Mendengar istilah venture capitalist, asosiasi kita lebih mengarah pada perusahaan rintisan digital alias Startup. Banyak pemain-pemain baru yang terjun ke industri ini karena potensi pasar yang masih terbuka lebar, ditambah dengan tren yang terus tumbuh dari tahun ke tahun. Menurut majalah The Economist edisi November 2015, ekonomi digital sudah menjadi bagian dari ekonomi dunia dengan sharing economy sebagai salah satu indikasinya.

Tumbuhnya perusahaan-perusahaan rintisan digital secara global, termasuk Asia dan Indonesia menunjukkan bahwa saat ini dunia sedang memasuki fase transisi dari ekonomi korporasi yang meletakkan perusahaan dan konsumen dalam kubu yang “berseberangan”, menjadi ekonomi  berbagi (sharing) yang menempatkan perusahaan dan konsumen dalam satu kesatuan. Contohnya adalah Uber, Gojek, Grab Bike, dan sebagainya. Perusahaan berfungsi sebagai mediator antara pelaku usaha kecil dengan konsumennya. Semua orang bisa merasakan secara langsung manfaat tren ini dan diperkirakan hingga 10 tahun ke depan masih tetap menjadi bagian dari ekonomi global.

Jika Anda ingin memanfaatkan momentum ini, dan ingin mengambil bagian dari ekonomi digital, mungkin ada baiknya untuk mendirikan startup yang bernilai manfaat untuk publik. Tidak perlu capek-capek cari modal pinjaman ke pihak bank, asalkan perusahaan rintisan digital Anda tersebut memiliki keunikan tersendiri, maka nantinya malah banyak investor yang berminat untuk menanam modalnya ke startup Anda. Contohnya Tokopedia. Perusahaan ecommerce yang  didirikan oleh William Tanuwijaya ini berhasil mendapatkan dana 1 juta dollar dari salah satu venture capitalist dari Sillicon Valley. Konsepnya unik dan berbeda dari ecommerce lain yang terlebih dulu sudah ada. Meski demikian, Tokopedia bukanlah satu-satunya ecommerce yang mendapatkan kucuran dana segar dari investor luar. Perusahaan lokal lainnya seperti BukaLapak pun juga telah berhasil mendapatkan investasi dari Sillicon Valley.

Secara umum, venture capitalist adalah perusahaan pemodal yang berinvestasi pada perusahaan startup, baik dalam masa awal (seed investment) maupun ketika sudah tumbuh membesar. Setiap fase investasi memiliki periode kerjasama yang berbeda-beda dan pembagian hasil yang juga berbeda-beda. Jika di awal berdiri perusahaan rintisan digital Anda dimodali secara swadaya dengan pendiri lain, lalu ketika sudah mulai tumbuh Anda butuh suntikan dana segar, maka kerjasama pemodalannya pasti akan berbeda. Bisa jadi lebih rendah bunganya karena potensi kerugiannya juga kecil dibanding saat awal merintis.

Sillicon Valley merupakan salah satu daerah di California di mana semua perusahaan digital beroperasi di sana. Mungkin mirip dengan Sudirman Central Business District (SCBD). Semua startup rata-rata membuka kantornya di sana, termasuk para venture capitalist. Google, Facebook, Instagram merupakan sebagian dari perusahaan digital raksasa yang sudah terlebih dulu membuka kantor pusatnya di sana. Dan antara satu startup dengan startup lain, antara satu venture capitalist dengan venture capitalist lainnya saling bekerjasama.

Apa saja perusahaan venture capitalist yang berasal dari Sillcon Valley? Salah satunya adalah Fenox Capital. Pendirinya, Anis Uzzaman pernah menulis buku berjudul STARTUPPEDIA, sebuah panduan untuk mendirikan rintisan digital dari tahap awal. Pengalamannya yang panjang sebagai investor dimanfaatkan untuk memberikan sudut pandang bagi para pebisnis digital tentang apa dan mengapa sebuah perusahaan investasi berniat menanamkan modal ke startup. Meski statusnya nanti adalah modal pinjaman, namun sedikit berbeda dengan bank yang biasanya menyalurkan kredit kepada pelaku usaha. Di sini, investor tidak saja bertindak sebagai orang yang hanya “ingin untung” saja, tapi juga turut bertanggung-jawab dalam mengembangkan perusahaan tersebut.

Untuk mendapatkan investasi, yang harus dilakukan oleh pendiri startup adalah menciptakan model bisnis yang unik.  Jangan sampai bisnis Anda adalah “me too “ dari startup-startup lain yang telah ada. Ciptakan keunikan dari sisi pelayanan, fitur dan sebagainya . Buatlah tampilan yang memudahkan pengguna dalam mengeksplorasi servis Anda (user-friendly). Hindari membuat bisnis yang biasa-biasa saja. Dunia startup adalah dunia kreatif, Anda harus pintar dalam memilih celah pasar yang belum disentuh oleh kompetitior Anda meski mungkin produk dan jasanya hampir sama. Kalau sudah demikian, maka cobalah tawarkan kepada venture capitalist seperti Fenox Capital. Semoga mereka tertarik dengan konsep Anda dan bersedia menggelontorkan dana pada proses seed investment.


Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survey singkat di halaman berikut.

Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:
Daftar Dapat 150.000

(*) KOIN, Khusus Pendaftar Baru

Download Aplikasi KoinWorks

apple app store iosgoogle play store android app

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.