Women Entrepreneur: 5 Tantangan Kewirausahaan bagi Wanita – Kewirausahaan menjadi sebuah profesi yang patut diperhitungkan, sebab, dengan membangun bisnis sendiri setiap orang akan membuka peluang kerja bagi orang banyak.

Akses terhadap dunia kewirausahaan bisa dikatakan semakin banyak dan mudah didapatkan. Karena, dewasa ini, peluang bisnis tersebar di mana-mana dan bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, tak terkecuali bagi wanita.

Baca Juga: Kisah Anna Amanda: Bekerja Sekaligus Kuliah Tak Membuatnya Berhenti Berbisnis

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada tahun 2016, jumlah usaha menurut hasil sementara pendaftaran usaha Sensus Ekonomi (SE) 2016 adalah sebanyak 26,7 juta wirausahawan non-pertanian atau naik sekitar 17,6 persen. Itu artinya, dalam 10 tahun, jumlah wirausahawan non-pertanian naik sebesar 4 juta menjadi 26,7 wirausaha sejak tahun 2006.[1]

Baca Juga: Ini 7 Strategi OJK dalam Memperluas Akses Keuangan Bagi Masyarakat dan UMKM

Hal tersebut bisa dikatakan menjadi bukti akan potensi yang besar di dunia kewirausahaan Indonesia. Selain itu, menurut Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir- Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Kemas Danial, selama ini UMKM merupakan sektor yang paling kebal dari krisis dan menjadi penyelamat ekonomi nasional.[2]

Kemas juga menambahkan bahwa, menilai dari data statistik, dari total jumlah pelaku usaha nasional yang ada sebanyak 57,9 juta unit, 99,9% darinya merupakan pengusaha UMKM.[3]

International Finance Corporation (IFC) dalam studinya bahkan mengatakan bahwa sepertiga dari total jumlah UMKM di Indonesia merupakan usaha yang dimiliki oleh wanita. Data statistik ini merupakan bukti nyata bahwa perempuan Indonesia semakin menunjukkan perannya dalam dunia ekonomi, bisnis dan wirausaha, baik sebagai pekerja maupun pengusaha.[4]

Mengapa Semangat Kewirausahaan Juga Harus Merambat Pada Wanita?

pengembangan bisnis - tantangan kewirausahaan bagi wanita

Seperti yang telah disebut, sepertiga bisnis UMKM yang ada saat ini merupakan usaha yang dimiliki oleh wanita. Jumlah tersebut tentu besar dan menumbuhkan kebanggaan.

Pada dasarnya, semakin banyak masyarakat yang mampu menjalankan bisnis sendiri, pengangguran akan semakin berkurang sebab terciptanya banyak lapangan kerja baru.

Kemiskinan pun kemudian dapat dihentaskan dan tingkat kriminalitas bisa diredam kemudian.

Hingga kini, yang lumrah adalah suami sebagai kepala rumah tangga yang harus berperan sebagai pencari nafkah. Sedangkan istri mungkin merasa tidak terbebani dengan “keharusan-keharusan” untuk mencari nafkah.

Padahal, bila wanita mampu berbisnis, paling tidak perekonomian rumah tangga akan semakin membaik sebagai tahap awalnya.

Sebab, pemasukan bagi internal keluarga akan menjadi lebih bertambah, dari suami yang bekerja dan dari istri yang berbisnis. Meskipun memang, istri yang berkarir juga menjadi pendorong perekonomian keluarga.

Bila perekonomian keluarga lemah dan malah terhitung miskin, pertumbuhan perekonomian Indonesia pun akan terus tersendat dan tingkat kemiskinan terus meninggi.

Istri yang hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga bisa memperlambat laju peningkatan perekonomian keluarga.

Apalagi keluarga miskin, di mana sang suami yang bekerja mencari nafkah namun kondisi perekonomian keluarga masih tetap miskin.

“Apabila dalam satu keluarga, sang laki-laki atau kepala keluarga telah mencari nafkah, tapi masih miskin. Maka, mesin kedua harus digerakkan, yakni ibu-ibunya,” ujar Tri Rismaharini, Walikota Surabaya.[5]

Para istri harus bisa mencari sumber pemasukan lain bila pun masih tidak bisa berkarir sebagai karyawan perusahaan tertentu.

Alternatif yang paling tepat adalah dengan memanfaatkan peluang bisnis untuk bisa dikembangkan sebagai bisnis yang sukses.

Sudah sepatutnya semangat kewirausahaan merambat pada wanita agar sumber penghasilan keluarga bisa bertambah dan roda perekonomian Indonesia berputar semakin kencang.

Dukungan bagi wirausahaan perempuan telah banyak ditunjukkan oleh pemerintah, seperti LPDB-KUMKM yang memfasilitasi pinjaman/pembiayaan dana bergulir kepada 2.000 pengusaha perempuan yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia (IPEMI).[6]

Namun, terlepas dari dukungan yang ada saat ini, masih ada banyak tantangan yang harus dilewati oleh wanita yang ingin terjun ke dunia kewirausahaan dan juga oleh pengusaha wanita yang sudah aktif berwirausaha. Apa saja?

5 Tantangan Kewirausahaan bagi Wanita

1. Keraguan Untuk Memulai

Timpangnya jumlah wirausaha wanita dibanding pria semakin meneguhkan bahwa dunia kewirausahaan identik dengan pria. Padahal, untuk mematahkan hal tersebut, wanita harus berani untuk memulai bisnis.

Keraguan untuk memulai bisnis bisa menjadi tantangan terbesar bagi wanita untuk segera terjun ke dalam dunia kewirausahaan. Berbagai hal seperti modal usaha, ide, pengerjaan, dan sebagainya bisa menjadi dasar keraguan tersebut.

Baca Juga: Mulai Bisnis Sendiri: Dari Garasi Menjadi Gudang Produksi

Hal tersebut bisa diatasi dengan mencari inspirasi dan terus memotivasi diri untuk memulai. Anda juga bisa berkonsultasi kepada rekan yang sudah lebih dulu memulai dan bisa dimulai dari bisnis rumahan terlebih dahulu.

Anda juga bisa mengenyam pendidikan praktis atau pelatihan keterampilan sehingga Anda bisa memanfaatkannya untuk berbisnis.

2. Merasa Ide Bisnisnya Tidak Potensial

Ada kalanya wanita yang hendak memulai bisnis terus menunda-nundanya karena merasa bahwa ide bisnisnya tidak potensial untuk menjadi bisnis yang sukses.

Baca Juga: 5 Tips Untuk Menghasilkan Ide Bisnis yang Lebih Kreatif

Padahal, potensial atau tidaknya bisa dicari tahu dengan melakukan riset atau pun langsung mencobanya hingga mengevaluasi hasilnya.

Soal ide bisnis, rajinlah mencari inspirasi tentang tren dan membaurkannya dengan ide-ide lain yang didapat dari kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

3. Sebagai Istri dan Ibu

Tantangan berikutnya yang harus dihadapi oleh wanita yang ingin terjun ke dunia kewirausahaan adalah membagi perannya sebagai istri, ibu, dan sebagai pengusaha.

Wanita yang sudah berkeluarga pastinya memiliki peran tersebut dan disibukkan dengannya, apalagi bagi wanita yang baru berkeluarga.

Namun, wanita pada dasarnya ahli dalam hal multitasking, di mana ia bisa mengerjakan beberapa hal sekaligus secara bersamaan.

Baca Juga: Dari Sepiring Berdua Hingga Jadi Pengojek, Dedy Irawan Bangkit Bersama Jaxine Sprei and Bedcover

Hal ini kerap ditunjukkan dengan bagaimana seorang ibu mampu merawat anak sambil memasak, membersihkan rumah, dan sebagainya.

Kemampuan multitasking tersebut bisa menjadi kekuatan bagi wanita untuk menjalani bisnis, sehingga apabila sudah siap, wanita seharusnya mulai menjalankan bisnisnya.

4. Kurangnya Pengetahuan dalam Memulai dan Mengelola Bisnis

Setiap orang tentu akan mengalami hal ini setiap kali hendak memulai bisnis, baik pria maupun wanita. Kurangnya pengetahuan soal bisnis menjadi tantangan yang signifikan bagi wanita, tentu saja.

Baca Juga: 9 TED Talks Terbaik Untuk Pengusaha dan Leader

Sebagai pengusaha, seseorang harus paham betul berbagai hal yang mencakup bisnisnya dari A sampai Z, baik itu soal produksi, pemeliharaan, business development, manajemen, dan sebagainya.

Baca Juga: Dane and Dine: Lewat Produksi Sepatu, Pengusaha Muda Indonesia Merajai Penjualan Online

Ini bukanlah sesuatu yang baru di dunia kewirausahaan. Setiap wanita bisa mencari pembelajaran tentang bagaimana memulai dan mengelola bisnis yang baik, dan seiring berjalannya waktu, setiap orang akan bisa lebih memahami alur perkembangan bisnisnya.

Sehingga, memicu tumbuhnya ciri khas di balik kebijakan dalam pengembangan bisnisnya.

5. Kurangnya Akses Terhadap Pinjaman Modal Usaha

Sebetulnya, hal ini merupakan kendala bagi mayoritas pelaku UMKM. Modal bisa dikatakan nafas utama bagi setiap bisnis. Tanpa adanya modal yang mencukupi, bisnis tidak akan dapat berjalan apalagi berkembang.

Baca Juga: Cara Mengajukan Pinjaman Bisnis di KoinWorks

Sebaliknya, apabila sebuah bisnis diberi dukungan pinjaman modal usaha, bisnis tersebut tentu akan semakin berpotensi untuk berkembang.

Baca Juga: Proses Pengajuan Pinjaman dan Tips Agar Pinjaman Bisnis Anda di KoinWorks Disetujui

Dengan hadirnya industri layanan keuangan yang mudah diakses dan memberikan pinjaman yang mudah seperti P2P Fintech Lending KoinWorks, kini setiap pelaku UMKM termasuk wanita yang terjun ke bisnis online bisa dengan mudah mendapatkan pinjaman modal usaha.

Dengan pinjaman modal usaha tersebut tentu saja setiap wirausahawan wanita bisa memulai bahkan semakin mengembangkan bisnisnya.

Baca Juga: Tips Mengelola Pinjaman Agar Bisa Tepat Sasaran Sesuai Tujuan

Di KoinWorks, Anda yang sudah memiliki bisnis dan sudah lama merambat ke pasar online, Anda bisa mengajukan pinjaman modal usaha. Pinjaman modal usaha yang Anda ajukan akan didanai oleh ribuan investor yang tergabung di KoinWorks.


Ajukan Pinjaman


Daftar Pusaka

[1] Jumlah Wirausahawan RI Bertambah 4 juta Orang dalam 10 Tahun, diakses pada tanggal 3 Februari 2017 pada pukul 14:26 WIB
[2LPDB-KUMKM Kucuri Pinjaman Dana 2.000 Pengusaha Perempuan IPEMI, diakses pada tanggal 3 Februari 2017 pada pukul 14:27 WIB
[3Ibid
[4Ibid
[5Kisah wanita pengusaha Surabaya hadapi MEA 2015, diakses pada tanggal 3 Februari pada pukul 14:57 WIB
[6Op. Cit.

Simulasi Pinjaman Modal Usaha

Jumlah Pinjaman

Suku Bunga/Tahun (APR - %)

Jangka Waktu (Tahun)


Hasil
Bunga Pinjaman
Pokok + Bunga

Cicilan Bulanan:

Syarat Pengajuan Pinjaman di KoinWorks



  • 6
    Shares
  • Anggunisi

    menambah wawasan, tp klo bisa kata2ny lebih bisa dimengerti oleh orang awam. terima kasih 🙂

Apa Komentar Anda?