Home » Blog » Investasi & Keuangan Pribadi » Menabung atau Investasi Peer-to-peer Lending: Mana yang Lebih Cuan?

Menabung atau Investasi Peer-to-peer Lending: Mana yang Lebih Cuan?

menabung atau investasi peer-to-peer lending

Antara menabung atau investasi, mana yang lebih cuan, ya?

“Eh, tapi bentar, deh! Bukannya menabung juga bagian dari investasi, ya?”

Banyak yang bilang sih gitu… Tapi faktanya, menabung dan investasi memiliki definisi, tujuan, dan penawaran imbal hasil yang berbeda. 

Ingin tahu info lengkapnya? Kalau iya, pastikan kamu simak artikel ini hingga akhir untuk mengetahui menabung atau investasi peer-to-peer lending yang lebih cuan.


Menyimpan Uang di Tabungan

Tabungan masih menjadi pilihan favorit sebagian orang untuk menyimpan uang yang dimilikinya, entah itu tabungan bank, celengan, maupun tabungan bersama pada sebuah komunitas seperti arisan. 

Hal ini karena tabungan dinilai memiliki risiko yang rendah meskipun pertumbuhan nilainya pun lambat. 

Tak hanya itu, budaya menabung di celengan ataumenyisihkan uang yang telah ditanamkan sejak kecil oleh orang tua juga sangat membentuk kita untuk membiasakan diri menabung.

Pasti kamu waktu kecil juga pernah diajarkan untuk menabung, kan?

Sayangnya, edukasi untuk menabung tak sejalan dengan edukasi mengenai laju inflasi. Hal ini penting, lho, karena meroketnya laju inflasi akan membuat merosot nominal uang yang kamu kumpulkan.

Sekalipun kamu menabung di bank yang menawarkan bunga, tentu saja besarannya juga mengikuti berapa jumlah tabungan yang kamu miliki. 

Nah, khusus tentang bunga bank, KoinWorks telah membahasnya lewat artikel ini, di mana didapat fakta bahwa menabung di bank sekarang bunganya 0% alias tidak dapat bunga sama sekali!

Bahkan, kamu perlu memiliki saldo tabungan miliaran terlebih dahulu untuk bisa menikmati bunga 1 – 2%.

“Duh, kalau kayak gini enggak bisa kaya-kaya, dong?”

Jangan khawatir, kamu hanya perlu untuk mencoba mengalokasikan tabungan kamu untuk investasi yang memberikan imbal hasil lebih tinggi daripada menabung di bank ataupun di celengan, salah satunya dengan investasi di peer-to-peer lending.


Investasi di Peer-to-peer Lending

Bingung mau menabung atau investasi peer-to-peer lending?

Sebenarnya, tidak ada yang salah jika kamu memilih menabung uangmu di celengan atau di bank saja.

Namun, sudah siapkah kamu menghadapi laju inflasi?

Dilansir dari bisnis.com, dalam 5 tahun terakhir saja naik sebesar 1-4%. 

Supaya yang kamu sisihkan tidak tergerus oleh inflasi, kamu bisa investasikan uangmu pada produk investasi dengan imbal hasil lebih tinggi. Misalnya investasi di produk peer-to-peer lending dari KoinWorks. 

Produk yang dikenal juga dengan KoinP2P ini menawarkan imbal hasil hingga 18% per tahun, lho. 

Kelihatan beda banget dong, perbedaan imbal hasil yang ditawarkan antara menabung atau investasi di produk peer-to-peer lending?

Supaya makin kebayang, simak simulasi menyimpan uang antara menabung atau investasi peer-to-peer lending serta imbal hasil yang bisa didapatkan berikut, deh!


Menabung atau Investasi Peer-to-peer Lending: Mana yang Lebih Cuan?

Untuk membuktikan mana yang lebih cuan, apakah menabung atau investasi peer-to-peer lending simak simulasi di bawah ini, yuk!

Ada dua orang Sobat KoinWorks, namanya Lia dan Ruben. Keduanya rajin menyisihkan uang Rp500 ribu per bulan, tapi keduanya menempatkan uangnya di tempat yang berbeda. Jika saat ini mereka berusia 27 tahun, menjadi berapakah aset yang mereka miliki di usia 37 tahun?

Lia lebih memilih menyimpan uangnya saja. Sejak usia 27 tahun, ia rajin menabung Rp500 ribu secara rutin. Seperti yang diketahui sebelumnya, jika menabung baik di celengan maupun bank kamu tidak akan mendapatkan imbal hasil sama sekali atau 0%, lho. Jadi, di usia 37 tahun total aset yang dimiliki Lia akan menjadi Rp60 juta.

Lalu, bagaimana dengan Ruben?

Berbeda dengan Lia, Ruben lebih mempercayakan untuk menyimpan uang pada instrumen investasi peer-to-peer lending. Persis dengan Lia, ia pun mulai menyisihkan Rp500 ribu sejak usia 27 tahun. Dengan asumsi imbal hasil instrumen peer-to-peer lending yang mencapai 18%, maka aset yang dimiliki Ruben di usia 27 tahun akan menjadi Rp165 juta!

Jauh sekali perbedaannya, ya? Padahal mereka mulai investasi di waktu yang sama dan nominal yang sama. 

Kalau kamu, tim Lia atau tim Ruben?


Bagi kamu yang ingin seperti Ruben, tapi bingung di mana tempat untuk investasi peer-to-peer lending, KoinP2P dari KoinWorks bisa jadi pilihan kamu, lho. 

Cukup dengan Rp100 ribu kamu sudah bisa mulai mendanai di KoinP2P, kok. 

Yuk, investasi di KoinP2P!

Simulasi Pendanaan KoinWorks
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
Ketahui profil risiko investasi Anda
Profil Risiko

Berdasarkan hasil profiling kami, maka risiko investasi yang cocok untuk Anda adalah dengan imbal hasil hingga .

Jumlah dan Jangka Waktu Investasi

Masukkan jumlah dan jangka waktu pendanaan untuk mensimulasikan diversifikasi dan imbal hasil yang akan kamu dapat.

Rp ,00
Rp ,00
Perkenalkan diri Anda

Kami akan memberikan informasi mengenai promo KoinWorks setiap bulannya ke email Anda.

+62
Rekomendasi Diversifikasi

Dengan modal awal Rp dan tambahan Rp tiap bulan, maka rekomendasi diversifikasimu adalah sebagai berikut:

Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:

Dengan imbal hasil sebesar per tahun, setelah tahun maka perkiraan pengembalian uangmu adalah sebagai berikut

Rp,-

Mulai Mendanai

Mulai lakukan pendanaan di aplikasi KoinWorks sekarang dan dapatkan gratis KOIN (dana percobaan) sebesar Rp350.000,- untuk Anda gunakan di KoinP2P

Install Aplikasi KoinWorks

Menabung atau Investasi Peer-to-peer Lending: Mana yang Lebih Cuan?

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​