Home » Strategi-bisnis » Cara Mengatur Stok Bahan Baku untuk Usaha Warteg

Cara Mengatur Stok Bahan Baku untuk Usaha Warteg

Cara Mengatur Stok Bahan Baku untuk Usaha Warteg

Usaha F&B bisa jadi sangat melelahkan jika hal-hal operasional tidak diatur dengan baik. Khususnya usaha warteg yang beroperasi hampir 24 jam ini, tidak hanya harus melayani pelanggan namun shift pegawai, keluar-masuk stok bahan baku menjadi hal vital yang mendukung penjualan harian. 

Tentu akan sangat merepotkan jika kehabisan stok bahan saat mengolah makanan. Ditambah banyaknya menu yang harus selalu tersedia setiap hari agar pelanggan mengenali. Mempelajari cara mengatur stok bahan baku sangatlah penting untuk mengurangi beban kerja harian. 

Tips Efektif Mengatur Bahan Baku

Dampak dari manajemen stok bahan yang berantakan adalah risiko kehilangan stok sehingga memperbesar pengeluaran, belum lagi menyita banyak waktu. Berikut tips efektif untuk mengatur stok bahan baku yang bisa kamu coba langsung.

Mengklasifikasi Setiap Bahan Baku

Klasifikasi memudahkan pengusaha untuk mengenal setiap karakteristik bahan baku sehingga mempermudah forecasting dan storing masing-masing bahan. Contohnya bahan yang cepat habis dan cepat basi akan mempengaruhi jumlah dan waktu restock bahan baku tersebut. 

Perlu diingat, usaha warteg sangat bergantung pada bahan yang cepat basi dan cepat habis. Jika pengelolaan tidak efisien, risiko kerugian dari bahan yang terbuang akan besar. Maka dari itu kamu harus tahu cara mengatur stok bahan baku yang tepat.

Pisahkan bahan baku yang cepat habis (fast moving), dan yang lebih lama habis (slow moving). Kategori bisa ditambah berdasarkan periode habisnya stok. Seperti stok barang yang cepat habis dalam 2 hari, dalam satu minggu, atau dalam sebulan. 

Contoh bahan baku yang cepat habis seperti sayuran, bumbu masak, telur, minyak, minuman seduh, daging, dan bahan baku lain untuk produksi. Sementara stock slow moving misalnya kantong plastik, kertas nasi, sendok plastik, tissue, dan barang penunjang lainnya. Jangan lupa untuk menuliskan secara rinci berapa banyak bahan baku yang habis dalam satu hari.

Selanjutnya, kenali jangka expired date masing-masing bahan. Meskipun bahan seperti sayur, bawang, ataupun cabai tidak memiliki expired date, tapi pelajari jangka waktu ketahanannya agar tidak layu. 

Pelajari pula cara menyimpannya agar lebih awet guna meningkatkan efisiensi pengeluaran. Usahakan untuk mencatat melakukan stok bahan baru dan aktif mengecek kualitas stok bahan.

Menerapkan Sistem Forecasting 

Perhitungan dan data stok awal adalah dua hal penting sebelum melakukan forecasting. Apalagi jika usaha warteg kamu tergolong baru, catat inout jumlah bahan baku. Pastikan setiap inventori telah tercatat berikut dengan klasifikasinya. 

Forecasting sendiri berarti memperkirakan kapan stok akan habis maupun basi, kapan jadwal restock, serta dalam jumlah berapa. Dengan forecasting, kamu memiliki sistem restock yang efisien untuk mendukung operasional setiap hari. 

Jika usaha warteg sudah berjalan selama beberapa bulan, gunakan catatan penjualan untuk melihat rata-rata pembeli setiap hari. Kaitkan dengan berapa jumlah stok yang habis selama periode tertentu. Dengan mempertimbangkan expired date dan tren pembelian, kamu bisa menentukan jumlah dan waktu untuk restock

Informasi ini memudahkan saat membeli bahan secara langsung maupun penjadwalan kedatangan barang yang dikirim dari agen. Di akhir bulan, informasi dari cara mengatur stok bahan baku tahap ini berguna untuk menghitung modal yang tetap setiap bulannya. 

Memisahkan Stok Lama dan Stok Baru

Setelah memiliki sistem restock yang baik, jangan lupa memisahkan stok baru dari stok yang lama. Meskipun dalam gudang sudah terdapat klasifikasi berdasarkan fast dan slow moving, tambahkan ruang atau lemari pendingin untuk stok barang yang baru. Terutama bahan baku fast moving yang perlu restock dalam hitungan hari. Bahan lama letakkan di tempat yang lebih mudah diakses. 

Restock biasanya juga dilakukan di akhir bulan, beberapa bahan yang masuk kedalam stok lama lebih baik dikeluarkan dari gudang untuk segera digunakan. Contohnya minuman seduh, atau minuman dingin yang kerap dilupakan expired date-nya.

Menerapkan Sistem First Expired First Out (FEFO)

Khususnya untuk bahan baku yang cepat basi, FEFO harus diterapkan agar memaksimalkan semua bahan yang dibeli. Jangan sampai manajemen stok menjadi tidak efektif karena kehilangan dari bahan yang expired. Jika melihat ada beberapa bahan makanan yang ternyata lebih cepat basi dari perkiraan, kamu bisa segera mengolahnya menjadi menu baru. 

Penerapan FEFO juga bisa mempengaruhi proses memilih agen yang menawarkan bahan berkualitas, sehingga saat kamu simpan bahan baku akan jauh lebih awet. Jangan lupa, sistem FEFO ini sangat bergantung pada pencatatan dan pengecekan bahan secara berkala

Cara Mengatur Stok Bahan Baku pada Gudang

Demi memaksimalkan manajemen stok bahan baku, perhatikan cara kamu mengatur barang pada gudang. Kasus yang sering terjadi pada usaha warteg adalah hilangnya stok karena hama seperti semut dan tikus. 

Perhatikan kebersihan baik di seluruh area warteg agar kedua hama tersebut tidak berkembang biak. Gunakan kapur pembasmi semut di meja, rak, maupun lemari gudang. Singkirkan bahan yang akan basi dari lemari pendingin agar tidak mempengaruhi kesegaran bahan lainnya.

Bumbu masak yang memiliki expired date seperti minyak, garam ataupun gula yang dibeli dalam jumlah besar jangan lupa diletakkan pada boks atau lemari berlabel tanggal kadaluarsanya. Memisahkan lemari pendingin untuk daging dan sayuran juga akan mudahkan saat ingin mengolah masakan.

Cara mengatur stok bahan baku akan berbeda dari usaha F&B satu dan lainnya. Dalam usaha warteg, tantangan yang besar yaitu pada terjaganya ketersediaan bahan demi menjalankan operasi setiap hari. Jika bahan baku tersedia nan segar setiap hari, tentu akan memudahkan proses lain yang lebih menghabiskan tenaga seperti memasak.


Bank digital hadir untuk pelaku UKM, freelancers, dan online sellers di Indonesia. 

Urus segala keperluan bisnis dan keuangan pakai KoinWorks NEO. Kemudahan berbagai layanan seperti bebas biaya transfer antar bank dan pinjaman modal tanpa agunan untuk bisnismu hanya dengan satu aplikasi! 

Lihat juga berbagai panduan dan informasi bisnis hanya di KoinWorks.

[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
Cara Mengatur Stok Bahan Baku untuk Usaha Warteg

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​