Apa Itu Venture Capital, Cara Kerja, dan Keberadaannya Di Indonesia

·
6 menit
venture capital

Apa Itu Venture Capital, Cara Kerja, dan Keberadaannya Di Indonesia –  Jika mendengar istilah Venture Capital, kamu yang berkecimpung di dunia startup atau mendirikan usaha sendiri pasti sudah tidak asing lagi.

Secara garis besar, venture captial yang biasa disingkat VC adalah sebuah lembaga keuangan yang menyuntikan dana/modal kepada perusahaan khususnya startup.

Keberadaan dari VC ini sangat penting bagi keberlangsungan berjalannya sebuah startup.

Tanpa adanya VC, bisa saja perusahaan startup mengalami kesulitan untuk melakukan kegiatan operasional atau produksinya.

Yuk, kupas secara lengkap tentang venture capital, bagaimana cara kerja dan keberadaan venture capital di Indonesia!


Apa Itu Venture Capital

Sudah disebutkan di atas, kalau secara garis besar venture capital adalah lembaga keuangan yang memberikan pendanaan kepada perusahaan khususnya startup.

Dengan kata lain, VC berinvestasi kepada perusahaan tersebut dalam membantu ekosistem mereka.

Adapun, perusahaan yang diberikan pendanaan oleh VC, mayoritas adalah startup atau perusahaan kecil yang diyakini memiliki prospek atau potensi besar dalam jangka panjang.

Tentu saja, nantinya keuntungan yang didapatkan dari perusahaan dimana mereka berinvestasi, akan disalurkan juga ke pihak VC, sesuai keuntungan yang ada.

Lalu darimana venture capital mendapatkan dana sebelum disalurkan kepada perusahaan?

VC biasanya bukan milik perorangan, dan merupakan gabungan dari beragam pihak.

Maka dari itu, dana yang dimiliki venture capital juga berasal dari kalangan investor kaya raya, investasi bank, dan lembaga keuangan lainnya.

Bisa dibilang, sebenarnya setiap investor yang menaruh dananya di venture capital untuk kemudian diberikan kepada perusahaan, mempunyai risiko yang sangat tinggi.

Tetapi, hal yang membuat para investor tertarik adalah potensi pengembalian dana yang nantinya bisa didapatkan di atas rata-rata.

Maka dari itu, sebuah VC akan sangat teliti dalam memberikan dana kepada sebuah perusahaan startup.

Apalagi, menurut majalah Fortune, startup memiliki kemungkinan gagal sebesar 90% dengan sebab yang beragam.

Mereka hanya akan mau memberikan dananya kepada perusahaan yang dinilai mampu mengalami perkembangan cepat dan signifikan.

Venture Capital vs Ventur Capitalist

Selain Venture Capital, tentu kamu juga mendengar yang namanya Venture Capitilst.

Lalu, apa beda dari keduanya?

Nah dalam mengelola modal mulai dari aktivitas manajemen, administrasi pendanaan, penyaluran dana hingga pengawasan tentu perlu ada yang menjalankannya bukan?

Maka dari itu, Venture Capital memiliki bagian yang bertugas mengawasi disebut Venture Capital Fund atau Venture Capitalist.

Dengan hal ini, jelas perbedaannya bahwa Venture Capital adalah asal dananya, sedangkan Venture Capitalist adalah orang-orang yang mengelolanya.

Tugas seorang Venture Capitalist adalah memproyeksinya keuntungan dari kepemilikan yang didapatkan dari perusahaan yang diberikan dana.

Adapun, dana yang dialokasika untuk perusahaan startup didapatkan dari para investor mereka yang biasa disebut Limited Partners (LP).

LP sendiri biasanya terdiri dari orang-orang super kaya, perusahaan besar milik keluarga, dana pensiun, dana mengendap, lembaga keuangan dan sumber lainnya.


Cara Kerja Venture Capital

Setelah mengetahui info lengkap tentang Venture Capital bahkan Venture Capitalist, sekarang mari kita bahas tentang bagaimana cara kerja dari Venture Capital.

Semua berawal dari investor atau Limited Partners (LP) yang menginvestasikan uang mereka kepada Venture Capitalist.

Tak hanya itu, LP juga meminjamkan dana untuk management fee kepada Venture Capitalist untuk menjalankan serta mengawasi investasi mereka.

Konsepnya sama seperti Manajer Investasi (MI) dalam investasi reksa dana, namun cangkupan Venture Capitalist tentu lebih besar dan kompleks.

Setelah, menyelesaikan tahapan di atas, venture capitalits akan mendistribusikan dana tersebut ke beberapa startup yang masuk ke dalam kualifikasi mereka.

Nah, selanjutnya mereka bisa memberikan saran, mereview kinerja dari startup tersebut, bahkan ikut mencari peluang untuk mendapatkan keuntungan dari dana yang diinvestasikan.

Nantinya, venture capitalist akan mendapatkan return atau keuntungan dari dana yang diberikan kepada startup, jika mereka telah Exit.

Exit di sini bisa dengan beragam cara seperti, saat startup yang mereka investasikan IPO/go publis, diakusisi/dijual, diinvestasikan sebagian/seluruhnya dari venture capitalist yang lebih besar.

Biasanya dari return tersebut, VC akan mendapatkan 20% dari return dan mengembalikan 80% plus management fee yang dulu pernah diberikan dari LP.


Jenis-Jenis Pendanaan Venture Capital

Venture Capital memiliki beragam jenis pendanaan dengan berbagai macam spesifikasi.

Sebuah VC bisa saja memberikan satu kali pendanaan kepada perusahaan, tapi tidak menutup kemungkinan untuk memberikan kedua sampai ketiga kalinnya.

Jadi, apa saja jenis – jenis pendanaan yang ada?

Yuk lihat di bawah!

1. Seed Capital

Jenis pendanaan yang pertama adala pendanaan tahap awal yang diberikan oleh VC kepada sebuah startup.

Nah, di tahap ini biasanya startup belum mempunyai produk, bahkan perusahaan belum terorganisir dengan baik dan baru memulai mencari pendanaan tahap awal.

Tetapi dalam tahap ini, VC akan memberikan dana dengan jumah kecil sebagai pendanaan tahap awal.

Adapun, modal ini bisa digunakan untuk perusahaan startup melakukan penelitian pasar, membuat produk sampel pertama dan sebagainya.

2. Startup Capital

Di tahap selanjutnya ini, biasanya perusahaan sudah memiliki produk sendiri setelah menjalani tahapan awal.

Nah, di sini biasanya VC akan memberikan modal pendanaan yang dapat diberikan perusahaan startup untuk mulai merekrut anggota tim, melakuan riset selanjutnya, dan menyelesaikan produk/jasa untuk di pasarkan.

3. Early Stage Capital

Di tahap pendanaan ini, startup yang didanai sudah mengalami perkembangan dengan prospek statistik yang baik dua hingga tiga tahun ke depan.

Tak hanya itu, struktur organisasi juga suda lengkap bahkan startup sudah memiliki kantornya sendiri.

VC akan memberikan pendanaan di tahap ini dan bisa digunakan perusahaan untuk meningkatkan penjualan, produktivitas serta meningkatkan efisiensi startup.

4. Expansion Capital

Jenis pendanaan yang berikutnya ini akan diberikan ketika perusahaan startup sudah terbilang mapan dan siap melakukan ekspansi.

VC akan memberikan bantuan kepada perusahaan untuk melakukan ekspansi ke cangkupan pasar baru, atau bisa juga memaksimalkan pasar saat ini.

Di tahapan ini, perusahaan harus pintar dalam mencari VC yang memang dapat membangun perusahaan dengan cepat.

5. Late Stage Capital

Nah, ketika perusahaan startup sudah mencapai tingkat tertentu dan memberikan hasil bagus serta mengesankan.

Perusahaan tentu membutuhkan dana tahapan akhir untuk meningkatkan kapasitas sekaligus menambah modal.

Jenis pendanaan ini akan sangat cocok untuk membuat perusahaan startup lebih baik lagi ke depannya.


Keberadaan Venture Capital Indonesia

Tentu saja, banyak sekali venture capital yang ada di seluruh dunia.

Kalau berbicara tentang venture capital, yang paling terkenal adalah Silicon Valley, tentu tidak asing bukan?

Sillicon Valley merupakan salah satu daerah di California di mana semua perusahaan digital beroperasi di sana.

Mungkin mirip dengan Sudirman Central Business District (SCBD).

Semua startup rata-rata membuka kantornya di sana, termasuk para venture capitalist.

Google, Facebook, Instagram merupakan sebagian dari perusahaan digital raksasa yang sudah terlebih dulu membuka kantor pusatnya di sana.

Dan antara satu startup dengan startup lain, antara satu venture capitalist dengan venture capitalist lainnya saling bekerjasama.

Nah namun, selain Silicon Valley ternyata ada juga lho Venture Capital Indonesia.

Apa saja?

1. East Ventures Capital

Berdiri sejak 2009 di Indonesia oleh Wilson Cuaca, Batara Eto, dan Taiga Matsuyama.

Dari 160 startup yang telah mereka danai, tercatat sudah 30 startup yang sudah exit da dua startup lainnya telah menjadi unicorn.

Sebagai salah satu venture capital Indonesia, East Venture terbilang paling aktif memberikan pendanaan.

Bahkan mereka juga masih berencana untuk memberikan pendanaan tahap awal kepada startup Indonesia.

DI tahun 2018, setidaknya saudah ada 30 startup mendapatkan pendannaan, lalu pada tahun 2019 terlibat 19 startup.

Beberapa diantaranya berada di tahap Pra-Series A, Seris A, dan juga seed Funding.

Misi mereka sangat konsisten untuk membantu startup early stage.

Adapun, pada tahap Seed Funding terdapat perusahaan berikut yaitu Komunal, Lubna, Triplogic, Wahyoo, Kedai Sayur, The Fit Company.

Pada tahap Pra-Series A ada startup Ekrut. Sedangkan di tahap seris A terdapat 8 startup yang didanai yaitu Stickearn, MobilKamu, Julo, Yummy Corp, Stockbit, Fore Coffee, Kedai Sayur dan Jojonomic.

East Ventures Capital juga merupakan pemodal yang membantu KoinWorks hingga bisa menjadi Super Financial App seperti sekarang, lho.


2. Golden Gate Ventures

Perusahaan modal ventura itahap awal ini berdiri sejak 2011 dan juga merupajan venture capital Indonesia paling aktif berinvestasi ke lebih dari 30 perusahaan di lebih dari 7 negara asia.

Adapun perusahaan ini banyak mendanai perusahaan startup internet & selular di banyak sektor termasuk e-commerce, pembayaran, pasar, aplikasi mobil, dan platform SaaS.

Dengan visinya, Golden Gate Venture mampu melahirkan Startup hebat seperti Gojek, Carousel, Alodokter, Tanihub dan lain sebagainya.


3. Sinar Mas Digital Ventures

Venture Capital Indonesia yang seringkali disebut SMDV ini berorientasi teknologi.

Sejak 2018, perusahaan ini telah berinvestasi dalam startup seperti layanan grosir bahan makanan HappyFresh, Stickearn, dan Waresix.

Pada tahun 2019 lalu, SMDV sudah berinvestasi di beberapa startup seperti StickEarn (Series A), Yummy Corp (Series A), Fore Coffee (Series A), Wahyoo (Seed Funding), Kedai Sayur (Seed Funding & Series A), Waresix (Series A), Warung Pintar (Series B), IDN Media (Series C), R Fintness (Pre-Series A).


4. Agaeti Ventures

Kalau kamu pernah mendengar Fore, startup tersebut lahir karena adanya dana investasi dari VC Agarti Ventures.

Diketahui kalau pemodal ini telah menyuntikan dana pada Wahyoo, Akseleran, CoHive dan Yummy Corp.

Agaeti Ventures sendiri berfokus pada perusahaan baru yang mendukung teknologi Pra-Seri A dan Seri A atau yang baru berkembang di Indonesia dan fokus ekspansi ke Asia Tenggata.

Di tahun 2020 lalu, dua perusahaan modal ventura lokal yaitu Agaeti Ventures dan Convergence Ventures resmi mengumumkan merger dan kini bernama AC Ventures.


5. Alpha JWC Ventures

Perusahaan modal ventura ini telah berinvestasi di sekitar 30 startup seperti Uang Teman, Kopi Kenangan, TaniHub, Modalku dan WeWork.

Perusahaan ini berfokus memberikan dana ke perusahaan berbasis teknologi.

Didirikan oleh Chandra Than bersama Jefrey Joe dan Will Ongkowidhaha pada awal 2015.


Meski statusnya nanti adalah modal pinjaman, namun sedikit berbeda dengan bank yang biasanya menyalurkan kredit kepada pelaku usaha.

Di sini, investor tidak saja bertindak sebagai orang yang hanya “ingin untung” saja, tapi juga turut bertanggung-jawab dalam mengembangkan perusahaan tersebut.

Untuk mendapatkan investasi, yang harus dilakukan oleh pendiri startup adalah menciptakan model bisnis yang unik.

Jangan sampai bisnis kamu adalah “me too “ dari startup-startup lain yang telah ada.

Ciptakan keunikan dari sisi pelayanan, fitur dan sebagainya .

Buatlah tampilan yang memudahkan pengguna dalam mengeksplorasi servis kamu (user-friendly).

Hindari membuat bisnis yang biasa-biasa saja.

Dunia startup adalah dunia kreatif, kamu harus pintar dalam memilih celah pasar yang belum disentuh oleh kompetitior kamu meski mungkin produk dan jasanya hampir sama.

Kalau sudah demikian, maka cobalah tawarkan kepada venture capital.

Semoga mereka tertarik dengan konsep Anda dan bersedia menggelontorkan dana pada proses seed investment.

Sebagai alternatif modal usaha, kamu juga bisa mendapatkan pinjaman modal melalui KoinBisnis dari KoinWorks hingga Rp2 miliar dengan bunga rendah yaitu mulai dari 0,75% per bulan.

Pengajuan mudah dilakukan secara online, kamu hanya perlu unduh aplikasinya.

Simulasi Pinjaman KoinWorks
Ketahui maksimum pinjaman dan cicilan per bulan
+62
Estimasi jumlah maksimum pinjaman

Rp

Estimasi cicilan bulanan
  • Tenor 6 bulan: Rp
  • Tenor 12 bulan: Rp
  • Tenor 24 bulan: Rp

Install aplikasi KoinWorks dan mulai ajukan pinjaman di KoinBisnis!

Ajukan Pinjaman Sekarang

Firda
As Firda enters her twenties, financial things become exciting stuff for her. Born with no golden steps on her shoes, make her sticks a big goal in life: financial freedom. So here it is, she's digging more and more knowledge to reach her goal. Then, share it with you through something she loves: words. P.S: If you find her nodding head behind the laptop, don't be surprised. She's just following the beats of music.
0 0 vote
Article Rating

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Super Financial App yang
membawamu #MelangkahLebih