Plus Minus Memiliki Polis Asuransi Sebagai Instrumen Investasi

·
3 menit
reinvest - polis asuransi sebagai instrumen investasi

Plus Minus Memiliki Polis Asuransi Sebagai Instrumen Investasi – Investasi memang bisa memberikan keuntungan yang sangat banyak jika memilih investasi yang tepat, memahami risikonya dan mengendalikan resiko investasi tersebut.

Hal ini dikarenakan setiap investasi pasti memiliki kerugian termasuk juga investasi di bidang asuransi. Memang banyak yang memberikan statement tentang keuntungan investasi di bidang asuransi.

Namun, perlu diperhatikan bahwa asuransi selain memiliki nilai plus juga memiliki nilai minus yang harus diperhatikan sebelum benar-benar terjun ke dunia asuransi.

Keuntungan Polis Asuransi Untuk Investasi

Tidak sedikit yang mengatakan bahwa polis asuransi memberikan keuntungan berlipat untuk investasi. Hal ini dikarenakan beberapa hal berikut ini;

1. Memindahkan Risiko

Sebagaimana prinsip asuransi, bahwa peserta akan memindahkan risiko yang ada pada dirinya kepada perusahaan asuransi dengan cara membayar premi yang bisa dibilang kecil di setiap bulannya.

2. Disiplin Sisihkan Uang

Dikarenakan peserta harus membayar premi setiap bulan, maka secara otomatis ia akan menyisihkan uang guna membayar premi.

Bagi mereka yang tidak disiplin tentang keuangan, tentu menyisihkan uang untuk membayar premi bisa lebih baik walau dipaksakan.

3. Memberikan Dana Saat Dibutuhkan

Begitulah konsep asuransi, dimana perusahaan asuransi akan memberikan dana ketika klaim yang dilakukan peserta diterima.

Contoh, peserta sakit dan tidak memiliki uang untuk berobat ke rumah sakit atau membayar perawatan di rumah sakit. Peserta bisa melakukan klaim kepada perusahaan asuransi agar memberikan dana untuk biaya perawatannya.

4. Memberikan Proteksi Keuangan

Jika dilihat dari sistemnya, memang adanya asuransi dapat memberikan proteksi atau keamanan pada kondisi keuangan.

Walaupun kondisi keuangan belum terlalu baik, peserta tidak perlu khawatir dengan berbagai hal yang sudah diasuransikan. Dengan demikian, keuangan memang sudah diproteksi dengan jalan asuransi ini.

5. Bisa Menjadi Tabungan

Ada perusahaan asuransi yang akan mengembalikan uang yang dibayarkan secara rutin tiap bulan jika sampai jatuh tempo uang tersebut tidak dipakai.

Sebagai contoh, ada asuransi kesehatan dengan tempo 20 tahun. Setelah 20 tahun, ternyata peserta tidak jatuh sakit yang sesuai dengan kriteria asuransi, maka otomatis uangnya tidak dipakai.

Dengan begitu, setelah 20 tahun, uang bisa diambil kembali bahkan ada yang memberikan jaminan 100% kembali.

6. Dikombinasikan dengan Investasi

Saat ini ada yang namanya unit link yakni asuransi yang digabungkan dengan investasi. Peserta akan membayar premi dimana premi tersebut digunakan untuk membayar asuransi juga investasi.

Tentang besaran asuransi dan investasi tersebut tergantung dari peserta asuransi. Bisa saja ia memilih investasi yang lebih besar atau asuransi yang lebih besar.

Kerugian Polis Asuransi Sebagai Investasi

Tidak hanya seputar keuntungan saja yang ditawarkan oleh polis asuransi melainkan juga kerugian. Ada beberapa kerugian yang bisa terjadi yakni;

1. Uang premi Akan Hangus

Tidak semua perusahaan asuransi akan memberikan jaminan uang kembali 100% saat jatuh tempo tapi tidak terjadi klaim. Ada yang hanya memberikan 60-80% saja atau bahkan ada juga yang langsung menghanguskan.

Sehingga, walau tidak terjadi klaim selama kurun waktu yang dijanjikan, uang tidak akan bisa kembali. Bisa jadi, ini sebabnya orang enggan berinvestasi. Biasanya mereka bertanya, ‘uang saya mana?’.

Pada dasarnya, ketika premi dibayar, maka akan ada rasa aman yang dirasakan oleh peserta asuransi. Nah, rasa aman itulah yang dibeli oleh peserta.

Sehingga walau tidak terjadi klaim hingga jatuh tempo, uang tidak akan bisa kembali dikarenakan rasa aman yang sudah diberikan kepada peserta asuransi.

Oleh sebab itu, setiap peserta asuransi harus memahami perjanjian dengan perusahaan asuransi dengan baik sehingga bisa tahu bahwa asuransi bisa menjadi investasi atau tidak.

2. Tidak Semua Klaim Bisa Dikabulkan

Mungkin ini yang paling sering terjadi. Peserta sudah membayar premi, kemudian tiba saatnya peserta membutuhkan uang karena sakit atau hal lain.

Namun, saat mengklaim, peserta tidak mendapatkan apa-apa alias klaim ditolak oleh perusahaan asuransi. Hal ini bisa terjadi karena jenis atau kriteria yang bisa diklaim sudah tercatat saat perjanjian.

Hal itu bisa dijadikan salah satu resiko investasi dalam dunia asuransi karena sudah sering terjadi. Bahkan, tidak jarang ada perjanjian tersembunyi yang sebelumnya tidak dimengerti oleh peserta.

Sehingga, di waktu peserta beranggapan bisa mendapatkan klaim, karena tidak sesuai dengan isi yang ada di perjanjian asuransi, klaim tidak bisa cair.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Comment
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar

Terima kasih mas informasinya. ternyata infonya mirip dengan yang saya pikirkan juga. kemaren saya jg ada bahas sedikit mengenai asuransi ini dan bagaimana cara dapatkan asuransi murah

semoga bermanfaat yah buat kita semua. thanks kakak

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Super Financial App yang
membawamu #MelangkahLebih