3 Jenis Investasi yang Cocok untuk Pemula – Jaman sekarang ini, mencari jenis investasi menguntungkan sebenarnya tidak lagi susah. Yang susah itu adalah menentukan jenis investasi mana yang cocok untuk Anda.

Dalam berinvestasi, hal kecil yang sering disepelekan pun berdampak besar terhadap keuntungan investasi. Maka, jangan heran bila Anda sewaktu-waktu mendapatkan kerugian yang cukup signifikan terhadap keuangan, terutama terhadap investasi Anda.

Baca Juga: Macam-Macam Investasi

Banyak orang yang tidak menyadari, bahkan tidak mau tahu, bagaimana pentingnya berinvestasi. Orang-orang yang sadar akan pentingnya investasi pasti akan mempertimbangkan baik-baik,  mana uang yang harus ditabung dan mana yang harus diinvestasikan.

Bila Anda sudah tahu betul bagaimana pentingnya berinvestasi dan ingin mencari tahu lebih lanjut jenis investasi menguntungkan untuk tahun 2017 ini, artikel ini cocok untuk Anda.

Agar Anda lebih terarah dalam menentukan jenis investasi, berikut 3 jenis investasi yang cocok untuk pemula yang bisa Anda coba sekarang juga.

3 Jenis Investasi yang Cocok untuk Pemula

1. Investasi Reksadana

investasi online koinworks

Bahkan investor pemula sekalipun tahu betul bahwa reksadana merupakan salah satu jenis investasi yang cocok untuk pemula.

Nominal minimal untuk turut serta dalam investasi reksadana pun terbilang rendah, mulai dari Rp 100.000.

Baca Juga: 5 Cara Membiasakan Diri untuk Berinvestasi

Ada banyak jenis reksadana yang bisa diikuti, mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, hingga pasar saham.

Dana investasi yang Anda alokasikan nantinya akan ‘dimainkan’ oleh Manajer Investasi, maka pilih tujuan reksadana yang tepat. Baca juga prospektusnya dan pahami seluk-beluk di baliknya.

Baca Juga: Cara Investasi Reksadana

Bila Anda sudah familiar dengan rekening bank, mendaftar investasi reksadana pun sebenarnya mirip ketika membuka rekening di bank tertentu.

Nantinya Anda akan akrab dengan istilah Unit Penyertaan (UP) dan Nilai Aktiva Bersih (NAB). Cara menghitung keuntungan investasi reksadana sebenarnya cukup mudah.

Baca Juga: Keuntungan dari Investasi Reksadana

Misalnya, NAB untuk A seharga Rp 1.500. Maka bila Anda membeli 1.000 UP, Anda akan membelinya dengan harga Rp 1.500.000. Di akhir tahun, apabila NAB untuk A naik menjadi Rp 2.000.000, maka Anda untung Rp 500.000.

Bila NAB turun menjadi Rp 1.100.000, berarti rugi Rp 400.000. Rekomendasi yang paling tepat ketika NAB turun di akhir tahun adalah jangan menjualnya terlebih dahulu agar Anda bisa meredam kerugian. Lihat tabel berikut:

UP NAB NAB Tahun I Keterangan
1.000 Rp 1.500.000 Rp 2.000.000 Untung Rp 500.000
1.000 Rp 1.500.000 Rp 1.100.000 Rugi Rp 500.000

Sembari berinvestasi, Anda juga bisa mempelajari cara menjaga aset reksadana agar keuntungan investasi Anda dapat terus dimaksimalkan.

2. Investasi Online Peer to Peer Lending

Berinvestasi di KoinWorks - 2

Di tanah air, investasi online P2P Lending mungkin masih baru dan mungkin masih banyak yang belum menyadari eksistensinya.

Baca Juga: 

Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Peer to Peer Lending (P2P Lending)

Ada jenis investasi baru yang dikenal dengan P2P Lending, di mana Anda sebagai investor dapat berinvestasi kepada peminjam sesuai dengan tujuan peminjaman.

Platform P2P Lending umumnya menyediakan investasi untuk pinjaman bisnis UMKM, namun di KoinWorks, Anda bisa berinvestasi pada kebutuhan pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga: Ini 7 Alasan Kenapa Anda Harus Berinvestasi di KoinWorks

Jenis investasi ini terbilang sangat menguntungkan. Khusus di KoinWorks, Anda bisa mendapatkan bunga efektif mulai dari 18% per tahun.

Semakin tinggi tingkat risiko investasi Anda, tentunya semakin tinggi pula keuntungan investasi yang akan Anda dapatkan.

Baca Juga: Investor Pemula? Baca Panduan Investor Pemula Untuk Investasi di Fintech Lending KoinWorks Ini

Dan sama seperti investasi reksadana, investasi online P2P Lending di KoinWorks juga bisa dimulai dari Rp 100.000.

Bedanya, di KoinWorks, Anda bisa menentukan sendiri kepada siapa Anda akan menginvestasikan modal berdasarkan segala informasi yang termuat di dalam factsheet masing-masing peminjam.

Jangka waktu investasi Anda bisa berjangka mulai dari 6 bulan, 12, 18, hingga 24 bulan. Dan tentunya Anda bisa memilih sendiri jangka waktu sesuai kebutuhan.

Apabila Anda berinvestasi di KoinWorks dengan nominal Rp 1.000.000 dan bunga keuntungan 12% dalam setahun, Anda sudah bisa mendapatkan Rp 1.120.000 di tahun pertama.

Itupun untuk investasi dengan risiko terendah dan belum termasuk compounding effect. Hitung keuntungan investasi Anda dengan kalkulator berikut.

3. Investasi Properti

investasi properti

Berinvestasi pada properti memang membutuhkan uang dengan jumlah yang besar. Namun, keuntungan yang akan Anda dapatkan juga akan besar dalam jangka panjang.

Selain Anda bisa menciptakan passive income dengan aset properti, Anda juga bisa menjadikannya sebagai sebuah investasi yang bisa dijual dalam beberapa tahun ke depannya.

Cobalah berinvestasi dengan dua jenis investasi menguntungkan dan investasi yang cocok untuk pemula di atas secara perlahan sembari mengumpulkan modal, atau Anda juga bisa memulai bisnis.

Baca Juga: 5 Tips Agar Bisa Berinvestasi Setiap Bulan

Secara perlahan, bila Anda sudah memiliki cukup dana, cobalah membeli rumah yang sederhana saja namun berada di daerah yang strategis. Ada banyak rumah yang bisa Anda beli dengan harga mulai dari Rp 450 juta.

Rumah tersebut kemudian bisa Anda sewakan sehingga Anda memiliki pendapatan setiap bulan atau tahun. Saat membeli rumah, cobalah untuk membeli rumah di daerah yang memiliki potensi untuk berkembang, seperti daerah yang di sekitarnya akan dibangun proyek transportasi, pelebaran jalan, dan sebagainya.

Baca Juga: 4 Langkah Mewujudkan Impian dengan Berinvestasi

Rumah yang Anda beli nantinya akan bertambah nilainya dalam jangka panjang, apalagi karena berada di lokasi yang strategis dan berkembang, bisa mengalami peningkatan harga sekitar 15% hingga 22% setiap tahunnya.

Atau bila Anda berniat untuk menyewakannya, harga sewanya biasanya memiliki rentang 4% hingga 10% per tahunnya.

Baca Juga: Belum Pernah dan Ingin Mulai Berinvestasi? Ini 5 Tips Investasi untuk Pemula

Contoh, bila kita mengandaikan bahwa Anda membeli rumah seharga Rp 400 juta di Bandung, bila Anda menyewakannya seharga Rp 16 juta per tahun kepada keluarga baru menikah yang biasanya masih memiliki keuangan terbatas, Anda bisa meraup passive income dari aset tersebut sebesar Rp 16 juta setiap tahunnya.

Baca Juga: 5 Tips Mencapai Financial Freedom

Selain mendapatkan passive income, harga rumah tersebut berangsur-angsur akan meningkat. Bila peningkatan harga rumah tersebut sebesar 15% setiap tahun dari harga awal, itu artinya dalam 10 tahun harga rumah tersebut menjadi:

Rp 400 juta x 15% = Rp 60.000.000

Rp 60.000.000 x 10 tahun = Rp 600.000.000

Itu artinya, dalam 10 tahun, aset Anda menjadi:

Rp 400.000.000 + Rp 600.000.000 = Rp 1 Miliar

Untuk mendapatkan aset tersebut dengan cepat dan berinvestasi padanya, Anda tentu harus mengumpulkan dana.

Bila pun Anda tidak memiliki dana untuk sekarang, Anda bisa mengajukan KPR ke bank dan langsung menyewakannya, agar cicilan KPR bisa dibayar dengan bantuan uang sewa penyewanya.

Menarik bukan?

Nah itulah 3 jenis investasi yang cocok untuk pemula yang patut untuk dipertimbangkan. Bila pun Anda sudah berinvestasi reksadana untuk sekarang, cobalah berinvestasi juga di jenis investasi online P2P Lending dan properti.

Atau bila investasi properti belum cocok untuk Anda karena belum memiliki dana yang cukup, cobalah investasi online P2P Lending di KoinWorks, karena dengan Rp 100.000, Anda sudah bisa mendapatkan bunga efektif mulai dari 18% setiap tahunnya.

Menguntungkan, bukan? Mulai berinvestasi di KoinWorks.



There are currently no comments.

Apa Komentar Anda?