Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Iklim Investasi? – Kurang dari seminggu di bulan Februari 2017 ini, Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta (Pilkada DKI Jakarta) dan Pilkada daerah lainnya akan dilakukan secara serentak, tepat pada tanggal 15 Februari 2017 nanti.

Menegangnya situasi dan panasnya persaingan membuat Pilkada DKI 2017 mendominasi perhatian masyarakat Indonesia saat ini, teristimewa masyarakat Jakarta.

Baca Juga: OJK Dorong Startup Fintech untuk Meningkatkan Inklusi Keuangan

Banyaknya isu yang ada menjelang Pilkada DKI ini turut memeriahkan dan tentu membuat situasi terus memanas.

Belum lagi netizen, sebutan akrab bagi pengguna internet dan aktif di media sosial, ikut “berpartisipasi” dan sedikit banyak mampu mempengaruhi kemeriahan Pra – Pilkada DKI 2017 ini.

Baca Juga: Peraturan Peer to Peer Lending Resmi Dirilis Oleh OJK

Banyak yang bisa kita bicarakan dari sudut pandang politik, nah, bagaimana bila kita mengaitkan Pilkada DKI 2017 dengan iklim investasi? Bagaimana sebetulnya pengaruh Pilkada DKI 2017 terhadap iklim investasi?

Selain mempengaruhi fokus masyarakat sehingga mengundang pandangan dari berbagai sudut, polemik yang bermunculan di tengah-tengahnya, ternyata iklim investasi juga ‘tergerak’ menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017 ini.

Baca Juga: 5 Cara Membiasakan Diri untuk Berinvestasi

Menurut Bank Indonesia (BI) khusus Provinsi DKI Jakarta, seperti yang dikutip dari BeritaSatu, penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta 2017 (Pilgub DKI) ini mampu membuat para investor memutuskan untuk menunda menginvestasikan dana investasinya di Jakarta.

Hal tersebut didorong oleh kekhawatiran para investor terhadap perubahan kebijakan di sektor ekonomi dan bisnis bila terjadi pergantian pemimpin.

Baca Juga: Optimalisasi Keuangan oleh P2P Fintech Lending

Menurut Fadjar Majardi selaku Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, salah satu dampak negatif Pilkada DKI Jakarta 2017 adalah melambatnya pertumbuhan investasi.

Beliau menambahkan, Pilgub DKI Jakarta 2017 membuat para investor cenderung mengambil sikap “wait and see”.

Oleh karena itu, para investor memutuskan untuk menunda sembari menunggu hingga Pilkada DKI Jakarta 2017 selesai dan situasi setelahnya menjadi lebih kondusif.

Baca Juga: Bank Indonesia Persiapkan Regulatory Sandbox Demi Mendukung Pelaku Fintech

Setelah kondisi aman dan kondusif, para investor tentu akan merasa nyaman untuk berinvestasi di Jakarta.

Selain itu, menjelang Pilgub DKI, isu domestik juga ternyata mempengaruhi pasar saham Indonesia. Ekonom BCA David Sumual menjelaskan, seperti yang dikutip dari KONTAN, pelaksanaan Pilkada, termasuk Pilkada DKI Jakarta 2017, turut mempengaruhi pasar tahun 2017 ini.

Baca Juga: Belum Pernah dan Ingin Mulai Berinvestasi? Ini 5 Tips Investasi untuk Pemula

Apalagi jika Pilkada DKI 2017 berlangsung hingga dua putaran. Menurut Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, siapapun calon yang menjadi pemenang tidak akan mempengaruhi investor, yang penting Indonesia aman.

Bila meninjau riwayat datanya, masih dikutip dari KONTAN, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ternyata justru menguat selama peristiwa penting terkait politik, seperti Pilgub DKI 2012 yang berjalan selama dua putaran, Pilpres 2009, dan Pilpres 2014.

Baca Juga: Begini Cara Kerja KoinWorks dalam Hal Investasi Fintech Lending

Dari hal tersebut dapat diasumsikan bahwa peristiwa penting terkait politik seperti Pilkada DKI Jakarta 2017 ini memang mampu mempengaruhi iklim investasi, entah itu melonjak atau bahkan menurun drastis.

Menjelang Pilgub DKI yang hanya tinggal menunggu waktu, aktivitas terkait politik masih tetap akan berlangsung sebelum memasuki masa tenang, seperti aksi damai 112 yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 11 Februari 2017.

Selama aktivitas terkait politik berlangsung damai sehingga menciptakan keadaan yang aman dan tenang, iklim investasi tidak akan terpengaruh, bahkan mungkin melonjak.

Baca Juga: 5 Tips Berinvestasi di Fintech Lending dari Para Ahli

Fluktuatifnya iklim investasi menjelang Pilkada serentak ini tentu belum bisa dikatakan sebagai masa yang tepat untuk berinvestasi.

Terlepas dari itu, cobalah cari investasi alternatif yang tidak terlalu terpengaruh oleh adanya aktivitas politik seperti masa menjelang Pilkada serentak ini.

Anda bisa mencoba investasi online P2P Fintech Lending KoinWorks sebagai investasi alternatif, di mana bunga keuntungan yang akan Anda dapatkan bersifat fixed return, mulai dari 18% bunga efektif per tahun.

Di KoinWorks, Anda bisa berinvestasi mulai dari Rp 100.000. Sembari berinvestasi dan mendapatkan bunga keuntungan investasi, Anda juga berkesempatan untuk mendukung kemajuan bisnis UMKM yang Anda danai, membantu biaya pendidikan untuk mencerahkan masa depan bangsa, juga membantu pembiayaan pengobatan untuk membantu menyejahterakan masyarakat yang sehat.

Baca Juga: Ini 7 Strategi OJK dalam Memperluas Akses Keuangan Bagi Masyarakat dan UMKM

Tertarik untuk bergabung? Anda bisa menyimulasikan keuntungan investasi Anda di KoinWorks lewat kalkulator investasi di bagian akhir artikel ini atau silakan langsung klik disini.

Dengan berinvestasi P2P Fintech Lending di KoinWorks, seberapa parah pun dinamika politik menjelang Pilkada serentak termasuk Pilkada DKI jakarta 2017 tidak akan menggangu kegiatan Anda dalam berinvestasi dan keuntungan investasi P2P Lending Anda pun bisa dimaksimalkan. Selamat mencoba!

Referensi:

- BI Sebut Investor Tunda Investasi Selama Pilgub DKI
- Isu lokal masih mendominasi IHSG

Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survey singkat di halaman berikut.

Download Aplikasi KoinWorks

apple app store iosgoogle play store android app

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.