitu memasang harga yang bersaing.

Tidak lupa melakukan berbagai teknik promosi agar bisnis ritelnya menjadi langganan banyak orang serta memastikan stok tersedia.

2. Berhadapan Langsung dengan Konsumen

Karakteristik bisnis ritel selanjutnya yaitu pelaku bisnis ini akan berhadapan langsung dengan konsumen.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya kamu adalah ujung tombak penjualan dan menjual produk ke konsumen akhir.

Maka. kamu harus memikirkan strategi marketing mutakhir untuk menarik konsumen.

Dalam bisnis ritel, kamu memerlukan sistem pembayaran produk yang cepat dan mudah.

Kamu harus menentukan harga yang bersaing dengan peritel atau pengecer lainnya.

Banyak ritel lain pula yang memberikan layanan ekstra seperti membuka toko online, poin, dan lain-lain.

3. Menyediakan Berbagai Produk

Sebab ritel menjual barang dengan sistem ecer atau satuan, maka barang yang disediakan pun beragam.

Hal itu ditujukan agar konsumen dapat belanja segala kebutuhannya dalam satu waktu dan satu tempat.

Kamu dapat memilih jenis bisnis ritel apa dan pilihan produk yang ingin kamu kembangkan.


Jenis-jenis Bisnis Ritel

Saatnya kamu mengetahui berbagai jenis bisnis ritel yang ada setelah memahami pengertian, fungsi dan karakteristiknya.

Ada banyak jenis bisnis ritel yang dapat kamu temukan di pasaran di sekitar kamu.

Berikut ini penjelasan lengkap jenis-jenis bisnis ritel yang harus kamu ketahui.

Bisnis Ritel Berdasarkan Produk yang Dijual

Jenis bisnis ritel berdasarkan apa yang dijual ada dua macam yaitu barang dan layanan atau jasa.

Mari simak penjelasannya lengkapnya di bawah ini:

1. Produk Barang

Jenis bisnis ritel ini menjual produk berupa barang fisik yang berwujud serta menjadi konsumsi sehari-hari.

Barang ini bisa berupa makanan, minuman, obat, sabun, bedak, pakaian, buku, dan lain-lain.

2. Produk Layanan atau Jasa

Jenis bisnis ritel kedua adalah menjual layanan atau jasa yang memang tidak bisa disentuh atau berwujud namun ada yang dihasilkan.

Contohnya, produk jasa yaitu perbankan, penyewaan, perbaikan, pengasuhan, pemandu wisata, dan supir.

Kualitas, fitur, keunikan, waktu, kecepatan, dan keunggulan lainnya menentukan kesuksesan jenis bisnis ritel ini.

Bisnis Ritel Berdasarkan Bentuknya

Ada beberapa bentuk ritel yang harus kamu pahami agar lebih mengenal berbagai pilihan bisnis ritel.

Mari simak uraian lengkap bentuk ritel di bawah ini:

1. Berbentuk Non-Toko

Jenis ritel berbentuk non-toko atau tidak memiliki toko fisik yang bisa didatangi konsumen.

Biasanya, ritel ini fokus pada kontak langsung dengan konsumen atau direct selling melalui TV atau telepon.

Sekarang ritel non-toko telah berkembang dengan kemajuan teknologi dan internet sehingga jadilah jual beli online.

Ritel ini lebih dikenal dengan online shop atau toko online walau ada beberapa yang memiliki toko fisik sendiri.

Dalam ritel online kamu hanya memerlukan toko online, website, aplikasi mobile, smartphone, dan internet untuk berjualan.

2. Berbentuk Layanan

Seperti yang telah disebutkan bahwa ada ritel yang menjual layanan atau jasa.

Untuk ritel ini biasanya tidak memerlukan toko fisik yang harus dikunjungi, cukup dengan nomor telepon.

Namun ada juga yang membuka toko atau kantor agar pelanggan bisa datang.

Contohnya toko sewa mobil, bengkel, kantor penyedia jasa pengasuh bayi, dan lain-lain.

3. Berbentuk Toko

Jenis ritel ini memiliki tempat berupa toko dimana produk disusun rapi dan dijajakan dalam etalase.

Ada beragam toko ritel yang bisa kamu temui di sekitar kamu dan sudah sering kamu datangi setiap hari.

Toko-toko ini terbagi dari berdasarkan kepemilikan, bentuk, dan lain-lain.

Bisnis Ritel Berdasarkan Bentuk Toko

Telah disebutkan beberapa bentuk pilihan ritel, pada bagian ini akan lebih spesifik jenis ritel toko.

Ada beragam ritel toko yang dapat kamu jadikan referensi di bawah ini:

1. Toko Serba Ada (Toserba)

Ritel yang satu ini disebut toko serba ada karena mengusung konsep untuk menyediakan segala kebutuhan konsumen.

Toko ini berusaha melengkapi koleksi produk yang dimiliki dari kebutuhan dasar seperti makanan segar, makanan kaleng, makanan ringan, dan minuman.

Tak ketinggalan kebutuhan toilet, skincare, makeup, perkakas, dan aksesoris rumah.

2. Toko Khusus

Berbeda dengan toko sebelumnya yang menyediakan semuanya, toko ritel yang satu ini merupakan toko khusus.

Kata khusus disini merujuk pada apa yang dijual dalam toko ini, contohnya hanya menjual satu produk atau layanan.

Meski tidak terbatas pada satu merk dan satu model saja, bisnis ini memiliki kategori yang kecil namun fokus.

Contohnya, toko obat, toko mainan, toko perhiasan, dan toko pakaian.

3. Supermarket

Toko ini hampir mirip dengan toko serba ada, namun penampilan dan layanannya lebih tinggi karena target market berbeda.

Supermarket didesain lebih modern dan diperuntukkan kalangan menengah keatas.

Di sini konsumen akan menemukan berbagai kebutuhan hidup dengan mudah dan variatif bahkan tersedia barang impor.

4. Minimarket

Toko ini merupakan bentuk mini dari supermarket dan berlokasi di tempat-tempat strategis.

Barang yang disediakan bervariasi, namun tidak sebanyak supermarket.

Desainnya juga modern yang dilengkapi kasir dan pendingin ruangan untuk menyejukkan konsumen.

Bisnis Ritel Berdasarkan Skala Penjualan

Jenis bisnis ritel selanjutnya dikategorikan berdasarkan skala penjualan yang dilakukan atau ditargetkan.

Mari simak penjelasannya.

1. Skala Besar

Pada jenis bisnis ritel ini, pengecer mempunyai target penjualan dalam volume yang besar.

Contohnya seperti toko serba ada, supermarket, dan minimarket yang memiliki ribuan cabang.

Desain toko dibuat modern, barang ditata di etalase, ada pendingin ruangan dan kasir.

Ritel skala besar ini menyediakan barang dalam jumlah yang banyak dan komplit dari kebutuhan dasar.

2. Skala Kecil

Sedangkan skala kecil, berkebalikan dengan skala besar dimana volume penjualannya rendah.

Contohnya toko kue, toko kelontong, warung di dekat rumah, kios di pasar, butik di pinggir jalan, dan toko kecil lainnya.

Ritel ini pun lebih terkesan sederhana, konvensional dan tradisional yang dijalankan perorangan.

Barang yang disediakan jumlahnya terbatas, bisa jadi khusus yang hanya menyediakan satu jenis kebutuhan.

Bisnis Ritel Berdasarkan Kepemilikan

Jenis ritel juga diklasifikasikan berdasarkan kepemilikan dari bisnis ritel.

Ada ritel yang dimiliki sendiri, ada yang milik orang lain, juga ritel miliki bersama.

Perkembangan bisnis ritel berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi dan waktu.

Mari simak ulasan lengkap bisnis ritel berdasarkan kepemilikan.

1. Ritel Mandiri

Seperti namanya, ritel ini berdiri secara mandiri dengan kepemilikan individu atau perorangan.

Biasanya, ritel ini masih berskala kecil dan peritel mengerjakan semua secara mandiri di dalam tokonya.

Bisnis ini terus berjalan tanpa bantuan orang lain, dari membersihkan, melayani pembeli dan jadi kasir.

Setelah berkembang barulah peritel akan mulai mempekerjakan orang lain, menambah usaha dan manajemen yang lebih baik.

Meski realitasnya ritel mandiri sangat sulit dalam persaingan ketat di dunia bisnis.

Namun, jika kamu memiliki lokasi yang strategis, harga yang bersaing dan strategi marketing baik, kamu pasti berhasil menarik banyak pembeli.

2. Ritel yang Sudah Ada

Jenis ritel berdasarkan kepemilikan kedua adalah ritel yang sudah ada, berdiri, dan sustain perjalanannya.

Biasanya ritel ini merupakan warisan atau pengalihan kepemilikan dari bisnis yang sudah ada.

Jadi peritel hanya tinggal melanjutkan bisnis tersebut sebagai pemilik baru.

Jenis ritel ini biasanya adalah warisan bisnis keluarga pada generasi berikutnya.

Sebagai pemilik baru, kamu tinggal menambahkan hal-hal yang kurang dan berinovasi sekreatif mungkin.

Sebab di tengah persaingan yang ketat, kamu akan tertinggal jika berdiam diri saja di satu titik.

Sangat disarankan untuk mengadopsi sistem manajemen yang baru dan menata ulang ritel yang ada.

3. Dealer

Ritel selanjutnya ada ritel bernama dealer, jenis ritel ini adalah badan usaha atau perorangan yang bertugas menjadi distributor produsen.

Umumnya dealer memiliki izin khusus oleh produsen secara gratis dan tanpa perlu melakukan pembelian ke grosir.

Contohnya factory outlet, pabrik, atau mendirikan outlet ritel kecil sendiri.

Bisa juga pabrik bekerjasama dengan warga sekitar lokasi yang ingin membuka outlet ritel tersebut.

4. Franchise atau Waralaba

Jenis ritel yang satu ini sangat populer dan banyak prakteknya oleh masyarakat.

Konsep ritel ini yakni membeli atau menyewa hak untuk menggunakan brand produk tertentu.

Peritel berhak menjual produk yang telah terkenal di masyarakat tersebut.

Franchise ini mirip dengan dealer, kamu mendapat izin memakai nama, produk, konsep dan manajemen dari perusahaan induk.

Namun untuk memiliki semua itu kamu harus membayar sejumlah uang pada perusahaan induk.

5. Network Marketing

Network marketing atau sering disebut juga sebagai Multi Level Marketing (MLM).

Jenis ritel ini sangat populer di kalangan wanita muda dan ibu rumah tangga.

Umumnya peritel direkrut langsung untuk menjual produk dari distributor atau produsen.

Bisnis ritel dalam jenis ini sangat bergantung pada orang-orang yang berada dalam jaringan.

Keunggulannya kamu tidak perlu toko fisik dan dapat fokus menjual barang pada pembeli dengan sistem mulut ke mulut.

Namun sekarang banyak peritel MLM yang memanfaatkan internet dan sosial media untuk meraup keuntungan.

6. Corporate Chain

Corporate Chain merupakan jenis ritel dengan kepemilikan gabungan dari beberapa individu pemegang saham sebuah perusahaan.

Ritel ini umumnya dilakukan oleh korporasi dengan skala penjualan yang besar.

Bisnis ritel ini terdiri dari dua atau lebih lini dagang yang dimiliki beberapa individu yang tergabung dalam satu group.

Contoh Ramayana Group, Matahari Group, Yogya Group dan lain-lain.

Bisnis Ritel Berdasarkan Teknik Pemasaran

Klasifikasi jenis bisnis ritel juga berdasar teknik pemasaran yang peritel adopsi.

Dari yang konvensional hingga shifting teknik pemasaran mengikuti arus perkembangan zaman.

1. Ritel Offline

Ritel berdasar teknik pemasaran yang pertama adalah ritel offline yang telah muncul sejak dahulu kala.

Jenis ini sangat konvensional, peritel akan bertemu dengan pembeli di sebuah tempat dan bertransaksi.

Strategi marketingnya bisa memasang banner, spanduk, promo juga tidak menutup kemungkinan melakukan promosi online.

Ritel ini mengharuskan konsumen hadir ke toko untuk melakukan pembelian barang.

2. Ritel Online

Berbeda dengan ritel offline, ritel yang satu ini merupakan evolusi dari ritel tradisional.

Seperti namanya, ritel ini memanfaatkan jaringan internet dan sosial media untuk menjual barang.

Alih-alih toko fisik, ritel online mendirikan toko online misal di e-commerce, media sosial, atau website sendiri.

Meskipun ritel online tidak mewajibkan kamu memiliki toko, namun kamu memerlukan gudang penyimpanan.

Ada juga ritel online yang tetap mendirikan toko fisik agar tampil resmi dan mendulang kepercayaan konsumen.

Perlu kita akui bahwa di zaman teknologi informasi ini ritel online merupakan tambang emas yang harus kamu coba.

Sebab ritel online dapat menjangkau pembeli dari daerah manapun dan kapanpun bahkan menyasar target market secara presisi.

Sangat direkomendasikan bagi kamu untuk membuka ritel online atau melakukan shifting bisnis offline kamu ke online.

Bisnis Ritel Berdasarkan Bentuk Hukum

Klasifikasi jenis ritel yang terakhir adalah berdasarkan bentuk hukumnya.

Penjelasan sebelumnya ada ritel yang tradisional dan modern.

Ada ritel tradisional contohnya toko kecil, warung dan pedagang pasar.

Ritel ini tidak perlu mendirikan badan hukum tertentu.

Sedangkan ritel modern seperti supermarket, minimarket dan lain-lain membutuhkan izin khusus pemerintah.

1. Sole Proprietorship

Bisnis ritel ini berdasarkan bentuk hukumnya adalah perseorangan.

Jenis perseorangan memiliki bentuk kepemilikan tunggal.

Ritel ini kepemilikannya hanya oleh satu orang dan berjalan tanpa bantuan orang lain.

Bagi kamu yang  akan memulai bisnis ritel sendirian maka kamu termasuk dalam klasifikasi ini.

2. Partnership

Ritel yang satu ini merupakan jenis bisnis ritel yang lumayan jadi favorit.

Partnership atau kemitraan ini artinya kepemilikan bisnis ritel terbagi pada dua orang atau lebih.

Adanya pembagian ini akan berdampak pada keterlibatan aktivitas bisnis dan jumlah keuntungan.

Kamu tidak perlu khawatir, kamu memang akan berjalan cepat jika sendirian.

Namun, kamu akan berjalan sampai jauh jika bersama-sama.

Partnership akan melebarkan sayap bisnis kamu dan meraih keuntungan besar bersama-sama.

3. Joint Venture

Hampir mirip dengan partnership, joint venture merupakan kolaborasi antara dua pihak atau lebih.

Kolaborasi ini berkaitan dengan menjalankan bisnis, membagi modal dan keuntungan bersama.

Tentunya berdasarkan kesepakatan pihak-pihak yang terlibat mengenai  syarat dan ketentuannya.


Ritel atau Grosir?

Pada alur rantai pasokan, peran grosir yaitu membeli dan menampung barang dari supplier.

Maka perbedaan mendasar antara ritel dan grosir adalah jumlah barang dan berapa macam barang pada pembelian.

Umumnya, grosir hanya membeli satu jenis barang.

Misalnya, grosir gula.

Maka, gulanya akan diborong dengan skala per ton.

Bahkan semua jenis gula akan masuk dalam daftar agar lengkap dalam grosirannya.

Para grosir membeli barang dalam jumlah besar dan mengemas ulang jadi bagian-bagian kecil untuk dijual ke ritel.

Jadi, grosir lebih fokus pada kuantitas daripada kualitas suatu produk.

Untuk melakukan bisnis grosir, kamu memerlukan investasi dana yang cukup besar.

Namun, jangkauan bisnisnya bisa lebar hingga beberapa kota dalam provinsi atau pulau.


Ritel atau Supplier?

Supplier ada banyak macamnya seperti supplier barang mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi.

Supplier barang mentah bertugas menjual produk mentah dari produsen ke industri yang akan mengolahnya.

Sedangkan supplier barang setengah jadi biasanya membeli produk dari sebuah industri, lalu menjualnya ke industri lain.

Jika berhubungan dengan grosir dan ritel maka supplier yang berperan aktif adalah supplier barang jadi.

Supplier ini akan menerima barang jadi dari produsen untuk disebarkan ke berbagai daerah, provinsi bahkan negara.

Modal utama seorang supplier adalah koneksi dan jaringan dengan para produsen dan grosir, serta dana yang tidak sedikit untuk mengambil produsen dan ongkos kirim.


Persiapan Membuka Bisnis Ritel

Apakah kamu telah memantapkan hati untuk membuka bisnis ritel setelah pemaparan tersebut?

Mari kita lanjutkan pembahasan mengenai persiapan apa saja untuk membuka bisnis ritel kamu sendiri!

1. Pilih Jenis Bisnis Ritel

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memilih jenis bisnis ritel yang akan kamu buka.

Apakah offline atau online, apakah mandiri atau kemitraan, skala kecil atau besar?

Namun, jika kamu telah memiliki toko ritel yang sudah ada dari warisan maka kamu tinggal melanjutkan saja dan berinovasi.

2. Tentukan Produk

Langkah kedua ini sangat berkaitan dengan pilihan jenis bisnis ritel kamu.

Jika kamu menginginkan toko serba ada maka kamu harus menyusun daftar barang apa saja yang akan kamu kulak.

Sedangkan bila toko yang kamu bangun adalah toko ritel khusus maka kamu bisa mengeksplorasi produk unggulan kamu sesuai target market.

3. Strategi Marketing

Strategi marketing zaman sekarang cukup murah bahkan presisi menyasar target pasar.

Kamu cukup memanfaatkan internet dan media sosial untuk mempromosikan bisnis ritel kamu.

Apalagi, jika kamu memilih ritel online maka kamu tinggal mengunggah produk di e-commerce dan algoritma akan bekerja.

Kamu juga bisa mengoptimalkan penjualan produk kamu dengan menggunakan layanan iklan berbayar.

4. Hitung Modal

Langkah terakhir ini sangat penting dan puncak dari persiapan membuka sebuah bisnis.

Menghitung modal juga bergantung pada jenis modal dan produk apa yang akan kamu jual.

Tidak lupa hitung budget marketing untuk menaikkan barang agar menjangkau banyak orang.


Pilih Jenis Bisnis Ritel Yang Menguntungkan!

Demikian ulasan bisnis ritel secara lengkap dari fungsi, karakteristik, hingga jenis-jenisnya.

Kamu bisa memilih jenis ritel apa yang sesuai dengan target yang kamu miliki.

Sangat direkomendasikan untuk melakukan riset pasar, konsep, dan produk yang ingin kamu jual. 

Serta tidak lupa pertimbangkan matang-matang bisnis ritel kamu sesuai dengan kebutuhan kamu.

Semoga tulisan ini dapat membantu kamu yang berminat untuk membangun bisnis dan menambah wawasan.

Friska
Ketika banyak orang membutuhkan panduan dalam menyelesaikan masalah keuangan yang mereka hadapi, mereka sering mengalami kesulitan dalam mencari sumber/ saran terbaik. Karena itulah tulisan melalui artikel adalah hal yang menjadi passion bagiku karena akan membantu banyak orang yang mengalami kesulitan-kesulitan tersebut.

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Pinjaman bisnis sd 2M dapat CASHBACK GOPAY s/d Rp 9,9 Juta, Sikaaat