Home » Strategi-bisnis » 3 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Mitigasi Risiko Bisnis Wisata

3 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Mitigasi Risiko Bisnis Wisata

3 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Mitigasi Risiko Bisnis Wisata

Mitigasi risiko bisnis wisata harus dilakukan dengan tepat. Nah, agar perencanaannya tepat sasaran, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, apa saja? Simak artikel ini!

3 Hal Penting dalam Mitigasi Risiko Bisnis Wisata

Buat kamu yang saat ini memiliki bisnis dalam bentuk wisata, baik itu skala kecil ataupun besar, berikut 3 hal penting yang perlu kamu perhatikan ketika melakukan mitigasi risiko:

Melakukan Identifikasi Risiko

Hal pertama yang perlu kamu perhatikan untuk mitigasi risiko dalam bisnis wisata adalah melakukan identifikasi risiko.

Dalam bisnis wisata, risiko bisa muncul dari lingkungan internal seperti operasional, teknikal, dan keuangan. Sedangkan risiko yang muncul karena faktor eksternal adalah pengunjung hingga bencana alam. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkumannya:

Finansial

Finansial bisa berhubungan dengan omset penjualan. Jika angka penjualan turun, maka keuangan bisnis wisata pun akan ikut terdampak.

Solusi untuk mengatasi risiko satu ini adalah dengan cara meningkatkan penjualan dengan promosi yang menarik. Misalnya, memberikan potongan harga di hari libur, agar orang-orang tertarik untuk mengunjungi lokasi wisata milikmu.

Selain itu, kamu juga bisa berkolaborasi dengan agen wisata seperti Traveloka untuk meningkatkan jumlah pengunjung.

Selain karena faktor penjualan, keuangan bisnis wisata juga bisa terganggu karena faktor luar seperti inflasi. Dalam hal ini, kamu bisa bekerja sama dengan pemerintah setempat agar bisnis wisata milikmu tetap berjalan.

Salah satu contoh lokasi wisata yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah adalah Dieng.

Operasional

Risiko satu ini berkaitan dengan sumber daya manusia atau karyawan dan kebijakan yang sudah kamu tetapkan.

Supaya bisnis wisata kamu tidak mengalami masalah yang disebabkan oleh karyawan, kamu bisa memberikan pelatihan dan pengembangan khusus dalam bidang pariwisata.

Salah satu lembaga yang bisa kamu percayakan adalah Jogja Tourism Training Center atau JTTC.

Teknikal

Risiko berikutnya adalah teknikal. Risiko ini berhubungan dengan peralatan dan perlengkapan bisnis wisata milikmu. Misalnya, wahana bermain, pendingin ruangan, dan lain sebagainya.

Agar peralatan dan perlengkapan tersebut tidak cepat rusak, kamu harus rutin melakukan pengecekan minimal 2 kali dalam satu bulan.

Selain menghindari kerusakan, pengecekan dan perawatan ini juga bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Contohnya, kecelakaan pada wahana bermain dan menimbulkan korban.

Pasar

Perubahan gaya hidup masyarakat dan kemunculan tren baru juga menjadi risiko dalam bisnis wisata yang perlu kamu perhatikan.

Tidak ada salahnya untuk mengikuti tren-tren yang berkaitan dengan wisata. Contohnya, membuat penginapan yang layak dijadikan sebagai staycation, road trip, hingga menghadirkan hidden gem pada bisnis wisata milikmu agar lebih menarik.

Alam

Faktor alam juga berpengaruh terhadap bisnis wisata. Misalnya, letusan gunung berapi yang mengganggu wisata alam Gunung Merapi atau kemunculan virus corona yang terjadi beberapa tahun ini. Sehingga berdampak pada seluruh lini bisnis, termasuk sektor wisata.

Dalam hal ini, kamu bisa bekerja sama dengan pihak-pihak yang bisa membantu memantau kondisi alam dan berkaitan dengan jenis wisata yang kamu jalankan.

Misalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika (BMKG) atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Mengukur Risiko Berdasarkan Kerugian

Setelah melakukan identifikasi, hal selanjutnya yang juga perlu kamu perhatikan adalah tingkat atau ukuran risiko berdasarkan kerugian yang ditimbulkan.

Misalnya, di antara beberapa risiko yang sudah disebutkan di atas, kamu memilih faktor alam dan target pasar sebagai dua risiko yang bisa menimbulkan kerugian cukup besar pada bisnis wisata milikmu.

Dua risiko ini bisa mempengaruhi omset pendapatan bisnis, sehingga kamu tidak bisa menggaji karyawan dan melakukan perawatan peralatan serta perlengkapan bisnis wisata yang kamu kelola.

Kamu bisa meminimalisir dua risiko ini dengan melakukan inovasi. Contonya, kolaborasi dengan Dinas Pariwisata setempat, menerapkan protokol kesehatan selama pandemi, dan potongan harga di hari weekend atau momen liburan.

Perhatikan pula kenyamanan pengunjung, mulai dari kemudahan akses jalan, area parkir yang sangat luas, kebersihan lokasi wisata, atau jika memungkinkan kamu bisa memberikan wifi gratis kepada para pelanggan.

Monitoring dan Review

Setelah menemukan risiko berdasarkan tingkat kerugian yang ditimbulkan, hal selanjutnya yang perlu kamu perhatikan dalam mitigasi risiko bisnis wisata adalah monitoring dan review.

Langkah ini juga membantu kamu menilai apakah mitigasi risiko yang kamu lakukan sudah berhasil dan tepat sasaran atau tidak.

Sebagai acuannya, kamu bisa melihat data pengunjung wisata dalam satu bulan. Kemudian, seberapa aktif Dinas Pariwisata setempat melakukan promosi hingga memberikan bantuan terhadap bisnis wisata milikmu.

Jika ternyata hasilnya memuaskan, artinya mitigasi risiko yang kamu jalankan sudah tepat sasaran. Namun, jika kurang memuaskan, kamu perlu mengevaluasi mitigasi risiko yang kamu jalankan tersebut.

Misalnya, memperluas kerja sama dengan para travel blogger populer seperti Alexander Thian. Untuk mengetahui berapa tarif menggunakan jasanya, kamu bisa menghubunginya melalui akun Instagram pribadinya yang bernama @amrazing.

Karena saat ini situasi pandemi belum selesai, tidak ada salahnya untuk mengikuti perkembangan dan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik itu pemerintah Daerah maupun pemerintah Pusat.

Misalnya, pengunjung yang datang sudah melakukan vaksin dua kali, membatasi jumlah pengunjung yang masuk, dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Selain membantu menekan jumlah penyebaran Covid-19, cara-cara tersebut juga bisa membuat pengunjung merasa aman. Sehingga, mereka bisa menikmati waktu liburan dengan maksimal.

Yuk, Lakukan Mitigasi Risiko Bisnis Wisata dengan Tepat!

Itulah 3 hal penting yang perlu kamu perhatikan ketika melakukan mitigasi risiko dalam bisnis wisata. Agar omset bisnis kamu tidak menurun, lakukan mitigasi risiko dengan tepat sekarang juga, yuk!


Lihat berbagai strategi tepat dan efisien untuk bisnis wisata kamu.

Bank digital khusus UKM pertama di Indonesia hadir untuk bantu segala keperluan bisnis dan keuangan kamu.

Kemudahan berbagai layanan seperti bebas biaya transfer antar bank dan pinjaman modal tanpa agunan untuk bisnismu hanya dengan KoinWorks NEO!

[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
3 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Mitigasi Risiko Bisnis Wisata

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​