Investor Aktif vs Investor Pasif: Investor Tipe Manakah Anda? – Dalam dunia investasi, terdapat dua tipe investor yakni investor aktif dan investor pasif. Dua tipe ini dibedakan dengan target dari masing-masing investor, karakteristik, dan metode investasi yang menjadi preferensinya.

Baik aktif berinvestasi maupun lebih pasif sebenarnya sama-sama bisa menguntungkan, hanya saja bentuk keuntungan dan durasinya membuat keduanya memiliki perbedaan orientasi. Mari mengenal kedua tipe investor ini lebih lanjut.

Apa itu Passive Investing/Investor Pasif?

Passive Investing atau berinvestasi secara pasif kerap dijelaskan sebagai sebuah strategi investasi yang menargetkan keuntungan yang lebih besar dalam jangka panjang namun menekan biaya beli dan jual level minimum.

Pertimbangannya adalah untuk menghindari biaya dan hambatan terhadap performa yang berpotensi terjadi. Investor pasif tidak secara khusus menargetkan keuntungan yang didapat dengan cepat.

Baca Juga: Mempersiapkan Dana Pensiun Dengan Rp 100.000 Setiap Hari

Passive investing juga tidak secara khusus menaruh harapan untuk “menjadi kaya hanya dengan sekali investasi”. Sebaliknya dengan passive investing, seorang investor cederung memilih untuk membangun kekayaannya secara perlahan dari waktu ke waktu.

Apabila Anda termasuk seorang investor pasif maka Anda lebih cenderung untuk berinvestasi dalam jangka panjang. Investor pasif kerap membatasi jumlah dana yang harus dikeluarkan dalam portofolio investasi dan dengan begitu bisa menjadikannya lebih hemat dan lebih efektif ketika berinvestasi.

Baca Juga: Mengenal Karakter Melalui Grafologi Untuk Kepentingan Investasi

Bagi seorang investor pasif, mental “beli dan tahan” tentu dibutuhkan sebagai bagian dari strategi berinvestasi. Dalam hal investasi saham, misalnya, itu artinya investor pasif harus bisa menahan godaan untuk bereaksi atau pun mengantisipasi berbagai perkembangan di pasar saham.

Ketika seorang investor pasif memiliki kepemilikan saham yang relatif banyak, investor tersebut mendapatkan keuntungan hanya dengan “berpartisipasi dalam lintasan” keuntungan perusahaan dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Agar Gaji Bisa Lebih Terarah, Coba 5 Tips Ini

Investor pasif yang sukses cenderung mengawasi keuntungan dan mengabaikan penurunan jangka pendek, bahkan kemerosotan tajam.

Dalam hal P2P Lending, misalnya di KoinWorks, investor pasif bisa memanfaatkan fitur Auto Puchase untuk mengelola investasinya secara otomatis. Itu artinya, investor tersebut tidak perlu bolak-balik masuk atau login ke dalam akun Lender-nya di KoinWorks untuk menginvestasikan dananya.

Baca Juga: Sering Kehabisan Loan untuk Didanai? Gunakan Fitur Auto Purchase

Fitur Auto Purchase juga memungkinkan investor untuk menginvestasikan dananya secara otomatis ke berbagai peminjam sesuai dengan preferensi yang telah ditetapkan seperti jumlah dana yang hendak diinvestasikan ke masing-masing peminjam, credit scoring peminjam, tenor, hingga jenis pinjaman.

Apa itu Active Investing/Investor Aktif?

Active investing atau berinvestasi secara aktif adalah strategi investasi yang melibatkan kegiatan investasi aktif secara terus-menerus. Investor aktif cenderung memantau aktivitas serta performa investasinya secara berkelanjutan agar bisa memanfaatkan kondisi yang menguntungkan di suatu waktu.

Baca Juga: 5 Kesalahan Investasi yang Sering Dilakukan Investor dan Harus Segera Dihindari

Di sisi lain, investor aktif, sesuai dengan sebutannya, menangani langsung kegiatan investasinya secara aktif, dan terkadang bahkan membutuhkan bantuan seseorang yang berperan sebagai manager portofolio investasi.

Dalam hal investasi saham misalnya, seorang investor aktif harus dapat membaca data agar dapat menentukan kapan waktu yang tepat untuk membeli saham dan kapan waktu yang tepat untuk menjualnya. Investor aktif yang sukses harus lebih sering benar ketimbang salah menyoal prediksi dan analisis data.

Baca Juga: 3 Jenis Investasi Menguntungkan yang Layak Dicoba

Ketika Anda berinvestasi di P2P Lending KoinWorks, misalnya, Anda perlu memutuskan sendiri ke peminjam tipe seperti apa dana investasi Anda akan berlabuh. Ini tentu mengharuskan Anda untuk login ke dalam akun Lender dan menganalisa data peminjam, mempertimbangkan tenor dan risiko, dan akhirnya mengalokasikan dana investasi.

Bukan berarti Anda tidak perlu menggunakan fitur Auto Purchase KoinWorks. Sebagai investor aktif, fitur Auto Purchase akan tetap diperlukan dengan catatan bahwa penentuan preferensi di Auto Purchase harus berlandaskan pada analisa Anda terhadap performa pinjaman.

Baca Juga: 4 Langkah Mewujudkan Impian dengan Berinvestasi

Misalnya, ketika Anda membuka halaman Portofolio di dashboard investor, di sana Anda bisa mendapatkan dana terkait performa peminjam yang Anda investasikan.

Bila peminjam dengan grade C lebih menunjukkan performa yang baik (dan tentu saja menghasilkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi) ketimbang B, maka Anda bisa mengatur Auto Purchase dengan mengutamakan pinjaman untuk grade C ketimbang D.

Baca Juga: 5 Tips Agar Bisa Berinvestasi Setiap Bulan

Dengan begitu, meskipun sewaktu-waktu Anda tidak memiliki waktu untuk login ke dalam akun Lender KoinWorks, bila pinjaman baru terbit maka dana investasi Anda akan secara otomatis dialokasikan ke pinjaman tersebut.

Yang Mana yang Lebih Menguntungkan?

Jadi, tipe investor mana yang sebenarnya lebih menguntungkan bagi Anda? Ini tentu berkaitan dengan tujuan investasi dan karakteristik Anda.

Apabila Anda menargetkan investasi jangka panjang sembari menekan biaya dari waktu ke waktu, tidak memiliki banyak waktu untuk memantau performa investasi, dan tidak begitu mempersoalkan tentang performa investasi dalam jangka pendek, Anda mungkin lebih cocok menjadi investor pasif.

Baca Juga: Mengenal Investasi dan Cara Memulai Investasi dengan Rp 1 juta

Apabila Anda memutuskan untuk menjadikan investasi sebagai pendapatan utama, ada kalanya Anda harus aktif memantau perkembangan investasi sehingga Anda bisa tahu kapan saat yang tepat untuk melepas investasi Anda dan meraup keuntungan. Metode ini dikenal pula sebagai trading, terutama bagi Anda yang aktif dengan instrumen saham.

Selain itu, apabila Anda baru mengenal investasi maka jadilah investor aktif demi mempercepat proses pembelajaran, paling tidak dasar-dasar fundamental investasi itu sendiri.

Baca Juga: Cara Menghitung Bunga Investasi di KoinWorks

Bila Anda memutuskan untuk mulai berinvestasi saat ini juga, pilihlah instrumen investasi yang bisa dimulai dari nominal kecil sembari memudahkan Anda untuk mempelajari dasar-dasar fundamental investasi, cobalah instrumen investasi P2P Lending seperti KoinWorks yang bisa dimulai dari Rp 100.000.

Jadi, antara investor aktif dan pasif, tipe investor manakah Anda?


Bacaan Selanjutnya:

https://koinworks.com/blog/investasi-rp-100000-setiap-hari/

  1. Begini Cara Kerja KoinWorks dalam Hal Investasi Fintech Lending
  2. Investor Pemula? Baca Panduan Investor Pemula Untuk Investasi di Fintech Lending KoinWorks Ini
  3. Ini 7 Alasan Kenapa Anda Harus Berinvestasi di KoinWorks
  4. Trik Sederhana Mendapatkan Keuntungan Maksimal dari Investasi Fintech Lending KoinWorks
  5. 4 Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Investasi di Fintech Lending
  6. Begini Teknik Diversifikasi Investasi di Fintech Lending KoinWorks
  7. Investasi Fintech Lending: Praktik Terbaik dalam Berinvestasi di Peer to Peer Lending
  8. 5 Tips Berinvestasi di Fintech Lending dari Para Ahli
  9. Bagaimana Investasi Mempengaruhi Kehidupan Finansial?
  10. 5 Alasan Kenapa Anak Muda Harus Mulai Berinvestasi Sekarang

Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survey singkat di halaman berikut.

Download Aplikasi KoinWorks

apple app store iosgoogle play store android app

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.