Home » Strategi-bisnis » 6 Cara Buat Target Omzet & Profit di Bisnis Penulis Lepas

6 Cara Buat Target Omzet & Profit di Bisnis Penulis Lepas

6 Cara Buat Target Omzet & Profit di Bisnis Penulis Lepas

Bagaimana cara yang tepat untuk membuat target omzet serta profit di sebuah bisnis penulis lepas?

Setiap bisnis tentu saja memiliki upaya agar dapat bertahan serta berkembang, termasuk ketika menjalankan bisnis penulis lepas.

Usaha-usaha yang perlu pemilik bisnis lakukan ini tidak lepas dari peran tim marketing untuk melakukan strategi sehingga target omzet dapat terpenuhi.

Sayangnya, cukup banyak pemilik bisnis yang bingung cara membuat target omzet dan profit dengan tepat.

Tidak jarang, pemilik bisnis hanya memberikan angka yang besar sebagai target omzet, dan tidak memperhatikan hal lain. Padahal, untuk membuat target omzet, ada berbagai macam hal yang harus mereka perhatikan.

Lalu, bagaimana caranya kamu sebagai seorang pemilik bisnis penulis lepas, bisa menentukan target omzet dan profit yang realistis?


6 Cara Buat Target Omzet & Profit di Bisnis Penulis Lepas

Dalam perjalanan mengembangkan sebuah bisnis, tentu kamu sebagai seorang pemilik bisnis perlu memiliki strategi atau cara tersendiri dalam menentukan target omzet dan profit.

Nah, berikut adalah beberapa cara mudah yang bisa kamu ikuti dan terapkan dalam membuat target omzet & profit untuk bisnis penulis lepas.

Silakan disimak!


1. Membuat besaran target yang spesifik

Target penjualan yang kamu tentukan haruslah spesifik, sehingga target tersebut harus memiliki dasar pencapaian yang pasti, serta tidak mengambang.

Contohnya, saat menentukan capaian pesanan artikel, bisnismu harus dapat menentukan target yang spesifik, seperti harus tercapai dalam waktu satu bulan atau satu tahun.

Bisnismu dapat menentukan capaian pemesanan artikel sebanyak 10.000 artikel bahasa Indonesia, atau 10.000 artikel bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Hindari membuat target dengan kira-kira seperti “sepuluh ribuan, seribuan” atau yang lainnya, karena target tersebut tidak spesifik.


2. Membuat target yang terukur

Cara membuat target omzet dan profit lainnya adalah membuat target yang bisa kamu ukur.

Target yang baik harus bisa diukur, sehingga bisnis bisa mengetahui ukuran tercapainya pencapaian dengan baik.

Contohnya, kamu menargetkan pemesanan artikel dalam satu periode bertambah hingga 100% dari periode yang sebelumnya. Dengan adanya target tersebut, perusahaan dapat menghitung sukses tidaknya keberhasilan penjualan sebelumnya.

Bila pada periode sebelumnya pemesanan artikel menyentuh angka 10.000 artikel, maka periode berikutnya bisa 20.000 artikel.

Dengan target penjualan tersebut, penjualan yang terjadi bisa kamu ukur tinggi rendah keberhasilannya.


3. Membuat target yang bisa diraih

Target omzet yang baik adalah target yang bisa memang bisa bisnismu raih.

Kamu bisa menentukan capaian penjualan yang seluruh tim raih di akhir periode. Bila perusahaan menaikkan target, kamu harus membuat angka yang memang bisa dicapai.

Contohnya, rata-rata pendapatan 2 tahun belakangan ini adalah Rp5.000.000,00 per bulan. Bisnismu dapat menaikkan target menjadi Rp7.000.000,00 per bulan.

Angka ini masih rasional, dan bisa bisnismu raih walaupun harus meningkatkan strategi marketing yang peru kamu lakukan.


4. Membuat target yang realistis

Target juga harus bisa bisnismu raih dengan realistis, atau wajar.

Tentu setiap bisnis mengharapkan hasil penjualan yang spektakuler. Tetapi, capaian penjualan yang spektakuler ini juga harus kamu imbangi dengan kualitas artikel, serta manfaat yang akan konsumen dapatkan.

Tanpa hal tersebut, target yang kamu miliki justru menyulitkan tim penjualan. Oleh sebab itu, target omzet & profit harus kamu buat dengan realistis dan wajar, karena ada berbagai macam faktor di dalam bisnis tersebut yang memengaruhinya.


5. Membuat target dengan batas waktu

Target yang kamu buat juga harus kamu berikan batasan waktu.

Artinya, terdapat batas waktu target berakhir. Adanya batas waktu ini penting untuk kamu lakukan agar bisnismu dapat mengukur keberhasilan dari tercapainya target tersebut.

Bisnis penulis lepas milikmu juga sebaiknya tidak membuat pencapaian tanpa menentukan batas waktu. Contohnya kamu memberikan target pada tim marketing A, sebesar Rp50.000.000,00, dalam waktu 1 bulan.

Jika setelah satu bulan berakhir, bisnis tersebut bisa mengambil kesimpulan. Bila penjualan tidak mencapai angka tersebut, tim marketing tersebut bisa kamu nyatakan gagal.

Sebenarnya, target ini tidak harus dalam bentuk uang, tetapi juga bisa dari ukuran pemesanan.

Contohnya, kamu memberikan target pemesanan 1.000 artikel dalam waktu 2 minggu. Setelah 2 minggu, kamu bisa mengetahui hasilnya, tercapai atau tidak tercapai.


6. Menyesuaikan target dengan kemampuan tenaga kerja

Membuat target omzet & profiy juga harus kamu sesuaikan dengan kemampuan bisnismu.

Tentu kamu tidak bisa memberikan target yang begitu tinggi, jika tim marketing yang kamu miliki hanya berjumlah 3 orang, dan seluruhnya merupakan orang yang masih awam dalam dunia marketing.


Mengapa Harus Membuat Target Omzet & Profit?

Mungkin kamu penasaran, mengapa setiap bisnis harus membuat target?

Penjualan sesuai dengan target bisa menjadi tolak ukur keberhasilan kompetisi pasar.

Bisnis jasa penulis lepas yang kamu miliki bisa semakin memenangkan persaingan bila memperoleh laba dari pencapaian target yang sudah kamu buat.

Bukan hanya itu, pencapaian target juga akan mendukung peningkatan jumlah penjualan. Pembuatan target omzet serta profit ini juga penting untuk kamu lakukan agar dapat memotivasi bisnis dalam meraih laba.

Target omzet dan profit bisa kamu gunakan untuk memacu semangat, agar bisa mencapai keuntungan sesuai keinginan kamu sebagai pemilik bisnis. Walaupun tidak ada standar khusus, tetapi setiap bisnis harus menentukan targetnya.

Namun, agar tidak menjadi bumerang bagi bisnismu, kamu sebaiknya tidak sembarangan dalam membuat target.

Contohnya saja, bisnis penulis lepas milikmu memiliki target penjualan sebesar Rp5.000.000,00 per bulan, padahal kapasitas bisnis yang kamu miliki bisa mendapatkan omzet hingga Rp10.000.000,00 per bulan.

Dengan target yang tidak wajar ini, sumber daya yang kamu miliki menjadi tidak optimal.


Sudah Paham Cara Buat Target Omzet & Profit di Bisnis Penulis Lepas?

Itulah beberapa cara membuat target omzet dan profit pada bisnis penulis lepas yang sedang kamu rintis.

Cara atau strategi tersebut harus kamu lakukan dengan hati-hati. Selain itu, jangan lupa lakukan sejumlah evaluasi untuk menilai apakah target yang kamu miliki sudah tercapai dengan baik.

Semoga bermanfaat!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
6 Cara Buat Target Omzet & Profit di Bisnis Penulis Lepas

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​